» » » » DISPAR SEGEL DISKOTIK ALTITUDE, DJAROT DAN KARAOKE MILLENIUM

DISPAR SEGEL DISKOTIK ALTITUDE, DJAROT DAN KARAOKE MILLENIUM

Penulis By on Minggu, Mei 27, 2018 |

ALTITUDE DISEGEL
METRO MANADO-Menindaklanjuti Surat Edaran, dari Pemerintah lewat Dinas Pariwisata (DISPAR) Kota Manado no.D.13/PAR/267/2018, tentang pemberlakuan Jam Oprasional bagi tempat hiburan saat bulan puasa ramadhan di Manado, maka Dinas Pariwisata bersama, pihak Kepolisian, Sat-Pol-PP dan Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Masyarakat Pintar dan Taat Aturan (GEMPITA) serta  sejumlah wartawa, melakukan Inspeksi mendadak ke sejumlah tempat hiburan malam, Sabtu (27/05/2018) dengan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu di kantor Dinas Pariwisata dikawasan Megamas Manado.


MANAGER ALTITUDE TOLAK TANDATANGAN BERITA ACARA
Setelah menggelar rapat kurang lebih satu jam, Tim Gabungan menuju sejumlah tempat pijat (SPA) yang ada di Manado. Namun tim gabungan yang pimpin langsung Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Manado Jein Barantian, SE, M.Si. tidak menemukan satupun tempat pijat dan SPA yang beroprasi.

MILLENIUM KARAOKE DISEGEL

Tepat Pukul 13.00, Tim Gabungan langsung menuju Millenium Café di Kelurahan Bumi Beringin. Tiba di tempat tersebut, Tim Gabungan mendapati VIP Karaoke yang masih beroprasi. Setelah menjelaskan kedatanga Tim Sidak kepada Manager ditempat itu, Dinas Pariwisata langsung memerintahkan Sat-Pol-PP untuk menyegel tempat tersebut.

DJAROT CAFE DISEGEL 
Tim kemudia menuju Corner Club. Hanya saja salahsatu tempat hibunran terbesar di Manado itu, tidak beroprasi karena taat terhadap Surat Edaran Pemrintah Kota Manado.

Tim kemudian melanjutkan Sidak ke Kawasan Megamas. Saat memasuki kawasan megamas, Tim mendapati Café Djarot yang masih beroprasi dan dipenuhi puluhan pengunjung.

Namun demikian Dinas Pariwisata hanya memberikan teguran.”Ini sudah Pukul 13.50. Artinya tempat hiburan ini sudah melanggar surat edaran. Saya berikan kesempatan 10 menit untuk segera menutup tempat ini,”kata Barantian kepada Manager Djarot. Hanya saja teguran itu tidak dihiraukan pengelolah, sehingga Barantian memerintahkan Sat-Pol-PP untuk menyegel tempat tersebut.

Selanjutnya, Tim menuju Altitude Café yang tidak jauh dari tempat di. Ketika Tim tiba ditempat tersebut, lampu bagian depan café tersebut sudah di matikan. Tim kemudian minta untuk melihat langsung apakah benar Altitude Café yang terletak di lantia 3, benar-benar sudah tidak ada aktifitas. Setibanya dilantai 3 dimana Altitude beroprasi, Tim melihat tidak ada aktifitas, meskipun masih ada sekitar 30-an pengunjung yang sedang menghabiskan minuman mereka.

Ironisnya ketaika Tim sedang berkomunikasi dengan Manager Café, tiba-tiba terlihat ada orderan minuman disalahsatu Table, sehingga dapat dipastikan, bahwa oprasional Altitude belum berhenti.”Pak katanya sebelum Pukul 00.30 tidak ada order lagi. Nah..itu ada table yang baru memesan Minuman?,”kata Barantian kepada pengelolah.
Hal itu akhirnya tak dapat dibantah lagi, sehingga Altitude Café diperintahkan untuk disegel. Parahnya, sang Manager menolak untuk menandatangani berita acara penyegelan.”Ga apa apa. Kalau ga mau tandatangan. Saya ingatkan untuk tidak beroprasi selama tempat ini disegel,”tegas Barantian yang langsung memerintahkan seluruh Tim untuk meninggalkan tempat tersebut.

Setelah itu Tim gabubngan Sidak kembali ke Kantor Dinas Pariwista untuk beristirahat dan membubarkan diri.
Menurut rencana, Tim Gabungan akan kembali melakukan Sidak dalam waktu dekat, selama bulan puasa berjalan.

Diketahui, Sidak yang dilakukan Tim Gabungan yang dipimpin Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Manado Jein Barantian, SE, M.Si. dan Kadis Perhubungan M Sofyan selaku Tim pengarah Gempita itu, Sidak dillakukan dalam rangka untuk menghormati umat muslim yang sedang melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri1439.H.

Berdasasarkan pasal 39 ayat 4 dan pasal 40 Peraturan Daerah Kota Manado No. 2 tahun 2015 tentang penyelenggaraan kepariwisataan, menyatakan bahwa pembatasan jam dan penutupan oprasional usaha pariwisarta pada hari-hari besar keagamaan.
Didalam surat edaran yang sudah disebar di semua tempat hiburan malam berbunyi, Café dan Bar, Karaoke, SPA, tempat pijat, Pub Malam/Diskotik, ditutup mulai tanggal 14 hingga 16 Mei 2018.
Setelah itu tempat hiburan malam dapat dibuka kembali pada tanggal 17 Mei dengan pembatasan waktu jam oprasional sebagai berikut.
Untuk usaha hiburan malam Pub, Diskotik, Café dan Bar dapat beroprasi hingga Pukul 01.00. kemudian untuk Karaoke sampai Pukul 23.00 dan untuk tempat pijat/SPA sampai Pukul 20.00 Wita.
Dan jika para pengelolah melanggar Surat edaran tersebut, akan dikenakan sanksi pembekuan dan atau penutupan sementara tempat usaha tersebut.(jose).



Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya