» » » » Konven Pelsus Laki-laki se-Sinode di Bitung, Lumentut Ulas Hubungan LGBT

Konven Pelsus Laki-laki se-Sinode di Bitung, Lumentut Ulas Hubungan LGBT

Penulis By on Sabtu, November 24, 2018 |


METRO BITUNG-Ribuan Pelayan Khusus (Pelsus) Laki-laki ambil bagian dalam Konven Pelayan Khusus Laki-laki se Sinode GMIM 2018 di Gereja GMIM Yerusalem Manembo-nembo atas, Wilayah Bitung 11, pada Sabtu (24/11/2018).

Kegiatan dirangkaikan dengan penanaman bibit pohon di area Stadion dua sudara Manembo-nembo tengah Kota Bitung, kemudian Donor darah, Ibadah dan Seminar.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Panitia Audy Pangemanan mengatakan bahwa, maksud dari pelaksanaan konven ini dalam rangka mewujudkan amanat Yesus Kristus untuk melayani, bersaksi dan bersekutu yang berpola pada keteladanan Yesus Kristus. "Khususnya pelayan khusus Laki-laki bahwa hidup ini memberi berkat dan terus melayani Tuhan kita Yesus Kristus," jelas Pangemanan.


Ketua Panitia yang juga Sekretaris Daerah Kota Bitung ini mengatakan tujuan kegiatan agar pelsus Laki-laki dapat menyatakan percayanya bahwa hidup ini adalah berkat dan anugerah Tuhan.


Sementara itu Ketua Komisi Pria Kaum Bapa Sinode GMIM yang juga selaku Walikota Manado, Penatua GS Vicky Lumentut dalam kegiatan tersebut membahas komunitas LGBT (Lesbian, Bisexual, Gay dan Transgender) dikatakanya bahwa LGBT Manado dan Bitung makin hari makin ramai serta semakin bertumbuh subur,  di Manado sendiri komunitas LGBT mencapai kurang lebih 2000, 20 keterwakilan LGBT sempat bertemu dan berdiskusi dengan Lumentut selaku Walikota Manado.

" Ada hal yang miris ketika diskusi dengan saya, pertama mereka katakan " Apakah kemauan kami, kami dilahirkan seperti ini ?" kedua mereka sampaikan bahwa mereka tersisi dari komunitas umum termasuk di Gereja, kemudian sulitnya lapangan pekerjaan bagi mereka. Dalam hal ini saya berharap ada peran Orang tua agar mereka bisa memberikan pemahaman pembinaan dalam hal mengarahkan mereka supaya memang harus berprilaku sebagai layaknya Laki-laki," terangnya.


Dijelaskan Lumentut, di Negara Indonesia hingga saat ini, belum ada undang-undang yang menyatakan ada status kelamin yang ditengah-tengah alias bukan pria dan bukan wanita. “Selaku pemerintah di daerah, kami tentunya tak pandang buluh atau pilih kasih dalam hal pelayanan ke tengah masyarakat,” kata Lumentut.

Turut hadir dalam kegiatan, Walikota Bitung Pnt Maximiliaan J Lomban SE MSi didampingi Ketua TP-PKK Kota Bitung Pnt Khouni Lomban-Rawung, Wakil Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri MM. (Ivan)







Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya