» » » » » INI RESES PERTAMA TAHUN 2018 WAKIL KETUA DPRD MANADO RICHRAD SUALANG

INI RESES PERTAMA TAHUN 2018 WAKIL KETUA DPRD MANADO RICHRAD SUALANG

Penulis By on Rabu, Maret 28, 2018 |


METRO MANADO-Sebagaimana diatur lewat Peraturan Menteri RI No 16 tahun 2010 tentang pedoman penyusunan peraturan daerah tentang tata tertib pasal 64: 6, dimana setiap Anggota DPRD harus menyerap aspirasi warga di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Itu sebabnya Wakil Ketua DPRD Kota Manado, dr Richard Sualang menggelar Reses pertamanya di tahun 2018 bertempat kelurahan Malalayang 1 Barat Kecamatan Malalayang Manado, dan dihadiri oleh Lurah Malalayang Barat Octavianus Barahama, sejumlah ASN serta ratusan warga yang datang dari berbagai tempat di Kecamatan Malalayang.

Direses tersebut masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi tetapi juga saran kepada Politisi Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) itu.
Aspirasi yang disampaikan warga diantaranya, penerangan lampu jalan, keberadaan taksi online, status UC, tebangan pohon serta berbagai aspirasi yang menyangkut kenyamanan warga dalam aktifitasnya sehari-hari.
Mekanisme Tanya jawab yang dilaksanakan dalam reses tersebut yakni, memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan aspirasi dalam satu sesi dan mengakomodir 5 penanya yang kemudian dijawab sekaligus dalam satu sesi.


Menanggapi berbagai aspirasi warga, Putra mantan Wakil Gubernur itu menjelaskan, bahwa semua yang disampaikan warga, akan menjadi prioritas untuk direalisasikan pada  tahun anggaran berjalan, sementara yang belum terealisasi akan diupayakan pada Anggaran perubahan.
Dijelaskan Sualang, menyangkut taksi Online peraturan bakunya sedang dalam kajian oleh pemerintah.” Jadi mengenai peraturan taxi online sudah ada peraturan dari kementerian. Namun sebagaimana disampaikan Gubernur, hal itu masih dilakukan kajian, dengan tidak menabrak aturan yang sudah diturunkan oleh Kementerian. Kita masih menunggu kata Sualang (Selasa (27/03/2018) ketika menjawab aspirasi warga.
Sementara itu, mengenai adanya taksi gelap yang mangkal di jalan Wolter Monginsidi akan disampaikan kepada Dins Perhubungan, mengingat keberadaan taksi gelap, berpotensi menambah kemacetan di ruas jalan tersbeut.
Sementara untuk program kesehatan yakni UC, tidak bisa diberlakukan lagi mengingat adanya BPJS yang merupakan program kesehatan Pemerintah pusat. Hanya saja, DPRD kota Manado melakukan terobosan dengan menganggarkan pembayaran iuran BPJS bagi masyarakat ekonomi lemah sebanyak 25.000 orang.”Jadi kami sudah berupaya membantu masyarakat yang tergolong miskin, dengan membantu pembayaran iuran ke BPJS, meskipun masih sebatas 25.000 warga miskin,”terang Sualang.


Dibagian lain, keluhan warga soal lampu jalan serta penebangan pohon, tetap akan menjadi skala prioritas untuk disampaikan kepada Perangkat Dearah (PD ) terkait.
Sualang juga mengaku, bahwa untuk membantu warga kurang mampu, pihaknya bersama teman-teman di DPRD Manado akan berupaya untuk menganggarkan dana tindakan darurat lewat APBD-P.”Artinya jika ada masyarakat yang mengalami kecelakaan dapat langsung diberikan perawatan oleh pihak rumah sakit dengan menggunakan dana pemerintah. Dan penganggaran tersebut akan kami libatkan seluruh Rumah Sakit yang ada di Manado.”Wajar jika kita memberikan perlindungan kesehatan bagi warga kota Manado, karena pertolongan pertama adalah hal yang darurat,”tandas Sualang, seraya meminta jika masih ada aspirasi yang akan disampaikan diharapkan disampaikan secara tertulis dan diserahkan kepada staff Komisi, tetapi juga bisa langsung ke Sekretariat DPRD Manado. Reses diakhiri dengan jamuaan kasih bersama yang ditutup dengan Doa serta penampilan paduan suara Pemuda Gmim EL’Manibang.(jose)

Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya