Berita Populer

BISMARK MENGAKU KAGET ADA PELAKU USAHA MENGAKU PUAS PELAYANAN DI DPM-PTSP MANADO

insert (BISMARK LUEMNTUT, KADIS PM-PTSP)
METRO MANADO-Keinginan Pemerintah pusat untuk menciptakan pelayanan pemerintah yang mudah diakses masyarakat khususnya perizinan dan non perizinan lewat BP2T yang kini telah berganti nama Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sepertinya mulai diterapkan Pemerintah Kota Manado. Melalui Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Manado yang dipimpin Bismark Lumentut, kemudahan pelaku usaha guna mengurus izin dan non perizinan menunnjukan peningkatan pelayanan yang sangat baik. Dari hasil pantauan wartawan metromanado.co.id, Pimpinan dan staf DPM-PTSP, mulai menerapkan pelaynan yang tidak berbelit-belit. Hal itu disampaikan salahsatu pelaku usaha Ibu Netty Tamuntuan-Keles. Menurutnya, pelayanan yang diberikan para staf DPM-PTSP Manado tidak ribet dan sangat menyenangkan.”Saya kira seperti inilah pelayanan yang baik. Terus terang saat staf memberikan penjelasan, saya sangat nyaman, sama halnya ketika saya baru masuk di dalam kantor tersebut. Ada staf yang membukakan pintu. Adoh,,,,, sama deng di Bank, kalo torang maso ke Bank Sat-Pam buka akang pintu. Ya,,,pokoknya baguslah. Puas dengan pelayanan,”kata Ibu Netty Tamuntuan-Keles yang ternyata adalah Ibu mertua dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE. Ibu yang tidak mengetahui dirinya sudah dimintai tanggapan oleh wartawan langsung berpamitan dan menaiki kendaraan pribadinya. Sementara itu, Kepala DPM-PTSP Manado Bismark Lumentut, mengaku kaget ketika wartawan metromanado menyampaikan prihal hasil wawancaranya dengan Ibu mertua Gubernur Sulut itu. Menurutnya, pelayanan yang diberikan oleh seluruh bidang dan staf di DPM-PTSP, tidak lepas dari keinginan Walikota dan Wakil Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut dan Mor Bastian SE.”Memang Walikota dan Wakil Walikota sudah menginstruksikan, untuk memberikan pelayanan yang cepat kepada para pelaku usaha. Dan itu kami lakukan dengan syarat dokumen lengkap. Jika ditemukan adanya keterlambatan, itu berarti masih ada dokumen yang belum lengkap,”ujar Bismark kepada metromanado. Intinya kata Bismark, dia pun kaget dengan adanya pengakuan para pelaku usaha yang merasa puas dengan pelayanan di DPM-PTSP. Disisi lain Bismark pun mengaku bangga karena para Kabid dan Staf melai bekerja menunjukan kerja yang prima, guna mendukung progeram Walikota dan Wakil Walikota."Jadi Kalau Kotanya Cerdas, ASN juga harus Cerdas seperti Walikota dan Wakil Walikota Manado yang Cerdas,"tandasnya.(jose)

WALIKOTA MANADO GSVL TANDA TANGAN KERJA SAMA PT. AIR DAN PT. POS INDONESIA

METRO MANADO-Pemerintah Kota Manado, lewat Walikota Dr. G.S. Vicky Lumentut melakukan penandatanganan kerjasama antara PT.Air Manado dan PT. Pos Indonesia untuk pembayaran rekening air. Setelah dilakukan penandatanganan tersebut, Dirut PT. Air Manado Otniel Kojansow kemudian menggelar Konfrensi Pers. Dalam kesempatan itu, Konjansw mengungkapkan untuk pembayaran tagihan rekening air kini bisa dibayar lewat Kantor Pos. Menurut Kojansow, kerja sama anatar PT. Air Manado dan PT. Pos tersebut, dimaksudkan untuk mempermudah pembayaran tagihan rekening air masyarakat pelanggan.” Jadi kerjasama ini dilakukan demi memberikan kemudahan kepada masyarakat pelanggan untuk membayar rekening air bersih dimana saja berada termasuk di luar Kota Manado. Kemudahan ini sangatlah membantu pelanggan, karena sekitar 4800 titik loket pembayaran yang difasilitasi oleh PT. Pos yang tersebar diseluruh Indonesia bisa menjadi sara untuk pembayaran rekening air bersih,”kata Kojansow.
Ditambahkan Kojansow, khusus di Kota Manado ada sekitar 40 point payment untuk lokasi pembayaran rekening air. Kojansow pun menjelaskan, bahwa Walikota Vicky Lumentut sangat mendukung program tersebut karena memberikan sisi positif bagi PT. Air Manado yang bermitra dengan PT Pos. Sementara itu, Humas PT Aor Manado Joshua Rantung menambahkan, pada prinsipnya para pelanggan bisa dibayar di PT.Pos terdekat.” Jadi PT Air so beking lebe gampang bayar tagihan air. Samua pelanggan so boleh bayar di Kantor Pos tu tagihan aer supaya dekat deng mudah. Dimanapun para pelanggan berada tetapi jka ada kantor PT Pos, maka masyarakat pelanggan disilahkan untuk membayar tagihan rekening airnya, termasuk yang ada di Jakarta, tetapi ada rumahnya di Manado,”tandasnya.(jose)

BERKUNJUNG KE RUTAN MANADO STAF AHLI KEMENKUMHAM JANJI PECAT PETUGAS LAPAS KEDAPATAN PUNGLI

METRO MANADO-Rumah Tahanan (Rutan) Manado kedatangan Staf Ahli Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Bidang Politik dan Keamanan, Drs Haru Tamtomo MSi, belum lama ini.
Dikesempatan itu, Tamtomo mengingatkan kembali kepada seluruh jajaran petugas lapas agar tidak melakukan praktik pungutan liar. “Tidak ada toleransi bagi aparat di sini yang terlibat pungli. Pasti dipecat,” tegas Haru saat bersua jajaran Rutan Manado. Haru yang didampingi seluruh petinggi Kanwil Kemenkumham Sulut  membawa misi khusus dalam kunjungannya tersebut. Dimana dia mengingatkan juga soal intregritas dan prinsip kerja disiplin bagi para pejabat dan aparat di Rutan Manado. Di satu sisi, Haru memuji kinerja aparat Rutan Manado yang menurutnya mampu menjaga suasana kondusif di lingkungan rutan. “Sejauh ini, rutan sangat kondusif. Saya dengan banyak gebrakan dari kepala rutan yang rutin melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk warga binaan. Ini patut saya apresiasi karena membawa dampak yang positif,” ujarnya. “Kan kalau  warga binaan sudah cape dengan ambil bagian dalam kegiatan ekstra, pastinya setelah ke kamar langsung tidur tanpa memikirkan yang macam-macam. Ini bagus menurut saya,” tambahnya. Sementara Kakanwil Kemenkumham Sulut Pondang Tambunan juga menyatakan salut dengan kinerja jajaran Rutan Manado.(jose)

HANS TINANGON: ADA 138 PELAJAR YANG LOLOS SELEKSI CAPAS MANADO 2017

HANS TINANGON
METRO MANADO-Pengarah pada Tim Seleksi (Timsel) Paskibraka 2017, yang juga Kepala Inpektorat Manado DFrs Hans Musa Tinangon mengatakan, lewat seleksi yang super ketat akhirnya menelorkan 138 pelajar untuk maju ke seleksi selanjutnya. Didampingi Ketua Timsel yang juga Asisten I Pemkot Manado Mickler Lakat SH MH,  Inspektur Drs MH Tinangon menjelaskan, pelajar yang mendaftarkan diri untuk menjadi calon Paskibraka ada 250 peserta, tetapi yang lolos ke babak selanjutnya hanya 138 pelajar yang mewakili beberapa sekolah di Manado.”Mereka terdiri dari putra sebanyak 92 siswa dan puteri 46 siswa. Selanjutnya mereka akan mengikuti tes materi dan fisik pada tanggal 1 Maret 2017 mendatang,”tandas Tinangon.(jose)

KEBOCORAN PIPA PT AIR DI JALAN SUGIONO SUDAH DI PERBAIKI

METRO MANADO-Humas PT Air Manado Jhosua Rantung kepada metromanado, Rabu (22/02/2017) mengatakan, PT Air Manado belum lama ini melakukan perbaikan pendistribusian air bersih di ruas jalan Kolonel Sugiono tepatnya di Kecamatan Wenang Manado. Dijelaskan Rantung, perbaikan pendistribusian air tersebut di Hotel Rex dan Hotel Regina, disebabkan karena terjadi kebocoran. Hal tersebut dibenarkan Direktur Utama PT Air Manado Ir Otniel Kojansouw. Menurutnya dikawasan tersebut sebelumnya telah terjadi kebocoran pipa sehingga pihaknya menginstruksikan kepada karyawan di lapangan untuk melakukan perbaikan guna memenuhi kebutuhan air bersih di daerah tersebut, dan atas kebocoran tersebut, Kojansouw menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pelanggan PT Air dikawasan tersebut. “Memang benar sebelumnya telah terjadi kebocoran, karena, tetapi sudah diperbaiki. Itu sebabnya atas nama Direksi dan seluruh jajaran PT Air Manado, menyampaikan permohonan maaf karena telah terganggu kenyamananya dalam memperoleh air bersih,”kata Kojansouw.
Disisi lain, Kojansouw menyayangkan pihak yang telah dengan tidak sengaja membocorkan pipa PT Air. Dia juga mempertanyakan pemerintah kelurahan dan kepala lingkungan yang tidak menyampaikan kebocoran pipa tersebut kepada pihak PT Air.”Harusnya pihak kelurahan dan kepala lingkungan bekerja sama. Inikan pelayanan untuk masyarakat, harusnya bekerja sama. Paling tidak menyampaikan kepada petugas kami baik secara langsung maupun lewat telapon,”tandasnya.(jose)

JADI MODERATOR BIMTEK, RUNTUWENE BERHARAP PESERTA MENJADI LEBIH BERKUALITAS

METRO MANADO-Pemkot Manado melalui Bagian Pemerintahan dan Humas, Rabu (22/02/2017), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), bertempat di Aston Hotel, dan dibuka Plt Sekda Manado Drs Rum Usulu, mewakili Walikota Manado DR G.S Vicky Lumentut (GSVL).
Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan dan Humas Pemkot Manado, Steven Runtuwene.S.Sos berharap, para peserta Bimtek Penyusunan LPPD Kota Manado dapat mengikuti dengan serius. Agar semua materi yang didapat lewat Bimtek LPPD, dapat dipahami dan dimengerti dan nantinya diterapkan di lingkungan Perangkat Daerah (PD) masing-masing.
“Diharapkan melalui pelaksanaan Bimtek Penyusunan LPPD Kota Manado ini, dapat menghasilkan Aparat Sip;il Negara (ASN) yang berkualitas dan profesional dalam melakukan penyusunan LPPD. Sehingga nantinya Pemkot Manado boleh menjadi terdepan dalam penyusunan LPPD, dari Kabupaten dan Kota se-Provinsi Sulut,”kata Runtuwene, yang dalam Bimtek tersebut bertindak sebagai Moderator.
Lanjut dikatakan Runtuwene, gelaran Bimtek LPPD oleh Pemerintah Kota Manado, dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pada ASN, sehingga bias lebih baik dari ASN di Kabupaten dan Kota se-Sulut.
“Bimtek harus diikuti secara saksama sehingga kedepan para ASN dapat melakukan penyusunan LPPD secara professional dan berkualitas, dibawah kepemimpinan GSVL-Mor SEBAGAI Walikota dan Wakil Walikota Manado.(jose)

SYARIFUDIN SAAFA: RANPERDA KAWASAN TANPA ROKOK SELESAI DIBAHAS

METRO MANADO-Ketua Pansus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kawasan Tanpa Rokok yang digodok Pansus DPRD Manado Syarifudin Saafa Rabu (22/02/2017) mengatakan, ranperda kawasan tganpa rokok sudah selesai dibahas dan sat ini sudah siap untuk di konsultasikan ke Pemprov Sulut.
“Memang benar, pembahasan Ranperda tanpa rokok seudah selesai dibahas, bahkan pihak-pihak terkait baik pemerintah, akademisi dan stakeholder, semuanya memberikan respon positif, etrmasuk para perusahaan rokok.” Artinya, penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok ini bisa dikata sudah disetujui oleh seluruh stakeholder untuk diterapkan,"tegas Saafa. Selanjutnya kata Saafa, Ranperda tersebut  segera dilaporkan ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD Manado kemudian diteruskan kepada Pemerintah Kota Manado, sebelum kemudian dikirim ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk dikonsultasi.(jose)



WOW…..SEWA RUKO DI SHOPING CENTER LEBIH MAHAL MAGAMAS. KERJA DIRUT DIPERTANYAKAN

METRO MANADO-Desakan terhadap Walikota Manado DR GS Vicky Lumnetut, untuk melakukan evaluasi terhadap kineraja Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado Ferry Keintjem semakin meruncing. Itu karena kebijakan yang diberlakukannya terhadap para pedagang dan penyewa ruko semakin menggila dan dan sangat memberatkan para pedagang dan penyewa ruko.
Salahsatu penyewa Ruko yang juga Anggota DPRD Propinsi Sulut Ayub Ali yang diwawancarai wartawan di salahsatu Kantor pelayanan di Manado Kemarin sore mengatakan, jika dibandingkan dengan harga sewa di ruko Megamas, maka harga sewa untuk shoping center sama, padahal Shoping Center dan Megamas harusnya beda harganya.
“Saya mau katakana, harga sewa shoping center setelah saya hitung, Rp.400 ribu per meter dan harga itu sama dengan harga sewa ruko Megamas. Saya sewa ruko tiga lantai di Megamas menghadap jalan untuk Sekretariat DPW-PAN Sulut Rp150 juta per tahun. Di bagi per lantai, berarti Rp400 ribu per meter. Nah sama kan dengan shopping center?” jelas Albugis.
Ironisnya kata Albugis, harga sewa shopping center sejak Oktober 2016 lalu malah dinaikan lagi menjadi Rp1,5 juta per meter setiap tahun. “Ini bagaimana? Sudah dinaikan lagi Rp1,5 juta per meter per tahun. Kalau dulu itu berlaku untuk lima tahun tapi sekarang per meter per tahun,” ungkapnya. Personil Komisi III DPRD Sulut ini menjelaskan, keputusan direksi tersebut sangat memberatkan para pedagang dan tidak sejalan lagi dengan visi Walikota Manado dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Seharusnya direksi membahas hal ini terlebih dulu dengan melibatkan pedagang termasuk teman-teman di DPRD Manado. Tapi nyatanya langsung dinaikan dan hanya berdasarkan peraturan direksi,” kata Albugis heran. Dia meminta walikota untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja direksi terutama Dirut PD Pasar Manado. Dan soal harga sewa membengkak di shopping center, dia meminta agar dicarikan solusi terbaik. “Karena yang jadi keberatan pedagang yakni haknya terlalu berat. Gedung itu milik pemerintah, iya toh, harus disubsidi semestinya bukan malah harga sewanya naik,” tukas Albugis. Sementara itu, Dirut PD Pasar Manado Fery Keintjem belum berhasil dimintai klarifikasi soal ini. Dihubungi, ponsel bersangkutan sedang dialihkan.(jose)

RESES ANGGOTA DPRD MARKHO TAMPI DIHADIRI SEKRETARIS KOMISI D SONNY LELA

METRO MANADO-Anggota Komisi D DPRD Manado Markho Tampi Rabu (22/02/2017), melaksanakan reses pertamanya di tahun 2017 bertempat di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado, dan dihadiri ratusan warga di Kelurahan tersebut.
Dlam reses tersebut, Tampi menerima berbagai aspirasi dari warga, diantaranya mengenai BPJS, Sampah serta infrastruktur lainnya. Pada umumnya warga meminta agar pemerintah segera membangun bak sampah sehingga sampah tidak berserakan di jalan ketika hujan turun. Menurut warga setiap kali hujan, berbagai sampah kering dan basah berserakan di jalanan. Itu karena warga kebanyakan membuang sampah di drainase.

Selain itu, terangkat juga mengenai penempatan kepala lingkungan. Menurut warga, Kepala lingkungan yang ditempatkan pemerintah lewat Panitia Seleksi (Pansel), yang dinilai tidak transparan dalam melakukan seleksi terhadap Kepala Lingkungan. Disisi lain warga juga mempertanyakan mengenai penempatan kontener sampah yang diletakan dekat tempat Ibadah. Sementara untuk BPJS mereka mengaku kesulitan untuk menjadi anggota BPJS, karena sebelumnya ada program pemerintah yakni UC.

Warga juga menyinggung soal adanya material yang masih berserakan di di Kelurahan tersebut, akibat pekerjaan Jembatan Soekarno beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Markho Tampi dengan tegas mengatakan, semua aspirasi yang disampaikan warga akan ditindaklanjutinya.”Saya akan menyampaikan seluruh aspirasi yang sudah disampaikan oleh warga. Sebagai Wakil rakyat katanya, sudah menjadi tugasnya untuk menjembatani keluhan warga,”kata Tampi.
Dia pun menjamin, keberpihakan Walikota dan Wakil Walikota terhadap masyarakat.”Saya percaya, Walikota dan Wakil Walikota akan memperhatikan semua aspirasi yang sudah disampaikan, karena semua persoalan yang disampaikan warga, akan kami sampaikan dalam rapat paripurna penyampaian hasil reses lewat rapat paripurna, yang akan dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota serta instansi terkait,”ujar Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Manado ini.

Reses Markho Tmapi kali ini tergolong menarik, sebab dihadiri oleh Sekretaris Komisi D Sonny Lela. Pada kesempatan itu, Lela sempat menyampaikan pemaparannya mengenai program BPJS dan UC. Menurutnya program UC Pemkot Manado sekarang ini akan dialihkan ke BPJS, dan rumusannya sedang dipikirkan pemerintah, karena jika UC ditiadakan, kemungkinan besar, pemerintah akan membantu warga miskin.

Ditempat yang sama, Camat Tuminting Danny Kumayas mengatakan Pemerintah Kota Manado sedang berupaya mengatasi persoalan sampah, melakukan pendataan warga miskin untuk BPJS, serta akan mengevaluasi kinerja dari kepala lingkungan setelah 3 bulan menjabat. Selain itu, kemudahan pengurusan kependudukan bagi warga serta penyiapan alat transportasi pengangkut sampah akan ditambah.
Hadir dalam reses tersebut Selain Sonny Lela dan Danny Kumajas, Lurah Sindulang Satu Maria Howan, Lurah Tuminting dan para kepala lingkungan serta sejumlah tokoh agama juga hadir bersama ratusan warga setempat.(jose)

BPPR MANADO TINGKATKAN PELAYANAN MENUJU TARGET PAD 2017

METRO MANADO-Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang telah berganti nama Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BPPR) Kota Manado yang kini dipoimpin Harke Tulenan semakin menunjukan pelayanan yang prima. Itu terlihat ketika wartawan metromanado belum lama ini berkunjung ke kantor tersebut, dan menyaksikan pelayanan yang ditunjukan pegawai hingga para Kabid di kantor tersebut. Tak tanggung-tanggung, Anggota DPRD Sulut Ayub Albugis memberikan apresiasi atas pelayanan pegawai BPPR.”Saya sdenang dengan pelayanan para pegawai serta Kabid di BPPR,”ujar Ayub sekilas saat mengurus beberapa izin di kantor tersebut.
Sementara itu, Kabid Penetapan pajak Drs Recky Pesik ketika ditemui wartawan mengatakan, guna memaksimalkan pelayanan yang prima, maka pihaknya menggunakan metode jemput bola, dengan cara menerjunkan tim untuk melakukan uji petik di beberapa tempat pelaku usaha, dan hal itu dimaksudkan untuk memaksimalkan capaian PAD Manado untuk tahun 2017. “Dalam waktu dekat, kami akan menurunkan tim untuk melakukan uji petik di lapangan. Ini adalah metode jemput bola yang kami terapkan guna memaksimalkan capaian PAD kami,”kata Pesik kepada wartawan, Selasa (21/02/2017) kemarin.
Lanjut dikatakan Pesik, semua sektor penerimaan pajak akan digenjot, mulai dari pajak rumah makan, perhotelan, retribusi parkir, pajak reklame, pajak hiburan malam serta sektor-sektor pajak lainnya yang berpotensi untuk mendongkrak PAD. Meski Demikian katanya, upaya BPPR diharapkan dapat didukung sepenuhnya oleh wajib pajak.”Artinya para wajib pajak harus taat membayar pajak. Selain itu para pelaku usaha agar tidak main-main dengan nota pembayaran, karena jika ada pelaku usaha yang coba main-main, maka pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas,”tandasnya.(jose)

DUA LEGISLATOR MANADO GANDENG KOMUDO GELAR MALAM PENGGALANGAN DANA KORBAN BENCANA BANJIR SULUT

METRO MANADO-Sejumlah Artis Kota Manado yang bernaung lewat  organisasi yang disebut Komunitas Musik Manado (Komudo), menggelar malam amal bertempat di Good Day Café, di kawasan Marina Plaza Manado. Gelaran malam pengumpulan dana bagi korban bencana banjir di Kota Bitung itu berlangsung sangat meriah, karena selain dihadiri oleh Artis lokal ternama, beberapa Artis yang kini menjadi Anggota DPRD Manado turut mendukung, bahkan menjadi panitia dalam kegiatan social tersebut. Sebut saja Diana Silvana Pakasi Anggota Komisi D dan Anita D’Blouwe Anggota Komisi C DPRD Manado, adalah dua artis senior yang turut menjadi Panitia dan ikut meramaikan malam pengumpulan dana bagi korban banjir tersebut. Tak pelak Anita D’Blouwe angkat bicara. Menurutnya, gelaran malam pengumpulan dana yang dilaksanakan Komudo adalah niatan baik dari rekan-rekan pengurus dan anggota.”Derita mereka para korban banjir di Sulut, adalah derita kami juga. Itu sebabnya kamipun peduli kepada mereka. Muda-mudahan kami dapat mengumpulkan dana sebanyak mungkin untuk membantu mereka saudara-saudara kami yang sedang dilanda bencana,”ucap D’Blouwe yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Manado kepada wartawan disela-sela malam pencarian dana benjcana tersebut. Senada dengan itu, Artis senior yang telah menggelontorkan beberapa album, yakni Diana Silvana pakasi yang dihubungi via Telepon mengatakan, gelaran malam pencarian dana bagi korban bencana banjir Sulut, digagas oleh seluruh pimpinan, pengurus dan seluruh Artis Komudo.”Kita tidak berjalan sendiri-sebndiri. Ini adalah gagasan teman-teman artis Manado termasuk rekan saya di DPRD Manado Anita D’Blouwe. Kita sangat berharap, hasil dari hajatan mala mini akan mampu mengurangi beban bagi para korban bencana banjir dan tanah longsor di Sulut,”kata Wakil Ketua Komisi D yang akrab disapa Nane ini. Pada kesempatan itu, Anita D’Blouwe dan Diana Silvana Pakasi juga ikut melantunkan beberapa lagu.
Sementara itu, General Manajer Good Day Café, Hendra Gerung menyambut baik sikap peduli korban banjir yang digagas Komudo dan berharap hajatan serupa dapat terus dilaksanakan. Dirinya pun berjanji siap untuk menyediakan tempat untuk penggalangan dana bagi para korban bencana banjir.”Saya terharu, tetapi juga bangga atas niatan baik para Artis Komudo dimana didalamnya ada Dua Legislator Manado. Saya selaku General Manager selalu siap untuk aksi seperti ini,”kata lelaki yang akrab disampa Hendra ini.
Sejumlah artis yang ikut dalam malam penggalangan dana antara lain, Jane Maringka, Deddy Galuanta, Rolly Pelealu, Stevie Walelangi, Stenly Kalesaran, Vivi Andhani, Renny Tamara, Erni Mokoginta, Fenny Tess, Maharani, Kevin, Ichad Tumiwa, Sandra ‘keke’ Tumiwa, Hendra Gerung, Michael Rorong dan Steven Wongkar.(jose)

PEMKOT MANADO AKAN SERAHKAN BANTUAN KURSI RODA BAGI PENDERITA DISABILITAS

METRO MANADO-Kepedulian Pemerintah Kota Manado dibawa kepemimpinan DR GS. Vicky Lumntut dan Mor Bastian selaku Walikota dan Wakil Walikota semakin meningkat, khususnya bagi para penderita disabilitas.
Hal ini terbukti dengan ditetapkannya anggaran bagi para penyandang disabilitas lewat  APBD Kota Manado dan ditata melalui Dinas Sosial.”Jadi pada tahun lalu saya pernah memasukan draf anggaran untuk penyandang disabilitas, saat saya menjbat sebagai Kepala Dinas Sosial. Artinya dana tersebut akan dikucurkan tahun ini. Dana tersebut dimaksudkan untuk pengadaan kursi roda bagi mereka yang membutuhkannya,”kata Mantan Kadis Sosila Manado Frans Mawitjere kepada wartawan di Manado. Birokrat yang saat ini dipercayakan menjabat sebagai Assisten III ini menyebutkan, mengenai teknis penyalurannya diatur oleh bidang yang membawahi urusan tersebut pada Dinas Sosial Kota Manado. “Sekarang sudah bukan domain saya, jadi coba dikroscek ke sana (Dinsos),” tuturnya. Secara terpisah, Kadis Sosial Kota Manado Drs Sammy Kaawoan mengakui adanya program bantuan itu. “Namun penyalurannya belum bisa dilakukan saat ini. Kita sedang mengkaji lagi mekanismenya termasuk memverifikasi data calon penerima,” ujarnya. Diapun menambakan, selain kursi rodan ada bantuan lainnya berupa bahan natura bagi warga penyandang cacat di triwulan pertama ini. Diketahui, dari data yang ada, jumlah penyandang cacat di Kota Manado kurang lebih sebanyak 625 orang. Dan mereka-mereka inilah yang selama ini terus dibantu oleh pemerintah kota (jose)

JARNAS SEBUT DPRD HARUSNYA DAPAT DANA RESES EMPAT PULUHAN JUTA

METRO MANADO-Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jaringan Nusantara (JARNAS) Manado Jon Pade Selasa (21/02/2017) kepada metromanado mengatakan, jika Setiap anggota DPRD hanya mendapat dana reses sebesar 3-puluhan juta maka perlu ada peninjauan kembali, karena biaya untuk reses cukup besar.”Saya kira biaya reses jika  sampai pada angka tiga puluan juta masih kurang, sebab dalam reses, Anggota DPRD membiayai makan minum, sewa tenda, sound system serta biaya yang tak terduga lainnya,”kata Pade.
Biaya lain yang timbul akibat gelaran reses tersebut kata Pade, adalah memberikan uang jalan bagi setiap masyarakat yang datang menghadiri reses.”Nah,,,,jika ratusan masyarakat yang datang dalam reses, maka dana sebesar 3-puluhan juta seharusnya tidak cukup untuk pembiayaan sebuah reses, belum lagi jika ada kader dan simpatisan partai yang ikut menghadiri reses. Jadi saya kira dana reses anggota DPRD perlu mendapat perhatian pemerintah pusat dengan melakukan revisi terkait pengangaran reses bagi setiap anggota Dewan, baik di pusat mapun didaerah. Paling tidak dana reses anggota Dewan sampai pada kisaran epuluhan juta rupiah ,”ujar Pade.
Ditambahkan Pade, perubahan Manado dari kota sedang menjadi kota besar perlu menjadi pertimbangan khusus  untuk merevisi undang-Undang tentang kedudukan dan protokoler pimpinan dan Anggota DPRD. Dari informasi yang didapat metromanado, saat ini Anggota DPRD Manado mendapat dana reses sebesar Rp 30 juta.(jose)

RIBUAN MASA BERBAGAI ORMAS ADAT DI SULUT DESAK PEMERINTAH BUBARKAN FPI

METRO MANADO-Selasa (21/02/2017), sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Arganisasi Adat Sulawesi Utara menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Sulut. Aksi damai tersebut dihadiri ribuan masa. Mereka mendesak, agar pemerintah membubarkan ormas yang bersikap intoleran.
Dari rilis yang disampaikan ribuan masa tersebut, meminta tiga tuntutan yakni, membubarkan Front Pembela Islam (FPI), memenjarakan Habi Riziag serta mencabut kewarganegaraannya.  "Kami minta FPI dibubarkan, Penjarakan Habib Rizieq Shihab dan cabut kewarganegaraannya," kata Maxi Malonda dari perwakilan massa.
Di sela aksi, perwakilan ormas yang terdiri dari Laskar Manguni Indonesia (LMI), Brigade Manguni Indonesia (BMI), Garda Manguni, Milisi Waraney, Benteng Minahasa dan Laskar Adat Manguni (LAMI) juga berharap agar aspirasi mereka dapat disampaikan ke pemerintah pusat. "Semoga tuntutan kami bisa disampaikan juga ke presiden sehingga penolakan ormas intoleran di Sulawesi Utara seperti FPI dapat ditanggapi segera oleh pemerintah," tambahnya.
Menanggapi tuntutan massa, gubernur yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Steven Liow, S.Sos berjanji akan menindaklanjutinya. "Semua tuntutan akan kami sampaikan ke pemerintah pusat," bebernya.
Liow menjelaskan pembubaran ormas harus melalui aturan yang berlaku. "Ormas dapat dibubarkan setelah dikaji terlebih dahulu," tambahnya.
Aksi unjuk rasa berjalan tertib hingga selesai. Sebanyak 250 personil polisi dari Kepolisian Resort (Polres) Manado turut mengamankan aksi tersebut. (jein)

RESES DI KELURAHAN MALALAYANG ANGGOTA DPRD WINSTON MONANGIN MINTA LURAH DAN PALA JAGA KEAMANAN

METRO MANADO-Anggota DPRD Manado Winston Monangin, Rabu (21/02/2017) menggelar reses di Kelurahan Malalayang Barat Malalayang 1. Dalam reses tersebut, Politisi Nsdem itu, meneriama berbagai masukan terkait infrastruktur yang perlu adanya perbaikan. Beberapa aspirasi yang disampaikan masyarakat antara lain, mengenai fasilitas kesehatan, pembangunan talud pemecah ombak, penambahan kendaraan sampah, serta tempat pembuangannya.
Setelah itu, Monangin memberikan jawaban terkait berbagai harapan yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, semua aspirasi yang disampaikan warga, akan menjadi catatan panting untuk selanjutnya disampaikan dalam rapat paripurna penyampaian hasil reses bersama pimpinan dan Anggota DPRD dihadapan Walikota dan Wakil Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut dan Mor Bastian.
“Semua aspirasi dan harapan warga akan menjadi catatan penting, selanjutnya bakal disampaikan ke dinas terkait, termasuk lewat Rapat Paripurna penyampaian hasil reses dihadapan Walikota dan Wakil Walikota,”katanya. Pada kesempatan itu, Monangin juga langsung meminta Lurah Malalayang 1, Noldy Damo dan Lurah Malalayang 1 Barat, Oktavianus Barahama untuk mencatat sejumlah aspirasi warga.
Menurut Monangin, ada juga hal penting yang perlu diperhatikan oleh perangkat pemerintahan yakni keamanan.”Saya kira keamanan juga menjadi hal yang sangat penting, guna mendukung kenyamanan dan keamanan warga yang ada di Kecamatan Malalayang secara keseluruhan. Perangkat Kelurahan termasuk Pala harus tanggap menjaga keamanan warga,’kata pria murah senyum ini.
Ratusan warga yang memadati bangsal reses langsung memberikan tepuk tangan yang meriah atas pernyataan Monangin. Setelah itu, masyarakat disajikan jamuan makan bersama dan lantunan lagu-lagu, yang membuat bangsal reses semakin dipadati warga.(jose)

ANGGOTA DPRD MANADO FANNY MANTALI RESES DI KELURAHAN TERNATE TANJUNG

METRO MANADO-Kelurahan Ternate Tanjung, menjadi tempat Reses Anggota DPRD Manado Fanny Mantali, pada hari Rabu (21/02/2017). Dari pantauan wartawan, Reses Fanny Mantali dipadati ratusan warga Ternate Tanjung. Kawasan yang biasa menjadi langganan banjir, hingga kini masih menyampaikan aspirasi mereka terkait dana bantuan bencana banjir tahap dua.

Selain itu ada beberapa hal mengenai infrastruktur yang ikut disampaikan warga untuk diperbaiki seperti drainase, lampu jalan, Pembangunan bak sampah dan keamanan. Legislator Partai Gerindra ini kemudian menjelaskan prihal penyampaian warga. Dia menjelaskan, mengenai bantuan dana bencana sudah berulang kali disampaikan, tetapi mekanisme penyaluran dana bantuan banjir tetap mengacu pada data yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado, dan jika masih ada yang belum menerima bantuan akan disampaikan olehnya.

” Semua yang sudah disampaikan pasti diteruskan kepada pemerintah dalam hal ini Walikota dan wakil Walikota. Ada 36 Anggota DPRD yang menerima aspirasi yang sama, termasuk tiga pimpinan Dewan yang melakukan Reses. Ini tentu akan dibahas bersama untuk ditindaklanjuti, termasuk permintaan warga menganai normalisasi sungai,”kata Mantali.

Salahsatu Kader terbaik Partai Gerindra Manado ini mengatakan, DPRD adalah bagian dari penyelenggara pemerintahan di Kota Manado, tetapi pengambil keputusan adalah Eksekutiv. Itu sebabnya, DPRD dipandang perlu untuk menyampaikan semua aspirasi warga, sebagaimana diatur lewat undang-undang.”Kita tetap berharap yang terbaik, mulai dari perbaikan infrastruktur, permintaan menormalisasi sungai sampai pada masalah bantuan adana banjir. Sebenarnya tanpa disampikan, Pemerintah juga berkeinginan untuk memperbaiki infrastruktur Kota Manado.

Jadi kita tetap menunggu kebijakan pemerintah, disamping saya juga tetap berupaya untuk menjembatani keinginan wargaku yang tercinta untuk hidup tenang, nyaman dan memiliki infrastruktur yang lebih baik,”tandas Mantali, yang disambut meriah, tepuk tangan dari ratusan warga yang memadati bangsal reses. Reses tersebut diakhiri dengan menggelar makan bersama seluruh warga yang hadir.(jose)





KOMISI D DIAMPINGI KADISPENBUD DEISYE LUMOWA TERIMA KUNKER DPRD JEMBER

METRO MANADO-Selasa (21/02/2017), Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, melalui Komisi D dan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Deisye Lumowa menerima Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur. Kehadiran sejumlah personil DPRD Jember itu, dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh mengenai Program Pendidikan yang diterrapkan Pemerintah Kota Manado.

Bersama personil Komisi D, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Desye Lumowa menjelaskan konsep program pendidikan yang diterapkan di setiap sekolah yang ada di Manado.

Lumowa juga menjelaskan, bahwa konsep pendidikan di Kota Manado mendapat IPM terbaik ke-2 se-Indonesia setelah DKI Jakarta.

”Kami menyambut baik kedatangan Ibu dan Bapak Anggota Dewan yang terhormat dari Kabupaten Jember Jawa Timur. Semoga yang telah kami sasampaikan dapat bermanfaat, bahkan dapat dikomparasikan dengan sonsep pendidikan di Kabupaten Jmember,

”kata Lumowa. Rombongan DPRD Kabupaten Jember diterima Sekretaris Komisi D Sonny Lela, Anggota Komisi D Fatmah Bin Syech Abubakar dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Manado Deisye Lumowa. Kunker tersebut diakhiri dengan menggelar foto bersama dan pertukaran cendramata.(jose)

SONNY LELA GERAM, ANGGARAN MILIARAN RUPIAH PEMBANGUNAN DRAINASE DI PU MANADO MUBASIR

SONNY LELA
METRO MANADO-Sekretaris Komisi D DPRD Manado Sonny Lela kepada metromanado, Senin (20/02/2017) mengatakan, puluhan miliar rupiah dana yang telah dan sudah dianggarkan lewat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manado dianggap mubasir, sebab masih banyak drainase yang menurutnya asal jadi dan tidak sesuai perencanaan yang tertuang didalam ABPD serta APBD-P kota Manado.”Ada apa dengan Dinas PU ? Sejak banjir lalu, puluhan miliar rupiah sudah dianggarkan untuk perbaikan serta pembangunan drainase, tetapi nyatanya masih juga terjadi banjir. Harusnya ada perubahan. Paling tidak bias meminimalisasi terjadinya banjir,”koar Lela geram. Menurutnya, pekerjaan Drainase bukan hanya sekadar tambal sulam. Seharusnya mulai dari perencanaan dapat ditafsir seberapa dalam perbaikan drainase, serta besaran saluran sehingga bisa menampung debit air ketika hujan turun. Lanjut Lela mengatakan, pekerjaan drainase bukan hanya melihat bagian yang rusak, tetapi harus dilihat dari daya tampung drainase itu sendiri, sehingga air dapat mengalir dengan baik.”Karena kota Manado tergolong daerah yang landai dan mudah tergenang air, maka seharusnya perbaikan drainase bukan hanya memperbaiki yang rusak. Harusnya PU melihat apakah drainase ini perlu di perlebar atau perlu lebih diperdalam salurannya supaya air tidak keluar dari drainase yang pada akhirnya masuk kerumah-rumah warga, serta menggenangi jalan-jalan, yang berakibat banjir bandang dan menyengsarakan warga. Jangan asal so karja kong nda lia di ape fungsi sebenarnya,”semburnya. Disisi lain Politisi Partai Golkar Manado ini meminta, agar Walikota dan Wakil Walikota untuk kembali mengevaluasi kinerja Dinas PU dalam melaksanakan pekerjaan, khususnya pekerjaan Drainase,”tandasnya.(jose)

GUBERNUR SULUT OD, TERIMA KUNKER PANSUS RUU WAWASAN NUSANTARA

METRO MANADO-Senin (20/02/2017), Gubernur  Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE menerima kunjungan Panitia Khusus Rancangan Undang-undang (RUU), terkait wawasan nusantara bertempat di Ruang CJ Rantung  Kantor Gubernur Sulut.
Pada kesempatan itu, Gubernur menjelaskan, bahwa toleransi yang terbangun di Sulawesi Utara, dalam rangka kesatuan NKRI sangat baik. Itu sebabnya kata Gubernur, dengan hadirnya RUU tentang wawasan nusantara sangat baik, guna lebih merekatkan NKRI dan nilai-nilai kebangsaan.
Dikatehui, dalam RUU Wawasan Nusantara tersebut disusun untuk menjadi rambu serta pegangan para pemangku kepentingan serta seluruh element masyarakat ii seluruh Indonesia. Sementara itu, Ketua Tim Pansus RUU Wawasan Nusantara Agung Gunanjar Sudarsa mengatakan, Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah yang terpilih untuk dapat berdiskusi sekaligus bersama mencari ide serta gagasan untuk merampungkan RUU, untuk ditetapkan menjadi Undang Undang, yang terdiri dari 27 pasal.(jein)