» » KETUA KOMISI D APRIANO SAERANG RESES DI KELURAHAN MANIBANG KECAMATAN MALALAYANG

KETUA KOMISI D APRIANO SAERANG RESES DI KELURAHAN MANIBANG KECAMATAN MALALAYANG

Penulis By on Sabtu, Desember 03, 2016 |

METRO MANADO-Ketua Komisi D DPRD Manado Apriano Saerang ST,  Jumat, (03/12/2016) menggelar reses ke III Daerah Pemilihan (Dapil) Sario-Malalayang, tepatnya di Kelurahan Manibang Lingkungan III, Kecamatan Malalayang.
Reses tersebut dibuka dengan sambutan Apriano Saerang sekaligus menjelaskan soal kedatangannya di tempat tersebut. Dikatakan saerang, sebagaimana amanat Peraturan Menteri RI No 16 tahun 2010 tentang pedoman penyusunan peraturan daerah tentang tata tertib pasal 64: 6, dimana setiap Anggota DPRD harus menyerap aspirasi warga di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing tiga kali dalam satu tahun. Ini berarti pemerintah terus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasinya lewat Anggota DPRD melalui reses.”Kehadiran saya ditempat ini adalah wajib, karena diperitahkan oleh aturan, sehingga aspirasi masyarakat dapat disampaikan untuk ditindaklanjuti,”kata Politisi partai Gerindra Manado ini. Warga menyambut baoik penyampaian Saerang, bahkan setelah itu sejumlah aspirasi dilontarkan oleh warga. Berbagai aspirasi terkait infrastruktur seperti drainase, penerangan jalan, pendidikan, kesehatan sampai pada penyaluran dana banjir masih menjadi topik penting dalam reses tersebut.
Salah-satu warga yang sekaligus pengusaha tempat Foto Copi menanyakan soal surat yang dialyangkan pihak pemerintah kecamatan, guna membongkar tempat usahanya. Padahal tempat usahanya itu sudah di bangun permanen. Dia juga mengatakan, bahwa tempat itu disewa dan belum habis masa kontraknya.
Sebagian warga juga ada yang mempertanyakan soal tumpukan sampah di wilayah manibang. Tumpukan sampah tersebut kata warga  sudah sangat mengganggu, karena setiap kali melewati tempat tersebut, menimbulkan bau menyengat.

Semua aspirasi yang disampaikan warga kemudian ditanggapi Apriano Saerang. Dari pantauan wartawan, tidak ada satupun aspirasi warga yang tidak dijawabnya. Tetapi yang menjadi perhatian serius adalah bangunan usaha foto copy. Menurut Saerang, jika membangun tempat usaha harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan harus ada jaminan dari pemilik lahan. “Mengenai sewa menyewa tempat usaha harus punya surat resmi atau bukti, karena tidak mungkin bangunan semi permanen ada IMB, apalagi sekarang memang pemerintah sedang gencarnya lakukan penertiban bangunan, hal itu terkait estetika kota dan RTH, tambah lagi tidak bisa berjualan di trotoar, dan itu sesuai dengan aturan,” kata  Ade sapaan akrab Apriano Saerang.

Meski begitu, Ade berjanji akan memanggil hearing pihak kecamatan, agar nantinya ada kebijakan soal bangunan tersebut. “Menghadapi hari besar Natal tidak elok lah kalau usaha kecil warga itu mau dibongkar, minimal akan dimintakan kebijakan dari pihak eksekutif,” tandas Saerang.(jose)
Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya