» » » Aparat Gabungan Bubarkan Aksi Demo di Pertamina Bitung

Aparat Gabungan Bubarkan Aksi Demo di Pertamina Bitung

Penulis By on Selasa, Juni 05, 2018 |


METRO BITUNG-Aksi demo depan Pertamina Bitung, ahli Waris Simon Tudus bersama elemen mahasiswa Sulawesi Utara, LSM, Ormas Waraney berhasil dibubarkan aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP, Selasa (5/6/2018).

Demo digelar erdasarkan pegangan surat perintah eksekusi Pengadilan Negeri Bitung nomor 04/Pen.Pdt.Eks/2008/PN.Btg tertanggal 18 April 2018 atas sebagian lahan di Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Bitung, Ahli waris Simon Tudus, mendesak Pertamina Bitung membayar sewa terlebih khusus dalam kurun waktu 15 tahun belakangan ini karena Pertamina Bitung dituding melalaikan ahli waris yang sah dan dituding memakai tanah mereka tanpa ada itikad baik untuk membayar sewa tersebut.

Terpantau Media ini aksi demo dilakukan sejak pukul 09:00, sejumlah orator secara bergantian meminta Kepala Terminal BBM Bitung untuk hadir di hadapan mereka dan menjelaskan kepastian ganti rugi serta sewa atas lahan milik mereka namun tidak digubris yang menyebabkan massa kemudian terkonsentrasi di depan dua pintu utama.


Salah satu orator masih memberikan waktu sekira 5 menit bagi kepala Terminal BBM agar mau menemui mereka namun sampai batas waktu yang diberikan tidak juga terwujud. Akibatnya massa meringsek memaksa masuk dan berhadapan dengan barikade anggota Polisi, Satpol PP dan Kodim 1310/Bitung.

“Waktu Pertamina Bitung sekarang sudah selesai. Kami ahli waris Simon Tudus yang tergabung pada aksi ini tidak akan mundur satu langkahpun demi memperjuangkan hak kami sebagai ahli waris yang sah. Jika Kepala Terminal BBM tidak keluar, kita yang masuk kedalam,” teriak salah satu orator.

Dorong mendorong, aksi kejar-kejaran oleh petugas terhadap para orator kemudian terjadi dan truk Water Canon milik Polres Bitung masuk di tengah-tengah massa menyemprotkan air untuk membubarkan massa yang kemudian mundur ke salah satu Supermarket di depan terminal BBM.

Sejumlah pendemo akhirnya diamankan dan dinaikan ke mobil-mobil patroli dan diangkut ke Mapolsek Maesa untuk menjalani pemeriksaan namun ada juga beberapa pendemo yang diamankan kembali dilepas setelah diberikan teguran sejumlah pendemo kecewa ada yang mengaku mereka dipukul oleh petugas.


Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting SIK MH,  yang turun langsung dalama pengamanan demo tersebut ketika dikonfirmasi menjelaskan, Ini adalah objek vital dan wajib hukumnya dilindungi.

“Sejak sekira pukul 09.00 pagi mereka sudah melaksanakan pencegatan. Pada saat itu masih ditoleransi namun ketika mereka berusaha untuk masuk serta mendorong petugas terpaksa harus kami ambil tindakan tegas," ujar Kapolres.

Menurut Kapolres aksi demo tidak mengantongi izin namun masi ditolelir kerena awalnya masih berlangsung aman, dijelaskan juga bahwa pihaknya hanya menjaga kepentingan umum dan bukan hanya kepentingan satu usaha namun kepentingan seluruh Sulawesi Utara, "sudah banyak laporan akibat demo yang dilakukan sejak lalu distribusi BBM ke sejumlah wilayah Sulut terhambat hingga daerah Bolmong mulai mengkomplain karena belum ada pasokan BBM," jelas Kapolres.

Aksi demo berhenti pukul 13:30 Wita, Sementara itu, ada puluhan orang diamankan dalam pembubaran aksi itu dan ada juga nenerapa pemuda diamankan di Polres Bitung serta sisanya di Polsek Maesa.

Penulis : Ivan


Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya