» » » » Marak Aktifitas Galian C di Tendeki Jalan Rusak Mulai Minta Tumbal

Marak Aktifitas Galian C di Tendeki Jalan Rusak Mulai Minta Tumbal

Penulis By on Senin, November 19, 2018 |



METRO BITUNG-Laka Lantas Tunggal terjadi di jalan raya Kelurahan Tendeki, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. Tepatnya di dekat jembatan ujung Kelurahan Tendeki. Kecelakaan ini melibatkan Mobil Ayla DB 1938 CE terjun masuk ke jurang yang diduga akibat jalan yang licin. Minggu kemarin (18/11/2018) Pukul 9:35 Wita.

Dari informasi yang dihimpun, Mobil Ayla DP 1938 CE yang dikemudikan Marlon Tatuho beralamat di Kecematan Madidir ini, tergelincir dan terbalik dengan posisi keempat rodanya keatas.

" Saya melintas dengan kecepatan rendah namun tiba-tiba mobil lepas kendali,  karena kondisi jalan yang licin dan banyak pasirnya, pada saat saya gunakan rem malah roda  belakang  terseret ke luar jalan menuju ke jurang, du kali terguling sedalam 10 meter dalam jurang," ujar Marlon kepada Metromanado.com

Beruntung dalam kejadian ini Marlon (korban) hanya mengalami luka ringan, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp.10.000.000,-.

Dari pantauan pada saat kejadian, Cuaca cerah, serta kondisi Jalan berbelok menurun, beraspal tidak terdapat lobang, namun  sepanjang jalan menurun banyak bercak tanah-tanah liat menggumpal di aspal dan banyak pasir berhamburan. Berkat bantuan dari pihak masyarakat, mobil yang terjun ke jurang berhasil dievakuasi.

Sementara itu salah seorang Warga Tendeki MW menjelaskan, truk bermuatan material galian C tanpa penutup bebas lalu lalang di Kelurahan tersebut, padahal sangat membahayakan.

"Kecelakaan tunggal sudah sering terjadi di tempat ini akibat aktifitas truk galian C meningkat, material yang diangkut seperti tanah atau pasir lah yang merusak jalan ini. Awalnya jalan aspal disini bagus karena baru terhitung beberapa bulan lalu jalan ini di perbaharui aspalnya, untung belum ada yang meninggal, kalau nanti ada yang meninggal, trus siapa yang tanggung jawab. Dalam hal ini Pemerintah dan juga kepolisian harus tegas, jangan biarkan truk bebas membawa muatan galian C tanpa ada penutup karena sangat membahayakan pengguna jalan," katanya.

Perlu diketahui di Kecamatan Tendeki ini adalah lokasi pertambangan pasir terbesar di Kota Bitung, puluhan titik pertambangan pasir (Galian C) tidak memiliki izin dan dibiarkan bebas beroperasi begitu saja. Keberdaan truk pengangkut material galian C tanpa penutup maupun aktifitas tersebut sudah lama meresahkan pengguna jalan di Kelurahan Tendeki dan daerah  Kota Bitung lainnya. (Ivan)

Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya