» » » » DITUMPANGKAN TANGAN 7 PENDETA. SIK MENGAKU HANYA INGIN MEMUJI DAN MEMULIAKAN NAMA TUHAN

DITUMPANGKAN TANGAN 7 PENDETA. SIK MENGAKU HANYA INGIN MEMUJI DAN MEMULIAKAN NAMA TUHAN

Penulis By on Selasa, Agustus 28, 2018 |

METRO MANADO-Diundang menghadiri seminar Kepemimpinana, yang digelar Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Narwastu Paal 2 Wilayah 1 Manado. Senin (27/08/2018), Suharto Ishak Kiu Bacaleg No. Urut 2 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Daerah Pemilihan (Dapil) Pal Dua –Tikala diDoakan 7 Pendeta untuk ikut dalam Pileg 2019 mendatang.

Dipimpin  Prof Dr Rev M G Kalalo MM. MTh. Phd. DTh,  selaku Rektor Sekolah Tinggi Theologi Elohim Indonesia (STTEI) dan Universitas Global Mandiri (UGM), ke-7 Pendeta dan para Gembala itu, menumpangkan tangan diatas kepala lelaki yang dikenal dermawan itu, sebagai bentuk pengakuan iman Jemaat untuk mendukung Suharto Ishak Kiu menuju Gedung Tikala.

Suharto yang diberikan kesempatan untuk berbicara dihadapan para Pendeta dan Jemaat, tidak sedikitpun menyentil soal keikutsertaannya di Pileg 2019.
Suharto menjelaskan, bahwa kehadirannya di tempat itu, adalah untuk menghadiri seminar tentang kepemimpinan. Namun ketika ditanya soal keterlibatannya di kanca politik, Suharto menjawab, bahwa mengenai keikutsertaannya di Pileg 2019,
adalah masalah politik yang tidak perlu disampaikan di saat gelaran seminar , karena di gereja adalah tempat beribadah. Tetapi karena diminta untuk menjelaskannya, Suharto tak mampu menahan pertanyaan Jemaat. Diapun mengaku bahwa Jika Tuhan berkenan, maka jika nantinya duduk sebagai Wakil Rakyat, hanya satu tujuannya yakni memuji dan memuliakan nama Tuahn.

”Tujuan saya hanya satu. Memuji dan memuliakan nama Tuhan. Sekaligus menyalurkan milik Tuhan kepada rakyat kota Manado. Saya tidak butuh gajinya, karena apa Tuhan berikan kepada saya, itu sudah sangat berlebihan,”jelas Kiu, seraya menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbicara dihadapan pendeta dan Jemaat, dan langsung kembali ketempat duduknya.

Dari pantauan metroamando, Suharto ketika berbicara dihadapan para pendeta dan Jemaat, hanya berdurasi tidak lebih dari 3 menit.
Kiu yang diwawancarai Wartawan disela-sela jalannya Seminar mengaku, keikutsertaannya sebagai salahsatu bacaleg dari Partai Gerindra, dimaksudkan untuk perjuangkan hak-hak rakyat yang hingga kini belum sepenuhnya dirasakan warga.


Selanjutnya Rektor Sekolah Tinggi Theologi Elohim Indonesia (STTEI) dan Universitas Global Mandiri (UGM) Prof Dr Rev M G Kalalo MM MTh Phd DTh, mengatakan bahwa, saat ini  gereja banyak menghadapi tantangan.
"Mau tidak mau kita akan butuh mereka. Kalau mereka tidak di dalam (DPRD), kita tak ada apa-apa. Tapi kalau orang kita yang duduk di dalam dan apalagi percaya pada Tuhan, yakinlahmaka dia akan membantu. Kita doakan Pak Suharto supaya dia dapat menunaikan janjinya untuk menjadi berkat dan terang didalam kegelapan. Orang yang punya visi dan misi mulia, jakin Tuhan akan menolong dan memberkati.
Suharto kemudian meninggalkan tempat tersebut, karena padatnya undangan Jemaat, termasuk akan memimpin Ibadah di salahsatu Kolom di Jemaat Gmim Dendengan dalam.(jose)



Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya