» » KEJARI MINUT DATANGI KANTOR PU, TERKAIT DUGAAN KORUPSI PROYEK JEMBATAN SAMPIRI

KEJARI MINUT DATANGI KANTOR PU, TERKAIT DUGAAN KORUPSI PROYEK JEMBATAN SAMPIRI

Penulis By on Jumat, September 23, 2016 |

METRO AIRMADIDI-Kamis, (22/09/2016), Kejaksaan Neheri (Kejari) Minahasa Utara (Minut), melakukan penyelidikan langsung ke kantor Pekerjaan Umum( PU) Minut, guna menambah bukti-bukti, terkait kasus dugaan korupsi proyek Jembatan Sampiri.
 “Memang benar kami telah mendatangi kantor PU Minut, guna mencari bukti-bukti lain, terkait dugaan korupsi pekerjaan proyek jembatan sampiri tahun anggaran 2015. Artinya kami masih memerlukan bukti tambahan terkait proyek tersebut,”jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minut Agus Sirait S kepada wartawan.
Dijelaskan Sirait, penyidikan kasus tersebut sudah disampaikan ke pihak KPK dan Kejagung, karena sesuai aturan setelah penyidikan, penyidik maka semua perkembangan kasus harus melaporkannya.
“Untuk itu, kami akan lanjutkan penyidikan sampai tuntas. Dan terkait tidak ditahannya tersangka, karena tak selamanya penyidikan harus ditindaklanjuti dengan penahanan, walaupun sudah dijadikan tersangka,” ujarnya.
Ditambahkannya, tersangka RK alias Rin, sudah kooperatif dan telah menitipkan uang kerugian negara sekitar Rp180 juta ke Kejari dan ada ada berita acara penitipannya, namun proses hukumnya tetap berjalan.
Diketahui, Kadis PU Minut SK alias Stevenson dan pelaksana proyek RK alias Rin, telah ditetapkan sebagai tersangka, pada kasus pekerjaan proyek jembatan Sampiri, di Desa Sampiri jaga V Kecamatan Airmadidi. Anggaran jembatan yang menghubungkan antara Desa Sampiri dan Desa Rumengkor ini, bersumber dari APBD tahun 2015, sebesar Rp1.136.000.000, dan diduga pada pelaksanaannya terjadi pengurangan volume pekerjaan serta tidak sesuai dengan spek yang ada.(mt/san)

Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya