» » » Kenakan Pakaian Adat Kabasaran, Istri Walikota Bitung Sering Diajak Berpose

Kenakan Pakaian Adat Kabasaran, Istri Walikota Bitung Sering Diajak Berpose

Penulis By on Kamis, Mei 03, 2018 |




METRO BITUNG-Penyelengaraan pemilihan Komunitas peduli Sungai tingkat Nasional tahun 2018 yang diselengarakan di Hotel Santika Premiere Surabaya pada (3/5) heboh saat kepala sekolah Lingkungan Kota Bitung Khouni Lomban Rawung beserta Wakil Kepala sekolah Sungai memasuki ruangan pemaparan.

20 Peserta yang hadir beserta Juri dan pendamping sontak terkejut dengan tim sekolah Lingkungan ini.
Pasalnya, dua orang Bitung ini menggunakan baju adat Kawasaran untuk pemaparan materi KPS. Belum sampai di pintu ruangan peserta dan pendamping yang mencapai 400 orang ini sebagiannya mencegat untuk foto bersama.

"Dari mana bu, bisa foto bersama?" Ungkap Mutaqim perserta dari Aceh kepada Kepsek Lingkungan. Belum habis Aceh peserta lainya mulai berkumpul minta foto bersama. Ada 30 menit kedua orang ini melayani permintaan foto bersama, nanti pengerah suara saja yang memecahkan kumpul -kumpul selfi di depan ruangan Airlangga tersebut karena pemaparan akan dimulai.

Tak perlu menunggu kebetulan, peserta dari Sekolah Lingkungan Kota Bitung mendapatkan nomor urut pertama dalam pemaparan dan Wawancara dengan juri penguji Prof Dr ing Agus Maryono, Msc, Ir Arung Samudra, Ir Viktor Sidabutar.
45 Menit lamanya, tim Sekolah Lingkungan di Bombardir pertanyaan baik, juri maupun peserta. Syukurlah Kepsek Lingkungan Khouni Lomban Rawung mampu menjawab semua pertanyaan.
Bahkan Pertanyaan, Sidabutar yang sedikit memojokan sang Kepsek mampundi jawabnya dengan baik.


"Sebagai istri walikota, kenapa mau mengurus Lingkungan padahak bisa naik mobil mewah dan duduk2 di dalam rumah," katanya. Dengan kalem, ibu menjawab jika keikutsertaannya menjaga lingkungan karena memang pangilan hati, apalagi nama tengahnya adalah Silva yang berarti Hutan. "Ini sudah menjadi niat saya bahkan sejak lama saya sudah ikut penyelamatan lingkungan," katanya.
Agus Maryono sendiri mengakui dan memuji langkah pemkot Bitung serta sekolah Lingkungan dalam penanganan hemat sampah.

"Ini yang patut ditiru jika perlu sampai pemerintah pusat, bagaimana menghemat sampah plastik," ungkapnya seraya mengatakan jika apa yang dilakukan sekolah sungai perlu lebih ditingkatkan dengan apa yang sudah ada sekarang. ( Ivan)




Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya