» » » PAWAI PASKAH REMAJA GMIM BERAKHIR DI PANTAI FIRDAUS KEMA

PAWAI PASKAH REMAJA GMIM BERAKHIR DI PANTAI FIRDAUS KEMA

Penulis By on Sabtu, April 07, 2018 |

Paskah Remaja Sinode GMIM

METRO MINUT -  Prosesi Pawai Paskah Remaja Tingkat Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa  ( GMIM ) yang diikuti 75 Ribu kaum remaja, membanjiri Pantai Firdaus Desa Kema Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa, ( 7/4-2018 ),  datang dari seluruh remaja Gereja GMIM yang ada ditanah Toar - Lumimuut.

Prosesi Pawai Paska Remaja mengambil start di Lapangan Desa Tontalete Kecamatan Kauditan yang diawali dengan ibadah agung, kemudian menuju Pantai Firdaus Desa Kema yang mengakibatkan jalur jalan Kema - Kauditan macet total ditutupi masa peserta pawai berkisar di angaka 75 Ribu orang sesuai lapaoram panitia pelaksana.

Diantara peserta pawai, adegan anak-anak remaja dari wilayah Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan, mendapat perhatian warga yang menyaksikan atraksi mereka,  karena ada 4 remaja yang rela dicambuk dengan menggunakan cambuk untuk sapi pada badan mereka  tanpa menggunakan pakaian atau pelindung.

Adegan ini benar-benar dilakoni mereka untuk merasakan bagai mana penderitaan yang dirasakan Jesus Kristus saat disalibkan di Bukit Golgota.  Dia dicambuk, hingga mengeluarkan darah dan rela mati untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

dr. Michaela Paruntu selaku Ketua Pelayanan Remaja Sinode GMIM, menyampaikan peromohnan maaf kepada masyarakat di Desa Kema dan warga pengguna jalan karena Pawai Paskah Remaja telah memacetkan jalan utama yang ada di desa Kema dan sekitarnya.

Lanjut Micha sapaan akrambnya, kepada adik-adik remaja yang telah mengambil bagian dalam prosesi Paskah ini diharapkan dapat menjadi teladan dimasyarakat dan dalam keluarga sebagai mana teladan Kristus yang ditunjukkan selama didunia ini hingga mati dikayu salib.  Terima kasih untuk semua yang telah berpartisipasi sehingga suksesnya pawai paskah ini, sambil berharap kedepan akan lebih baik lagi dalam pelaksanaanya.

Ketua Panitia Paskah Remaja 2018, Melky Pangemanan, mengakui ada peserta yang mengalami keleleahan setelah prosesi pawai paskah sehingga ada yang harus dirawat di Puskesmas dan RS terdekat.  Hal seperti ini biasa terjadi pada setiap pawai besar seperti ini.  Terpantau di Puskesmas Desa Kema ada sekira 30 - 40 orang yang dirawat, di RS Hermina Lembean yang terdaftar baru 60 -an orang hingga Pukul 9'30 ( malam ), dan di RS Maria Walanda Maramis 11 orang. ( jansen )


Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya