» » » PEMERINTAH KOTA MANADO DORONG RESTAURANT BERLABEL HALAL

PEMERINTAH KOTA MANADO DORONG RESTAURANT BERLABEL HALAL

Penulis By on Kamis, Agustus 23, 2018 |

Lenda Pelealu, Kadis Pariwisata Kota Manado

METRO MANADO.  Pemerintah Kota Manado dibawah kepemimpinan G.S. Vecky Lumentut lagi gencar - gencarnya memberi dorongan dan membuka  peluang yang seluas-luasnya untuk pengusaha Rumah Makan dan Restoran agar menjadi tempat makan yang telah berlabel Halal dari MUI.

Peluang usaha Restoran dan Rumah makan di Kota Manado bertumbuh bagai jamur dimusim hujan, pasca terbukanya penerbangan langsung dari Cina ke Manado dengan membawah turis asal negara Cina. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Lenda Pelealu, hingga Agustus 2018 ini telah masuk turis manca negara di Kota Manado sebanyak 76 Ribu orang.

Kedepan, rencananya akan dibuka lagi kesempatan bagai turis dari negara-negara Timur Tengah yang akan masuk di Kota Manado.  Maka mulai saat ini harus dipersiapkan Wisata Kuliner yang telah berlabel Halal.

Dalam rapat koordianasi antara para pelaku usaha pariwisata disektor Restoran dan Rumah Makan bersama Dinas Pariwisata Kota Manado di Hotel Aston ( 23/8-2018 ). disaksikan langsung oleh Kepla Dinas Pariwisata Kota Manado, Lenda Pelealu didampingi  Kabid Industri Pariwisata, Jeane Barantian.  Telah ditanda tangani kesepakatan sejumalah Restoran dan Rumah Makan untuk bersedia menjadi Restoran / Rumah makan yang berlabelkan Halal untuk menjadikan Kota Manado sebagai Tujuan Wisata Halal.

Kepada Media ini, Lenda Pelealu, sangat memberi apresiasi kepada pelaku usaha Kuliner yang bekomitmen untuk menjadi Restoran dan Rumah Makan berlabel Halal.  Ini merupakan langkah maju lagi untuk Pariwisata Kota Manado yang siap menerima kedatangan para turis asal negara-negara Timur Tengah.

Walau demikian menurut Lenda, Pemerintah Kota Manado hanya sebatas melakukan himbauan saja, selanjutnya terserah kepada masing-masing pelaku usaha Kuliner,  apakan mau mengambil peluang pasar yang sangat terbuka lebar dan potensinya adalah turis asing asal Timur Tengah atau hanya berpuas diri dengan potensi pasar lokal saja. ( jansen )
Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya