» » » » » » ASTAGA!!!!!!! LIMA GADIS DIPERKOSAH TUKANG OJEK BITUNG

ASTAGA!!!!!!! LIMA GADIS DIPERKOSAH TUKANG OJEK BITUNG

Penulis By on Jumat, Agustus 11, 2017 |




METRO BITUNG –Terkait kasus pencurian telepon genggam disertai pencabulan dan penikaman dengan menggunakan senjata tajam terjadap seorang wanita sebut saja Melati (26) warga girian yang bekerja di salah satu hiburan malam (Pub) di Kota Bitung, tempat kejadian perkara (TKP) di jalan belakang dekat Rumah Sakit RSUD Bitung, Manembo-nembo, 23 Juli 2017 lalu. AS alias Andreas (26) (tersangka) tukang ojek, warga Bitung Barat 2, Kelurahan Kolombo Kecamatan Maesa ternyata  pejahat seks,  yang selama ini berkeliaran memperkosa sejumlah penumpang wanita di kota Bitung.

Hal ini terungkap setelah petugas Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Kota Bitung secara maraton melakukan interogasi terhadap tersangka, tak lama setelah ia dibekuk.

“Cabulnya hebat. Para perempuan dibawa ke kuburan, diperkosa sambil direkam. Bukan cuma satu korbannya,  ternyata ada banyak”, ungkap Kapolresta Bitung, AKBP. Philemon Ginting,SIK, MH, Kamis sore (10/8/2017).

Kapolres mengaku sempat tercengang setelah mengetahui tukang ojek yang biasanya mangkal di sekitar pasar Winenet kecamatan Aertembaga ini,  ternyata sudah sering ‘bergentayangan’ melakukan tindakan cabul dan perkosaan terhadap para wanita.

Hampir semua penumpang perempuan muda yang ditemui di jalan,  ia bawa lari ke kuburan, dibawah ancaman pisau terpaksa para korban harus melayani nafsu bejatnya,"Saya melakukanya,  satu di kuburan Girian dan satu lagi di Madidir. Dua orang saya perkosa sambil direkam (pakai HP), yang lain tidak. Jadi ada lima orang", katanya  sesaat akan dimasukkan ke dalam ruang tahanan di Polres Bitung.

Modus yang dilakukan lelaki beranak 3 ini,  adalah pura-pura bersedia mengantar para korban sesuai tempat yang mereka pesan sebelum naik ojeknya. Namun dalam perjalanan, tersangka justru mengarahkan korban ke sebuah pekuburan umum, dan langsung menodong korban dengan sebilah pisau yang selalu ia bawa di pinggangnya.

Semua korban diperkosa saat malam hari. Sejumlah korban ketakutan dan malu, sehingga enggan melapor. Apalagi wajah korban sengaja direkam tersangka saat menggagahi mereka.

Polisi juga baru mengetahui ada banyak korban pencabulan dan perkosaan, setelah tersangka keceplosan bicara saat diinterogasi, serta adanya dua laporan kasus cabul lain. “Ternyata dia ini pelakunya. Ia juga mengancam para korban agar jangan macam-macam nanti ia sebarkan gambar video mereka. Kurang ajarnya, ada korban yang masih diundang lagi melakukan percabulan”, kata Kapolres dengan nada geram.

Kapolres juga mengaku terkejut setelah mendengar pengakuan tersangka yang akhirnya mengatakan sudah 5 wanita ia perkosa. “Bukan main ternyata ada banyak wanita yang ia cabuli. Beruntung dia sudah kami tangkap”, ujar Kapolres.

Jika tidak tertangkap dalam kasus sebelumnya, dikhawatirkan tersangka terus berkeliaran seperti penjahat seks dan akan lebih banyak wanita di kota Bitung menjadi korban.

Anehnya meski sudah banyak korban ia perkosa, tersangka mengaku ia tidak pernah merencanakan akan memperkosa para penumpang wanita. Menurut dia, nafsu bejatnya timbul hanya akibat meneguk minuman keras. “Kita kwa (saya hanya)  melakukan itu karena sudah mabuk”, ujar tersangka yang kini istrinya sedang hamil sekitar 7 bulan.

Ia juga membantah timbul niat memperkosa wanita, karena sering menonton film cabul. “Nyanda pak, cuma karena kita sudah ta lebe minum (tidak pak.  Itu muncul karena saya sudah kelebihan mengkonsumsi minuman keras)”, tuturnya.

Ketika disebutkan kemungkinan masih ada banyak wanita lain yang akan datang melapor diperkosa, Andreas sempat kaget dan terdiam sejenak,  namun ia membantahnya. “Kurang tahu itu pak, kita so mangaku samua (saya sudah mengaku semua).  Iyo pak so ada di BAP samua (Iya pak sudah ada di dalam BAP semua)”, katanya dengan mata menerawang.

Tersangka berperawakan sedang ini di hadapan Kapolres,  juga mengaku salah dan sudah insyaf. ”Saya insyaf dan salah pak”, ujarnya dengan nada menyesal

Akibat perbuatan tersangka As alias Andreas, polisi menjeratnya dengan pasal pidana berlapis antara lain pasal 362 dan 365 KUHP (pencurian dengan kekerasan) ancaman hukuman 12 tahun penjara serta pasal 285 (perkosaan) juga ancaman 12 tahun penjara.(Ivan)
Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya