» » WOW,,,,TUNGGAKAN LISTRIK PEMKAB MINSEL CAPAI 5.9 MILIAR. PLN BANTAH DISEBUT PILIH KASIH

WOW,,,,TUNGGAKAN LISTRIK PEMKAB MINSEL CAPAI 5.9 MILIAR. PLN BANTAH DISEBUT PILIH KASIH

Penulis By on Jumat, Januari 13, 2017 |

METRO AMURANG-Ironis memang jika mendengar adanya tunggakan pembayaran listrik dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang mencapai angka Rp.5,9 milliar, dan tidak dilakukan sanksi tegas atau pemutusan aliran listrik. Itu karena angka tersebut terbilang fantastis, smentara jika warga menunggak rautsan atau puluhan ribu rupiah, maka arogansi PLN munsul, dengan melakukan pemutusan ambungan aliran listrik.
Jika demikian, maka masyarakat tentu akan menuding PLN pilih kasih dalam menerapkan aturan.”Tidak boleh pilih kasih. Siapapun yang melanggar hartus diberi sanksi tegas,”kata salahsatu warga yang mengetahui pemkab minsel menunggak pembayran rekening listrik ke PLN hingga miliaran rupiah.
Menurut salah satu toko masyarakat Amurang Fendy Kalalo Kamis (12-1-2017) mengatakan, jika PLN ranting Amurang bersikap seperti itu, maka kami menganggap, bahwa PLN tidak mengedepankan asas keadilan kepada masyarakat menenggah kebawah.
“Saya secara pribadi sangat menyesal kalau pihak PLN sudah pilih kasih dalam pemutusan serta pencabutan meter listrik, seharusnya Pemerintah harus disamakan dengan masyarakat kelas menenggah kebawah. Jangan ada perbedaan,”ujarnya, seperti dikutip salahsatu media lokal.
Sementara itu, PLN ranting Amurang Giofani, mengaku telah melayangkan surat teguran pertama, kedua dan ketiga, terkait tunggakan pembayaran rekening listrik kepada pihak Pemkab Minsel.”Artinya kami sudah melaksankan prosudur terkait penungak rekening listrik. Termasuk kepada Pemkab Minsel,”kata Giofani
Dia kemudian menjelaskan, jika tunggakan pembayaran rekening listrik Pemkab Minsel bukan di rumah pribadi, tetapi penggunaan listrik lewat penerangan jalan umum. Itu sebabnya, kita tidak mungkin serta merta melakukan pemutusan.
“Perlu diketahui bagi kita masyarakat mampu membedakan mana fasilitas umum dan mana pribadi, memang saat ini Pemkab Minsel mempunyai hutang 5,9 milyar ke PLN. Tetapi itukan menyangkut fasilitas umum kalau pribadi itu bedah,”tegasnya. Dia juga menambahkan, kalau di SKPD melakukan tunggakan pasti PLN langsung mengadakan pemutusan.  “Tetapi inikan tentang fasilitas umum, yang tidak mudah kami langsung mengadakan tindakan pemutusan. Saya berharap masyarakat bisa mampu untuk menilainya, karena kalau masalah tunggakan yang pribadi tak ada perbedaan. Tetapi ini kasihan persoalannya fasilitas umum yang Pemkab Minsel yang tanggung semua pembayarannya”. Pungkasnya. (k/maykel senduk)

Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya