» » » RUMAH MEWAH INI MENJADI SARANG MESUM

RUMAH MEWAH INI MENJADI SARANG MESUM

Penulis By on Selasa, Agustus 07, 2018 |

Rudis Bupati Kabupaten Minahasa Utara

METRO MINUT.   Keberadaan Dua unit rumah mewah yang dibangun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di Kelurahan Airmadidi Atas Kecamatan Airmadidi, tepatnya diatas bukit kompleks perkantoran Pemkab Minut, diduga telah menjadi tempat mesum.

Dari pantauan dilokasi (7/8-2018),  kedua rumah ini yang diketahui merupakan Rumah Dinas Bupati dan Rumah Dinas Wakil Bupati, kondisinya sangat memprihatinkan dan terjadi kerusakan pada pintu , jendela dan peralatan kamar mandi yang dibongkar dan dihancurkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Lebih terkejut lagi, dalam penelusuran disetiap pojok dan ruangan bangunan, didapati bekas-bekas pembungkus kondom Sutera dan Tisue berserakan dilantai salah satu kamar mandi / toilet, dan diduga menjadi tempat perbuatan mesum oleh anak-anak muda. Bahkan diatas toilet berwana putih tersebut tampak dengan jelas ceceran cairan yang telah mengering diduga hasil perbuatan mesum.

Rudis Wakil Bupati Minahasa Utara

Kerusakan terparah terdapat pada rumah dinas Wakil Bupati.  Mulai dari pintu masuk utama bangunan, pintunya telah tiada dan selembar daun pintu dibuang disamping rumah.  Hampir semua pintu dalam rungan, bahkan kosen pintu dan jendela telah dicopot.

Perlengkapan toilet dan Kamar mandi dalam kondisi rusak parah, bahkan ada yang telah dicopot dan dihancurkan berkeping-keping diatas lantai. Berbagai tulisan dan coret - coretan didinding bangunan baik Rudis Bupati dan Wakil Bupati menjadi satu pemandangan yang menunjukan sifat vandalisme pelaku-pelaku yang berkunjung ditemapt ini.

Dengan kondisi seperti ini, pemerhati Pemerintahan dan sosial kemasyarakatan Minahsa Utara, Husen Tuahuns, agkat bicara terkait rusaknya asset negara dan telah terjadi pembiaran oleh pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Husen, dengan tegas memintakan agar Bupati, Vonny Aneke Panambunan, harus mempertanggung jawabkan kerusakan fasilitas negara yang telah menghabiskan dana Miliaran Rupiah uang rakyat. "Tujuan dibangunnya Rumah Dinas agar pelayanan pemerintahan kepada masyarakat lebih dekat lagi, tetapi ternyata tidak dimanfaatkan sehingga menjadi sarang mesum dan vandalisme, dan ini sangat memalukan", tegas Husen.

Kalau ada alsan teknis sehingga Rumah Dinas ini tidak bisa digunakan, lalu kenapa dibangun diatas bukit.  Justur yang harus ditelusuri lebih lanjut tentang perencanaan pembangunan ini.  Kalau perencanaannya yang salah, maka diminta KPK untuk turun di Minahasa Utara.  Karena ini sudah jelas-jelas terjadi kongkalingkong dalam perencanaan pembangunannya sehingga terjadi kurugian negara, sembung mantan legislator Minahasa Utara ini.( jansen )
Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya