» » » UNKLAB SIAP MENGHADAPI "REVOLUSI INDUSTRI 4.0"

UNKLAB SIAP MENGHADAPI "REVOLUSI INDUSTRI 4.0"

Penulis By on Kamis, Oktober 11, 2018 |

Rektor Universitas Klabat, Dr. Marthen Sengkey.

Metro Manado.  Salah satu Perguruan Tinggi Swasta terbesar di Propinsi Sulawesi Utrara, Universitas Klabat ( UNKLAB ) Airmaidi,  ternyata memiliki jurus tersendiri dalam menghadapi "Revolusi Industri 4.0".

Dalam Seminar Nasional " Membangun Pendidikan Tinggi di Timur Indonesia" yang digagas oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta ( APTISI ) Sulut di Hotel Paninsula (11/10-2018). Perhatian pembicaraan terfokus pada kesiapan PT dalam menghadai Revolusi Industri 4.0 yang sudah didepan mata.

Seperti yang diuraikan Ketua Umum Pusat APTISI, Dr. Budiman Djatmiko, mengatakan, diera Revolusi Industri 4.0 maka pola perkuliahan nantinya akan berbasis IT.

Dimana cara belajar tidak perlu lagi harus ke Campus tetapi hanya lewat internet atau kuliah jarak jauh. Nanti ada praktikum atau pertemuan berkala baru datang ke Campus.

Kemudian ditambahkannya, nantinya lembar Ijazah yang diperoleh selama kuliah tidak lagi menjadi tuntutan dunia kerja dalam era Revolusi Industri 4.0 . Gantinya, hanyalah selembar Sertifikat Kompetensi dibidang keahlian yang dibutuhkan perusahaan.

Maka itu, semua yang terkait dengan pengambil kebijakan dimasing - masing PT agar segerah melakukan evaluasi keseluruhan baik mata kuliah dan sistem belajarnya, pintahnya.

Dr. Marthen Sengkey, Rektor Universitas Klabat ( UKLAB ) Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara,  yang turut hadir dalam seminar ini, menyatakan setuju dengan apa yang disampaikan Ketum APTISI, Dr. Budiman Djatmiko.

Dimana UNKLAB telah mempersiapkan dan melaksanakan metode belajar lewat internet khusus fakultas Teknologi Informasi. Demikian juga dengan sistem Sertifikasi Kopetensi telah dilakukan di Fakultas Keperawatan, Fakultas Ekonomi Akuntansi.

Bahkan Teknologi Informasi ini telah dikombinasikan dengan mata kuliah Akuntansi, yang di fokuskan pada sistem anlisa perusahaan lewat program IT. Demikian pulah di Fakultas Teknologi Informasi,  telah diarahkan pada perancangan Robot yang nantinya dapat membantu pada pelayanan bagi orang sakit.

Namun menurut, Sengkey, untuk menciptakan SDM yang handal dan siap bersaing dari segi Intelektualnya, ternyata hal itu belumlah cukup sebagai bekal nanti dari setiap  lulusan UNKLAB saat terjun ke dunia kerja.

Universitas Klabat, memberi bekal tambahan kepada lulusannya yaitu apa yang disebutnya "Soft Skill".  Hal ini hanya didapatkan di Universitas Klabat sebagai ciri khas tersendiri yaitu mahasiswanya wajib tinggal diasrama.

Selama 4 Tahun berkuliah, mereka hidup bergaul dan berinteraksi sebagai warga campus dengan berbagai aturan disiplin yang tinggi dan ditempah lewat Peribadatan untuk bekal Rohani.  Sehingga diharapkan setiap lulusan tidak hanya mampu secara Intelektual tetapi juga secara Mental dan Spiritual, Jelas, putra asli Minahasa Tenggara ini. ( jansen)
Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya