» » APBD-P MANADO 2016 DITETAPKAN. FRAKSI DEMOKRAT KUASAI JALANNYA SIDANG PARIPURNA

APBD-P MANADO 2016 DITETAPKAN. FRAKSI DEMOKRAT KUASAI JALANNYA SIDANG PARIPURNA

Penulis By on Rabu, Oktober 05, 2016 |

PERSONIL F-DEMOKRAT YANG HADIR.  JIMMY SANGKAY IZIN
METRO MANADO-Rapat paripurna DPRD Kota Manado, dalam rangka pengambilan keputusan tentang Rancangan Peraturan Daerah Ranperda (APBD-Perubahan) tahun anggaran 2016 tadi pagi sekitar Pukul 01:00 dini hari bertempat di Ruang rapat Paripurna DPRD Manado berlangsung panas. Pasalnya Fraksi partai Hanurayang ikut dalam paripurna tersebut sebelumnya tidak ikut dalam pembahasan tingkat Komisi. Namun demikian Fraksi Hanura tetap memberikan koreksi saat jalannya paripurna. Adalah Stenly Tamo, personil F-Hanura yang lebih dulu melakukan intrupsi yang melakukan koreksi tentang keabsahan daftar hadir, namun hal tersebut langsung dipatahkan Katua DPRD Manado Noortje Van Bone (NVB) yang dengan tegas kembali membacakan daftar hadir, dan menegaskan bahwa sesuai catatan dalam daftar hadir, bahwa kehadiran Anggota DPRD yang menandatanagani daftar hadir sebanyak 36 Anggota Dewan.

”Artinya rapat paripurna dinyatakan quorum dan bisa dilanjutkan. Penegasan NVB itu, langsung membuat suasana Rapat Paripurna kembali hening. Semenatar paripurna berlangsung Ketua Komisi B Revanny Parasan yang juga Ketua DPD-Partai Hanura Sulut itu kemudian melakukan intrupsi, dan langsung melakukan koreksi tentang jadwal yang menurutnya tidak sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan lewat Badan Musyawarah (Banmus). Sebelum Pimpinan Sidang menjawab pertanyaan Revanny Parasan, Politisi F-Demokrat Deasy Roring langsung melakukan intruksi dan mengcounter koreksi yang disampaikan Revanny Parasan. Menurut Roring, penjadwalan tahapan pembahasan APB-P sifatnya tentatif, sehingga agenda bisa saja berubah, jika ada hal-hal yang mendesak.
”Pimpinan. Saya kira sidang paripurna DPRD ini silahkan saja dilanjutkan, karena mengenai jadwal tahapan pembahasan APBD-P itu sifatnya tentatif. Jika ada teman –teman anggota Dewan yang melakukan koreksi, itu adalah dinamika dalam persidangan,’kata Roring. Sidang paripurna kemudian dilanjutkan dengan pembacaan skenario oleh ketua DPRD selaku pimpinan sidang. Setelah setelah itu. Pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada setiap komisi untuk menyampaikan penyampaian hasil pembahasan komisi masing-masing sesuai abjad.”Kami persilahkan Komisi A untuk menyampaikan laporannya,”ujar NVB. Ketua Komisi A Royke Anter kemudian berdiri dan menyampaikan hasil pembahasan Komisi A. Selanjutnya Komisi B, Komisi C, dan terakhir Komisi D. Setelah itu, 

Pimpinan sidang melanjutkan sidang paripurna kemudian menanyakan kepada peserta sidang paripurna, apakah Ranperda APBD-P dapat disetujui ?. Peserta sidang kemudian menjaawab setuju, dan Pimpinan sidang langsung mengutuk palu pertanda APB-Perubahan tahun 2016 sah dan akan dilanjutkan dengan penandatanagan Ranperda. Fraksi Hnaura kemudian melakukan intrupsi dengan maksud meminta agar F-Hanura diberikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa hal.
Lilly Walanda selaku Sekretaris F-Demokrat kemudian melakukan intrupsi dan meminta agar pimpinan sidang tetap pada sikapnya.”Pimpinan. Palu sudah diketuk berarti APBD-P sudah sah untuk ditandatangani. Jika ada yang hendak menyampaikan hal-hal lain, maka yang hendak disampaikan itu harus yang sifatnya mendesak. Tetapi jika tidak mendesak, maka pimpinan tidak perlu menanggapinya. Sidang Paripurna adalah keputusan tertinggi. Itu sebabnya jika ada yang disampaikan oleh te,man-teman anggota Dewan, hanya dapat didengar tapi tidak boleh merubah keputusan yang sudah ditetapkan,”kata Walandha dengan raut wajah yang sangat tenang. Demikian pula dengan personil Fraksi Golkar. Roy Maramis, diapun memberikan saran yang sma. Dikatakannya, sidang paripurna jangan dijadikan sebagai maianan. “Ketuakan palu pimpinan tidak boleh dirubah. Saya kira kita lanjutkan saja paripurna ini. Saya sangat paham dengan suanasa batin teman-teman., tetapi ini sidang paripurna yang harus sama-sama kita hargai,”kata Maramis. Rapat paripurna kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan Walikota Mnado DR GS Vicky Lumentut, setelah itu dilakukan penendantanganan bersama Ranperda APBD-P untuk dijadikan sebagai Peraturan Daerah (Perda), oleh Ketua Dewan Noortje Van Bone, Wakil Ketua Dr RichardSualang, Wakil Ketua DrsDanny RWF Sondakh dan Walikota Manado DR GS Vicky Lumnetut.Rapat paripurna di akhiri dengan melakukan foto bersama Pimpinan Dewan Walikota dan Wakil Walikota serta sejumlah pimpinan Fraksi.(joppy senduk)

Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya