» » » Jual Kendaraan Masi Kredit, Debitur BFI Bitung Mendekam di Bui

Jual Kendaraan Masi Kredit, Debitur BFI Bitung Mendekam di Bui

Penulis By on Senin, Agustus 13, 2018 |

 Kantor BFI Cabang Bitung

METRO BITUNG-Debitur PT BFI Finance Indonesia (BFI Cabang Bitung) inisial YT alias Yansye, warga Kelurahan Manembo-Nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, akhirnya menerima putusan dari majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bitung, Senin (4/6/2018) bulan lalu.


Diketahui, terdakwa Yansye digiring ke Pengadilan Negeri (PN) Bitung, karena tidak menuntaskan tanggung jawab menyetor kendaraan yang biayai oleh BFI Finance dengan total Rp 100Juta. Pasalnya, kendaraan berupa 1 unit mobil Toyota Avanza G 1.3 tersebut yang masih dalam masa angsur, dijual/dialihkan kepada orang lain. Hingga kini, tidak diketahui lagi keberadaannya.


Di sidang perdana dalam keterangan saksi, terdakwa hanya menyetor selama 4 kali angsuran dan angsuran ke 5 sudah tidak melakukan pembayaran.  Kendaraan yang pembiayaannya keluar sejak tanggal 3 mei 2017. Sudah melakukan 4 kali pembayaran, namun memasuki angsuran ke 5 sudah menunggak, sudah kesekian kalinya melakukan penagihan di sertai surat peringatan/somasi hingga 3 kali, namun belum pernah dibayarkan.


"Sudah sering pergi melakukan penagihan. Tapi dari pihak terlapor hanya sampai dijanji dan tidak pernah ditanggapi. Terakhir diketahui ternyata mobil sudah berpindah tangan dan entah berada di mana mobil itu,” tukas Saksi.


Saat diambil keterangan di depan Hakim Ketua, terdakwa mengaku sudah menjual mobilnya. “Memang benar, saya menjual mobil tersebut  dan pernah datang ke Finance untuk alih kontrak namun posisi kantor sudah tutup,” Kata terdakwa.

Hakim ketua kemudian menjelaskan kepada terdakwa, ini sama halnya melakukan penggelapan harusnya terlapor langsung menghadap dan melakukan alih kontrak atau minimal pihak finance sudah mengetahui dan menyetujui alih kontrak tersebut. Dengan demikian hal tersebut melanggar hukum. Terdakwa pun mengaku bersalah atas tindakannya.


Sidang kemudian ditutup dan akan dilanjutkan kembali, Senin (4/7) dengan agenda sidang penuntutan. Secara terpisah Jaksa penuntut umum Ariel yang menangani perkara mengatakan, kasus ini akan berlanjut dalam sidang tuntutan. “Untuk terdakwa, akan kami tuntut pidana di bawah 2 tahun. Karena kasus fidusia dan penggelapan. Namun tetap kita tunggu hasil putusannya,” Katanya.


Pada tahapan sidang putusan,  akhirnya Yansye divonis penjara Delapan bulan dan denda 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga (3) bulan.


“Jadi ibu divonis pidana penjara delapan bulan dengan denda 50 juta dan subsider tiga bulan,” sebut ketua majelis Hakim Nova Salmon, SH.


Sementara itu, Kepala Cabang BFI Finance Cabang Bitung Umar Wiraha Harun mengatakan, kasus ini diharapkan bisa memberikan efek jerah bagi konsumen atau debitur agar mengikuti aturan hukum.


“Proses  ini untuk menimbulkan efek jerah untuk para konsumen atau debitur yang melanggar perjanjian atau menunggak di BFI Finance,” tandasnya sambil berharap, melalui kasus ini kiranya akan ada perubahan secara normatif dalam perilaku konsumen yang tidak taat terhadap hukum, apalagi secara sengaja melakukan penjualan/pengalihan atau penggelapan objek jaminan dalam masa angsur tanpa sepengetahuan pihak finance.


Lanjutnya, BFI sangat menghormati proses yang ada hingga tahapan ini, BFI juga mengapresiasi pihak kepolisian, kejaksaan dan pengadilan yang telah memproses hukum kasus ini," Dengan vonis yang diberikan majelis hakim saya rasa sudah cukup, ini suatu pelajaran buat debitur yang nakal,” Kata Kepala Cabang BFI Finance Cabang Bitung Umar Wiraha kepada sejumlah wartawan. Senin (13/8/2018).


 (Ivan)
Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya