» » » » » SUHARTO: DAPIL TIKALA-PAL DUA MILIK GERINDRA. ADE SAERANG PIMDEKOT

SUHARTO: DAPIL TIKALA-PAL DUA MILIK GERINDRA. ADE SAERANG PIMDEKOT

Penulis By on Rabu, Agustus 15, 2018 |


METRO MANADO-Partai Gerindra Manado, mematok 3 kuri plus di Daerah Pemilihan (Dapil) Pal Dua-Tikala. Tidak hanya itu, Suharto Ishak yang terdaftar dalam Bacaleg No. Urut 2 membidik Pimpinan Dewan untuk Apriano Saerang di Pileg 2019 mendatang.

Hal itu terlihat dari Line Up yang menghiasi Daftar Calon Sementara (DCS) Partai Gerindra Dapil Tikala-Pal Dua serta Dapil lainnya yang dihuni para figure yang memiliki latar belakang performa diatas rata-rata.

Selain pengusaha perkapalan Suharto Ishak yang dikenal dekat dengan kaum religi serta memiliki sifat sosial yang tinggi, Gerindra juga menempatkan figure yang tidak kalah hebatnya yakni, Ivone Laddy Tenda serta Lineke Kotambunan yang sangat dikenal masyarakat di Dapil Tikala Pal-Dua. Diapun meyakini, bahwa Dapil Tikala-Pal Dua adalah milik Gerindra.

Suharto memastikan dirinya, Lineke Kotambunan, Laddy Tenda dan Mona Kloer yang bertarung di Dapil Tuminting-Bunaken dan Fanny Mantali di Dapil Singkil-Mapanget masing-masing akan meraih kursi ke DPRD Manado.


“Saya kira sangat normatif ketika saya mematok 3 kursi plus di Dapil Pal Dua-Tikala. Dengar baik-baik. Jika pelaksanaan Pileg hari ini, saya pastikan ada lebih dari 10.000 masyarakat yang akan pilih saya. Saya tidak tau nanti pada Pileg yang akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang. Yang jelas pemilih akan bertambah. Kenapa saya katakana Mona Kloer juga akan mendapat  1 kursi. Ini janji saya untuk ikut berjuang di Dapilnya. Dan ini bukan omong kosong. Jika ditambah 1 kursi lewat Benny Parasan dan 1 kursi dari Ketua Apriano Saerang, maka sudah dipastikan kami adalah pemilik satu tiket untuk pimpinan Dewan,”tegas Suharto kepada metromanado, Rabu (15/08/2018) disalahsatu tempat di Manado.
Suharto mengaku, telah disurvey oleh salahsatu lembaga bahwa dirinya akan mmperoleh suara terbanyak dari semua Bacaleg di semua Dapil di Manado.

Itu sebabnya dirinya tidak berhenti melakukan sosialisasi sekaligus memperbaiki berbagai infrastruktur yang dikeluhkan wraga, dengan mengocek kantong pribadi.


Itu terbukti lewat keluahan masyarakat di pesisir sungai Welong yang panjangnya lebih dari 300 meter, dimana jika hujan turun wilayah tersebut langsung digenangi air yang masuk hingga ke rumah warga.
Keluhan warga langsung dijawab dengan mengirim exavator guna mengeruk sungai tersebut, supaya jika hujan turun wilayah tersebut tidak banjir. Selain itu, diapun melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan yang berlubang dengan menggunakan alat berat.

Namun demikian katanya, dia tidak mau mendahului Tuhan. Meski dirinya yakin habwa rakyat akan berpihak kepada figure yang tidak hanya mengobral janji.”Mohon maaf kawan-kawan, masih banyak yang bakal kita bicarakan, tetapi saya mau pimpin Ibadah. Nanti lanjut lagi,”tandas Suharto sambil meninggalkan tempat pertemuan guna memimpin Ibadah disalahsatu Jemaat di Manado.(jose)

Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya