» » » MINUT KEHILANGAN 70 % SAWAH AKIBAT PEMBOBOLAN IRIGASI TALAWAAN

MINUT KEHILANGAN 70 % SAWAH AKIBAT PEMBOBOLAN IRIGASI TALAWAAN

Penulis By on Selasa, Maret 27, 2018 |

Gambar ilustrisi Saluran Irigasi 
METRO MINUT -  Sungguh sangat prihatin dengan kondisi persawahan yang ada disepanjang Saluran Irigasi Talawaan - Meras Kabupaten Minahasa Utara, terancam punah akibat perbuatan segelintir orang yang tidak bertanggung jawab akibat pembobolan Saluran Irigasi Primer.

Irigasi Talawaan memiliki sejarah panjang yang telah berumur 106 Tahun semenjak dibuat oleh pemerintahan Belanda pada Tahun 1912, sebagai penyuplai air untuk 1.037 ha. sawah saat itu.  Namun kondisi saat ini,  benar-benar sangat memprihatinkan akibat dari pembobolan dan pencurian air  langsung dari Saluran Irigasi  Primer oleh mereka yang hanya mementingkan diri sendiri.

Dari hasil penelitian Fakultas Pertanian Unsrat ( 2015 ) diperloleh data,  saat ini luas sawah yang ada disepajang jangkauan Irigasi Talawaan - Meras tinggal tersisah 325,36 ha dari luasan awal 1.037 ha. yang mencakup 5 Desa,  yaitu : Desa Kolongan, Talawaan, Tumbohon, Mapanget dan Desa Winetin. Dengan kata lain telah 70 % luasan sawah yang hilang atau sekira 711,64 ha.

Kehilangan luasan sawah ini antara lain diakibatkan dari berkurangnyan pasokan air sebesar 0,294 M3 /detik dari Total pasokan awal 3,985 M3/detik.  Dampak lanjutnya,  terjadi kekeringan disebagian areal sawah,  sehingga lokasi yang tidak terjangkau air  irigasi ini beralih fungsi menjadi permukiman penduduk dan kebutuhan lain diluar pesawahan.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PU Propinsi Sulut, Ir. Alex Imanuel Watimena, saat ditemui diruang kerjanya, mengakui adanya pengambilan air secara ilegal oleh masyarakat di Desa Talawaan tanpa melalui pintu-pintu air yang tersedia, dengan cara membobol Jaringan Irigasi Primer untuk kepentingan usaha peternakan mereka.

Watimena menambahkan, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk memeriksa laporan masyarakat tentang adanya pengrusakan Jaringan Irigasi Primer,  dan telah berkoordinasi dengan pemerintah Desa Talawaan.  Bahkan telah menindak lanjuti lewat surat resmi ke pemerintah desa.  Namun hingga saat ini belum ada laporan tindak lanjut dari pemerintah desa setempat, jelas mantan kadis PU Kota Bitung ini.

Kepala Desa Talawaan, Christian Umboh, mengakui telah menerima surat dari Bidang SDA PU Propinsi Sulut,  terkait pembobolan Saluran Irigasi Primer yang ada didesanya.  Namun pihaknya tidak memiliki kewenangan melakukan penindakan,  karena Saluran Irigasi Primer merupakan kewenangan Pemerintah Propinsi yang berhak menindak warga yang didapati merusak atau melakukan pencurian air.

"Sebagai pemerintah desa, pihaknya besedia memfasilitasi warganya untuk dilakukan pertemuan dengan pihak PU Propinsi, kapan saja". Jelas Umboh.  Ditambahkannya, ada 3 orang  warganya yang diindikasikan melakukan pembobolan Saluran Irigasi Primer dan mengaliri airnya langsung ke tempat usahanya. Diantara mereka ada sebagai mantan pejabat pemerintah, mantan hukum tua dan bahkan ada yang berstatus sebagai Pendeta, tutup Christian. ( jansen ).




Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya