» » » DAMPAK PEMBANGUNAN BOELEVARD DUA DIPERTANYAKAN DALAM RESES VANDA PINONTOAN

DAMPAK PEMBANGUNAN BOELEVARD DUA DIPERTANYAKAN DALAM RESES VANDA PINONTOAN

Penulis By on Rabu, Maret 28, 2018 |

METRO MANADO-Anggota Komisi D DPRD Manado Vanda Pinontoan menggelar masa resesnya yang pertama di tahun 2018, bertempat di Kelurahan Tumumpa 2 Lingkungan 1 Kecamatan Tuminting, Rabu (28/03/2018) dan dihadiri oleh Camat Tuminting petangkat kelurahan, lingkungan serta ASN di lingkup Sekretariat DPRD Kota Manado.
Dalam reses tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan warga diantaranya, perbaikan saluran air, penerangan jalan, rastra atau beras pra sejahtera serta perbaikan berbagai infrastruktur lainnya.
Menjawab aspirasi warga, Politisi partai Demokrat ini menerangkan, bahwa semua aspirasi yang disampaikan warga adalah kewenangan pemerintah untuk memperbaikinya, namun begitu, sebagai Wakil rakyat, sudah menjadi tugas kami untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan warga terkait infrastruktur, pendidkikan dan masalah sosial lainnya.


“Masih banyak masalah infrastruktur yang perlu adanya perbaikan, termasuk, perbaikan saluran air, maslaah nelayan serta Raskin yang kini telah berganti nama Rastra. Ini tentu akan menjadi prioritas saya untuk diperjuangkan lewat lembaga DPRD,”jelas Pinontoan.
Diapun menunjuk Camat  Tuminting Danny Kumajas yang hadir dalam reses tersebut.”Ini ada Pak Camat. Semua keluhan warga sudah didengar langsung oleh pemerintah. Kehadiran Pak Camat ditempat ini mewakili Walikota. Itu sebabnya warga harus meyakini, bahwa pemerintah sudah mendengar langsung semua yang menjadi kebutuhan warga yang hadir dalam bangsal reses ini,”ujar Pinontoan.

Diapun berjanji akan bersama Fraksi Demokrat untuk mengawal aspirasi warga.”Saya berjanji untuk mengawal aspirasi yang sudah disampaikan. Banyak yang sudah saya dengar. Termasuk masalah dampak dari pembangunan Boelevard Dua,”tambahnya.
Dikesempatan itu, Camat Tuminting Danny Kumajas menjelaskan, bahwa aspirasi yang disampaikan warga sudah dicatat dan akan disampaikan kepada Walikota. Namun demikian kata Kumajas, pihakhaknya juga meminta agar warga juga mentaati peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah, semisal membangun di atas selokan serta penjabaran perda no. 7 tentang kebersihan.

Mengenai penarangan lampu jalan kata Kuajas, hal itu adalah kewajiban Kepala Lingkungan untuk memasukan proposal, guna mendapatkan bantuan penambahan penerangan lampu jalan.”Jadi ada mekanisme yang harus dilewati untuk mendapatkan semua aspirasi warga. Peran Lurah dan kepala lingkungan tentu sangat dibutuhkan dalam rangka menjawab semua permintaan warga,”tandas Kumajas. Reses yang dihadiri ratusan warga itu, diakhiri dengan santap kasih bersama.(jose)



Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya