» » » » GONIBALA TAK GENTAR DIPTUN, " DIA JUAL -, KITA BELI "

GONIBALA TAK GENTAR DIPTUN, " DIA JUAL -, KITA BELI "

Penulis By on Senin, Mei 07, 2018 |

Dr. Hj. Rukmina Gonibala, M.Si. , Rektor IAIN Manado
METRO MANADO.   Perseteruan antara Rektor IAIN Manado Dr. Rukmina Gonibala dengan Dr. Muhamad Idris  ( Dekan  Fak. Tarbiyah Ilmu Keguruan), semakin memanas saja dan saling adu nyali dalam menghadapi proses gugatan di PTUN dengan Perkara No. 8/G/2018.  Gonibala nyatakan tidak takut dengan gugatan terhadap dirinya, atas dikeluarkannya SK No. R206/In-25/KP.04.2.03/2018  Tertanggal 12 Maret 2018 Tentang Pemberhentian Muhamad Idris sebagai dekan.

Bahkan Rukmina Gonibala, secara tegas menyatakan akan maju terus hingga proses persidangan tanpa gentar sedikitpun  " Dia Jula, Kita Beli ",  sebut Gonibala.  Sebelum mengambil keputusan untuk mengeksekusi pemberhentian dari Dr. Muhamad Idris selaku dekan, pihaknya telah mempertimbangkan secara matang sesuai dengan prosedur aturan yang ada,  baik berdasarkan Rekomendasi Irjen Kementrian Agama, Surat Pernyataan Sikap dari Dosen dan berdasarkan Statuta dari IAIN Manado.

Dalam Statuta IAIN Manado, memberi kewenangan kepada Rektor untuk Mengangkat dan Memberhentikan Pejabat lingkup IAIN Manado sesuai dengan kondikte yang bersangkutan.  Terkait dengan permasalahan dari Dr. Muhamad Idris, ada beberapa hal yang sangat prinsip terkait Tupoksi yang bersangkutan yang dinilai tidak cakap sebagai pimpinan di satu Fakultas,

Penilaian terhadap kemampuan Managerial dalam membuat Planing hingga tahapan Implementasi dan Pengawasan keseluruhan dari program Fakultas,  ternyata tidak mampu menjabarkannya atau dipresentasikan oleh bersangkutan dihadapan BAN - PT.  Sehingga dinilai tidak cakap dalam bidang tugas yang dipimpinya, jelas Gonibala.  Bahkan karakter dan kepribadiannya dianggap bermasalah, hingga terjadi pemukulan terhadap salah satu Pembantu Dekan dan telah dilaporkan dan diproses pihak Polsek Tikala.

Bahkan keputusan eksekusi terahdap bersangkutan dilakukan stelah mendapat Rekom yang ke Tiga kalinya oleh Inspektur Jendral Kementrian Agama RI,  setelah pihak Irjen melakukan pemeriksaan dilapangan dan melakukan cek & ricek kepada sejumlah sumber dilingkup IAIN Manado.

Secara internal organisasi IAIN, diakui Gonibala, telah Empat kali memberi peringatan secara tertulis kepada Dr. Muhamad Idris,  terkait kinerja dan karakter selaku pemimpin dan pendidik.  Namun  tidak ada perubahan.  Atau dengan kata lain tidak mau lagi bekerja sama dengan atasannya, sebagai satu bentuk komitmen hubungan kerja anatara Pimpinan dan Bawahannya, tutup Gonibala,  dalam perbincangan yang penuh kearaban di ruang kerjanya ( 7/5-2018). ( jansen )




Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya