» » » MASYARAKAT SULUT DI IMBAU WASPADA CUACA EKSTRIM

MASYARAKAT SULUT DI IMBAU WASPADA CUACA EKSTRIM

Penulis By on Sabtu, Oktober 22, 2016 |

METRO MANADO-Seminggu terakhir ini, Sulawesi Utara dilanda hujan yang intensitasnya cukup tinggi. Itu sebabnya pemerintah propinsi Sulut melalui Gubernur  Sulut Olly Dondokambey SE, menghimbau kepada selururuh masyarakat untuk waspada dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu, yakni bancana banjir dan tanah longsor. Hal ini diperjelas dengan dikeluarkan peringatan dini oleh pihak BMKG Manado pada Jumat (21/10/2016), dimana Sulut setiapharinya berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di-Empat wilayah Kabupaten Kota diantaranya, Kota Manado, Tomohon, Kabupaten Minahasa (Tondano), Minahasa Selatan dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang berlangsung sejak pukul 12.30 Wita dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 14.30 Wita. Maka Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE mengimbau agar masyarakat mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang berintensitas angin kencang disertai petir yang sedang melanda daerah Sulut. Hal itu dimaksudkan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Olly menyebutkan di musim penghujan yang masih terus melanda daerah kita telah menimbulkan banjir lokal (genangan air) di beberapa titik di dalam Kota Manado seperti depan  Megamall, Kelurahan Banjer dan Ringroad 1. BMKG Manado sendiri lewat surat himbauan yang di keluarkan hari ini (Jumat kemarin-red), yang di terima Pemorov Sulut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut, menjadi warning bagi masyarakat Sulut, ujar Dondokambey yang saat ini sedang melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sementara Kepala BPBD Sulut, Noldy Liow mengakui bahwa memang pada beberapa hari lalu sejak tanggal 17-19 saat dirinya berada di Kepulauan Miangas Kabupaten Talaud, sudah terasa sekali cuaca angin kencang. "Saat itu perkembangan badai HAIMA karena memang berada dekat Pulau Luzon bagian Negara pesisir Singapura, dimana Jarak antara Luzon dan Miangas kurang lebih 700 mil. Sehingga secara tidak langsung wilayah Sulut turut merasakan angin kencang yang mempengaruhi juga tinggi gelombang," terang Liow. Terinformasi saat ini perkembangan badai HAIMA sudah semakin bergerak agak menjauh seperti informasi diatas, untuk hujan yang terjadi saat ini secara klimatologi wilayah Sulut sudah berada pada transisi untuk masuk ke musim hujan, katanya. (jein).

Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya