IKL

IKL
IKL

IKL

IKL
IKL

Berita Populer

Gubernur Sulut Resmi Buka Pameran Pembangunan di Kayuwatu


METRO SULUT-Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE resmi membuka Pameran Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara, di Kayuwatu, Manado, Jumat (22/9/2017) malam.

Pembukaan ini ditandai dengan bunyi alat musik tradisional tambur yang ditabuh Olly bersama Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut.



"Dengan ini pameran pembangunan Provinsi Sulawesi Utara resmi diuka," ujar Olly di atas panggung acara.

Dalam sambutannya, Olly menyatakan, pameran pembangunan adalah acara menarik sehingga selalu dinantikan masyarakat Provinsi Bumi Nyiur Melambai itu.

"Apalagi banyak hal menarik yang bisa dilihat di setiap stand, baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Di pameran juga ditampilkan aneka produk, termasuk komoditi unggulan, potensi daerah, lokasi wisata dan hasil pembangunan lainnya," katanya.

Orang nomor satu di Sulut itu juga menjelaskan, melalui ajang pameran itu, masyarakat juga dapat melihat perkembangan seluruh kabupaten dan kota termasuk memperoleh informasi tentang peluang ekonomi dan bisnis.

"Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat yang ingin melihat potensi dan perkembangan daerah yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Sulut," tandasnya.

Lebih jauh, Olly juga mengapresiasi kerja seluruh panitia hingga terlaksananya pameran.

"Saya ucapkan terimakasih atas seluruh usaha panitia yang telah membantu kelancaran penyelenggaraan pameran ini," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia HUT Prov. Sulut ke-53 yang juga Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, SE, M.TP menjelaskan tujuan penyelenggaraan pameran itu.

"Pameran ini untuk meyampaikan informasi tentang program yang sedang dan telah dilakukan di Sulawesi Utara. Selain itu juga untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkontribusi dalam pameran pembangunan," katanya.

Adapun pembukaan pameran itu turut dihadiri Wakil Gubernur, Drs. Steven O.E. Kandouw, Ketua DPRD, Andrei Angouw, Ketua TP-PKK, Ir. Rita Maya Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK, dr. Kartika Devi Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS serta para bupati dan walikota. 

OD-SK Gencarkan Gerakan Makan Tanpa Nasi




METRO SULUT-Gerakan Makan Tanpa Nasi (Gentanasi) di Sulawesi Utara bukan berarti tidak makan nasi sama sekali melainkan dalam satu minggu mengganti satu kali waktu makan dalam sehari dengan pangan lokal selain nasi.

Inilah yang mendasari kerjasama Pemprov Sulut yang dipimpin duet Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar kembali Gentanasi di Graha Bumi Beringin, Manado, Jumat (22/9/2017) pagi.

"Saya setuju dengan Gentanasi. Jika seluruh keluarga di Sulut dalam seminggu mengganti sekali waktu makan dalam sehari dengan pangan selain nasi pasti banyak manfaatnya termasuk kesehatan yang lebih baik," kata Kandouw.

Gentanasi juga dikatakan Wagub Kandouw, merupakan program yang berdampak positif dalam mengurangi ketergantungan masyakat terhadap nasi.

“Melalui Gentanasi, ketergantungan masyarakat terhadap beras bisa dikurangi, karena di Sulut, sumber pangan pokoknya berasal dari umbi-umbian. Untuk itu program ini harus terus digencarkan,” katanya.

Lebih jauh, Kandouw menerangkan salah satu kearifan lokal yang mendukung penganekaragaman pangan, adalah pisang Goroho, yaitu pisang khas sebagai sumber makanan masyarakat Minahasa sejak zaman dahulu.

Selain itu, di Kepulauan Sangihe terdapat Sagu, yang dibiarkan tumbuh tanpa perawatan dan perhatian, ternyata merupakan makanan lezat dengan kandungan gizi cukup tinggi dan bisa dijadikan sebagai makanan bergizi bagi masyarakat.

Adapun di Minahasa dan Minahasa Selatan terdapat pangan lokal jagung yang diolah menjadi beras jagung dan tepung jagung, yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Di tempat yang sama, Ketua TP-PKK Sulut, Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan menerangkan pentingnya kualitas konsumsi pangan dan gizi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulut.

"Kita harus berupaya menyediakan pangan dalam jumlah dan keragaman yang cukup, dengan kualitas yang layak dan tersedia sepanjang waktu. Ini harus dilaksanakan karena pola konsumsi pangan penduduk Sulut saat ini masih kurang beragam dari jenis pangan dan keseimbangan gizinya," ujarnya.

Adapun keragaman jenis pangan itu, menurut Ibu Rita harus memenuhi kecukupan gizi masyarakat Sulut.

"Menu yang disajikan hendaknya terdiri dari sumber karbohidrat, pangan sumber protein hewani dan protein nabati yaitu daging, ikan dan kacang-kacangan serta pangan sumber vitamin dan mineral yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penganekaragaman Pangan dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian Ir. Tri Agustin Satriani, MM yang mewakili Kepala Badan Ketahanan Pangan, Dr. Agung Hendriadi mengatakan, upaya percepatan diversifikasi pangan sangat penting dilaksanakan agar masyarakat mampu mengurangi konsumsi beras dan terigu.

“Upaya menurunkan konsumsi beras dan terigu harus diikuti dengan penyediaan pangan karbohidrat dari pangan lokal seperti sagu, singkong, ubi jalar, sukun, ganyong, pisang dan sebagainya," katanya.

Penyediaan pangan tersebut adalah langkah strategis untuk mengembangkan pola konsumsi beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA).

Pertemuan itu turut dihadiri, Wakil Ketua TP-PKK dr Kartika Devi Tanos, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Mokoginta, SE, M.TP dan pengurus TP-PKK kabupaten dan kota.

(*****)

Parapaga : Porpov Minahasa 2017, KONI Bitung Siap Ikut 16 Cabang Olah Raga



METRO BITUNG-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bitung bersiap mengikuti pekan olahraga provinsi (Porprov) Sulawesi Utara (Sulut) pada 11 Oktober 2017 nanti di Kabupaten Minahasa, menargetkan bisa meraih juara umum. Kami menyiapkan atlit sebanyak mungkin yang akan berjuang meraih kemenangan di 16 cabang olahraga.

Hal ini dikatakan Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bitung Moktar Parapaga, pada sejumlah wartawan, Rabu (20/9/2017).

Untuk mencapai target tersebut menurut Parapaga, KONI Bitung akan mengikuti 16 cabang olah raga (cabor) dari 21 cabang yang akab dipertandingkan.

“Ada sekitar 16 cabang yang akan diikuti yakni, sepak bola, tenis meja, tenis lapangan, volly ball putra dan putri, silat, futsal, menembak, bulutangkis, renang laut, lari, tinju, basket, billiyar, wusu, takrauw, dan bridge. "Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa memenuhi target tersebut ," tandasnya.

Lanjut dikatakan calon Bupati Talaud ini, saat ini semua kontingen baik pelatih maupun atlit dan official, sudah dikarantina, untuk mematangkan persiapan. “Target 3 besar dirasa sangat ideal. Oleh karenanya kami sangat optimis mencapainya, sambil memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat kota Bitung,” ujar Parapaga

(Ivan)

TONNY: JEIN TERJUNGAL KARENA POLING SMS RENDAH

insert (Tonny Yo)
METRO MANADO-Wakil Kota Manado dalam ajang Golden Memories Vol. 2 Jein Maringka akhirnya terhenti, dan harus angkat koper kembali ke Manado setelah kalah lewat poling SMS dari penyanyi asal Surabaya dan Bali. Jein Maringka yang hanya memperoleh 31% harus mengakui keunggulan dari dua peyanyi oldies yang memperoleh kiriman SMS lebih tingi yakni 33% dan 38%. Jein pun terlihat kecewa saat Tim Juri menetapkan Jein Maringka sebagai peserta yang mendapat predikat Nostalgia. Sementara itu, pengamat musik Manado Tonny Yo kepada metromanado mengatakan, tersingkirnya Jein Maringka dari ajang Golden Memories Vol. 2 bukan lantaran olahan vocalnya yang tidak baik.”Kita harus mengakui bahwa dukungan terhadap Jein sangat rendah. Jein tersingkir karena poling SMS yang rendah. Bukan karena suaranya yang jelek,”ujar Tonny pemilik Blue Sea Café Manado ini.
Ditambahkan Tonny, Jein Maringka yang membawakan lagu dengan judul Tiada Lagi, lagu yang dipopulerkan oleh Mayang Sari, Jein terlihat santai dan mampu menghayati lagu tersebut. Jika saja penilaian juri mengandalkan penguasaan lagu serta kepiawaian mengolah vocal mungkin hasilnya akan lain. Namun demikian kata Tonny, system penilaian sudah harus seperti itu.”Hasil poling SMS membuktikan kurangnya perhatian masyarakat Manado terhadap dunia music. Ya,,,mungkin bisa dilain kesempatan,”tandas lelaki yang juga pemilik restouran Cita Rasa Baru ini.(jose)

LOMBAN MEMBUKA SOSIALISASI PENCATATAN DAN PELAPORAN KDRT DI KOTA BITUNG


METRO BITUNG- Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban didampingi oleh sekretaris Daerah kota Bitung Drs Audy Pangemanan AP MSi dan ketua harian P2TP2A dr. Rinny Pangemanan Tinangon membuka sosialisasi Pencatatan dan Pelaporan KDRT di Kota Bitung bertempat di Balai Pertemuan Umum kompleks kantor walikota Bitung Rabu (20/9)

Dalam sambutannya Walikota memberi apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang tetap konsisten dalam Visi Misi melaksanakan program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat kota Bitung khususnya para perempuan-perempuan hebat dan anak-anak kita

"tindak kekerasan dalam rumah tangga, hampir selalu kita dengar dan saksikan baik media sosial,  surat kabar,  televisi bahkan disekitar kita yang dialami oleh perempuan dan anak-anak, dalam bentuk tindakan fisik,  psikis,  ekonomi maupun seksual" ujar Lomban

"saya selaku pemerintah berharap semua pihak yang terkait mendapat pedoman dan wawasan sehingga ketika dihadapkan dengan kasus yang ada, kita dapat mengumpulkan data secara akurat,  cepat dan periodik,  sehingga akan dapat dimanfaatkan dalam proses penyusunan kebijakan,  program dan kebijakan,  program dan kegiatan pembangunan perlindungan perempuan dan anak di kota Bitung.  Karena perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,  tetapi tanggung jawab kita bersama" lanjut Lomban

Turut Hadir kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kepala Perangkat daerah,  Anggota Polri Lembaga Masyarakat,  Pengurus  P2TP2A,  dan Pengurus TP PKK.

GUBERNUR SULUT KUNJUNGI PELABUHAN KONTEINER KOTA BITUNG



METRO BITUNG-Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE melakukan peninjauan kapal barang Spil Niken milik perusahaan swasta di terminal pelabuhan konteiner Kota Bitung, Rabu, (20/9/2017).

Dalam kesempatan itu Gubernur mengatakan, kehadiran kapal barang Spil Niken merupakan suatu terobosan yang baru untuk Sulut, khususnya Kota Bitung yang akan menjadi pelabuhan internasional.

“Ini suatu terobasan baru dari pengusaha swasta di Indonesia yang melihat peluang bisnis di Sulut. Perusahaan swasta ini memiliki lima buah kapal barang. Kapal Splil Niken merupakan kapal barang terbesar di indonesia yang panjang sekira 236 meter. Jadi, bisa memuat 2500 konteiner,” ujar Olly Dondokambey.


Lanjut Olly, kapal barang Splil Niken ini akan mengambil jalur-jalur inovatif baru.

“Bukan mengikui jalur yang lama, namun melewat jalur inovatif yang baru dari kalimantan menuju Bitung. Dengan hadirnya jalur baru kapal barang ini tentunya akan mempercepat operasional pelabuhan Bitung menjadi pelabuhan Hub Port di Indonesia Timur,” Ujar Gubernur Sulut

Turut hadir dalam peninjauan kapal barang Spil Niken tersebut, Gubernur Olly Dondokambey didampingi Sekprov Sulut Edwin Silangen, Walikota Bitung M. Lomban, Wawali Bitung Maurits Mantiri serta Kepala SKPD terkait lingkup Pemprov Sulut.

(Ivan)

MANTIRI : TIM PENILAI KOTA SEHAT BITUNG SIAP DINILAI




METRO BITUNG-Bertempat di Ruang Rapat Kantor Walikota Bitung, Wakil Wali Kota Ir. Maurits Mantiri Menerima tamu Tim Penilai Kota Sehat. Senin (18/09/2017)

Mengawali pertemuan tersebut Mantiri menjelaskan kepada tim penilai Kota Sehat bahwa, keberadaan kota Bitung saat ini ketambahan satu tatanan, yaitu tatanan Pertambangan Sehat yang merupakan tatanan baru dan merupakan inovasi untuk tahun ini dalam menunjang Kota Sehat.

“Saat ini kota Bitung ketambahan satu tatanan, yaitu tatanan Pertambangan Sehat, dan ini merupakan tatanan baru yang merupakan inovasi untuk tahun ini dalam menunjang kota sehat, dan kami juga memiliki sejumlah program yang bertujuan untuk menunjang Kota Sehat  seperti MaMa perkasa dan program kesehatan lainnya,” Jelas Mantiri yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Bitung Drs. Audy Pangemanan.

Lanjutnya lagi, Mantiri menyampaikan kota Bitung sudah sangat siap untuk dinilai mengingat predikat Kota Sehat bukan baru kali ini diraih, tapi sudah tujuh kali berturut-turut, oleh karena itu Pemerintah Kota Bitung sudah siap untuk dinilai oleh tim penilai Kota Sehat.

Sementara itu, Adelina mewakili Direktorat Kesehatan Lingkungan Hidup memberikan apresiasi kepada Pemkot Bitung yang telah menyambut dengan baik atas kedatangan Tim Penilai Kota Sehat.

“Tentunya kami sangat berterimah kasih kepada Pemkot Bitung yang sudah menyambut dengan baik, tujuan kedatangan kami untuk turun lapangan karena system penilaian tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni penilaian saat ini dilakukan berdasarkan dokumen yang dikirimkan kepada kami, dan dokumen yang dikirim Pemkot Bitung telah memenuhi syarat untuk dilakukan penilaian, semoga apa yang tertera di dokumen yang telah kami terima sesuai dengan kondisi di lapangan selama penilaian dilaksanakan,“ katanya.

(Ivan)

KOTA SEHAT TAHUN INI PEMERINTAH KOTA BITUNG MENCANANGKAN PROGRAM 5 BERSIH



METRO BITUNG- Bertempat di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban, SE, M.Si didampingi Wakil Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri menghadiri acara verifikasi Kota Sehat. Selasa (19/09/2017)

Mengawali sambutannya Walikota Bitung Maximiliaan Lomban memberikan gambaran secara umun tentang keadaan geografis Kota Bitung.

"Bitung merupakan 1 dari 15 Kabupaten kota yang ada di Sulawesi Utara yg berada dipaling ujung pulau Sulawesi, dan Bitung adalah 1 dari 4 kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara dengan luas 313Km° didalamnya 42,4 % merupakan Hutan Lindung dan Cagar Alam, dengan jumlah penduduk 250ribu jiwa," Ucap Lomban

Iapun melanjutkan untuk masa kepemimpinanya bersama dengan Wakil Walikota Bpk. Maurits Mantiri mereka mengusung Visi yaitu "Bitung yang maju berdaya saing, berbudaya, dan sejahtera, serta mnjadi titik simpul dan pintu gerbang indonesia di kawasan Timur Indonesia"

"Visi ini diambil karena sesuai dengan rencana Nasional yg ingin menjadikan Indonesia sebagai pintu gerbang di Asia timur dan Pasifik, dari Visi ini dikembangkan lagi menjadi 6 misi pokok dan yang paling menonjol yaitu pembangunan bidang SDM dan keamanan publik," Ujar Lomban

Lomban juga mengatakan sebagai kota sehat pada tahun 2017 ini Pemerintah Kota Bitung telah mencanangkan Program 5 Bersih, Yaitu

- Bersih di udara
- Bersih di atas tanah
- Bersih di bawah Tanah
- Bersih di laut, dan
- Bersih aparatur Negara

"Semua program ini sudah berjalan dan sudah sementara di realisasikan, dan sebagai wujud dari kepedulian masyarakat Kota Bitung akan kebersihan lingkungan, sampai tahun ini terhitung sejak tahun 2007, secara berturut-turut Kota Bitung telah meraih 11x Piala ADIPURA.

Menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Bitung akan antusias dari masyarakat yang menghargai serta mengkuti setiap program dari pemerintah kota akan kebersihan lingkungan.

Sehingga menjadi Motivasi yang besar bagi kami sebagai Pemerintah Kota Bitung untuk memberikan yang terbaik serta terus menanamkan budaya sehat kepada seluruh warga masyarakat kota Bitung.

Sebagai salah satu program akan kebersihan lingkungan, pemerintah Kota Bitung telah berupaya untuk mengurangi pembuangan sampah secara tidak beraturan dengan mencanangkan program bebas sampah plastik.

Dan dalam merealisasikan program tersebut telah di upayakan oleh pemerintah, untuk setiap ivent tidak lagi menggunakan Aqua gelas sebagai tempat minum, melainkan oleh pemerintah telah menyediakan Air Galon dan gelas. Dengan begitu tidak ada lagi sampah-sampah plastik sejenis Aqua gelas yang berserakan dimana-mana". Pungkas Lomban

Diakhir sambutannya Lomban mengatakan menjadi harapan yang besar bagi Pemerintah Kota Bitung terutama Walikota dan Wakil Walikota dalam masa kepemimpinan mereka, untuk bantuan kartu BPJS dapat diberikan secara merata kepada semua masyarakat Kota Bitung, mengingat kesehatan sangatlah penting dan mahal sehingga nantinya tidak ada lagi masyarakat yang beralasan tidak memiliki uang untuk berobat.

"Dan apresiasi yang sangat besar kami berikan kepada seluruh Dinas Kesehatan beserta seluruh Staff kesehatan Kota Bitung untuk dedikasi yang besar serta terus memberikan pelayanan terbaik kepada Masyarakat Kota Bitung," kunci Lomban

Ditempat yang sama, adapun yang disampaikan dalam sambutan tambahan oleh Direktur Kesehatan Lingkungan Dr. Imran Agus Nurali, Sp, Ko

"Harus banyak belajar dari mereka berdua" Itulah kutipan yang dikatakan oleh Dr. Imran Nurali

Dalam sambutannya beliau mengatakan rasa bangganya kepada Pemerintah Kota Bitung lebih khususnya kepada Walikota dan Wakil Walikota untuk setiap program pemerintah yang telah berhasil di tanamkan kepada Masyarakat Kota Bitung.

"Apresiasi yg tinggi juga diberikan kepada Pemerintah Kota Bitung yang sudah Melaksanakan Cyber pungli lebih dulu sebelum adanya program dari Pemerintah Nasional," Ucap Nurali

(Ivan)

KEMENPAN-RB DAMPINGI PEMKOT MANADO SUSUN SAKIP

METRO MANADO-Selasa (19/09/2017), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam rangka penyusunan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), bertempat di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado.
Acara yang dibuka Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA melalui Asisten III bidang Administrasi Umum Frans Mawitjere SH itu, diikuti para pejabat Perangkat Daerah (PD), Camat dan Kepala Bagian di lingkup Pemkot Manado. Hadir sebagai supervisor dalam kegiatan tersebut, Asisten Deputi Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Wilayah III Naptalina Sipayung SH bersama tim. “Kami banyak memberikan masukan kepada Menteri PAN-RB terkait penataan birokrasi pemerintahan agar berjalan baik dan sesuai harapan Pak Presiden Joko Widodo. Dan kami memberikan pendampingan kepada Pemerintah Daerah, karena banyak terjadi pelampauan anggaran yang berujung pada tidak efektifnya pengelolaan pemerintahan,” tandas Sipayung, seraya memberikan apresiasi terhadap kehadiran pejabat Pemkot Manado dalam acara itu yang dirasakan sangat serius. Menurutnya, langkah-langkah dalam reformasi birokrasi memerlukan komitmen pemimpin yang kuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membentuk Tim Reformasi Birokrasi. Langkah awal yang harus dilakukan yakni dengan menetapkan Road Map yang mencakup 8 area perubahan dan menerapkan manajemen berbasis kinerja. Selanjutnya, upaya dan hasil secara berkala, termasuk quick wins juga harus diinformasikan. Sedangkan, monitoring dan evaluasi melalui Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) harus dilakukan sebagai tindak lanjut hasil review tersebut. “Nilai akhir bukanlah suatu ukuran, tetapi pelaksanaan dan implementasi reformasi birokrasilah yang menjadi penilaian,” tukas Sipayung. Dikatakan, sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah, KemenPAN-RB RI telah menugaskan Tim Evaluator guna mengevaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi di Pemkot Manado. “Instansi yang telah melakukan reformasi birokrasi harus dirasakan dan diakui oleh publik ataupun masyarakat dan dapat dibuktikan melalui survei internal dan eksternal,” tandasnya. Sementara itu, Walikota GSVL dalam sambutannya melalui Asisten III Frans Mawitjere menginstruksikan kepada seluruh unit kerja di jajaran Pemkot Manado untuk memberikan akses data dan informasi yang dibutuhkan oleh tim evaluator. Melakukan koordinasi serta membantu pelaksanaan evaluasi dalam mengumpulkan dan menyampaikan data kepada tim evaluator. “Mengkoordinasikan pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi agar tercapai perbaikan pelaksanaan reformasi birokrasi di jajaran Pemkot Manado kedepannya,” ujarnya.
Selain itu, tambah Walikota GSVL, Reformasi birokrasi merupakah salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur. “Melalui reformasi birokrasi, dilakukan penataan terhadap sistem penyelangggaraan pemerintah dimana uang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga reformasi birokrasi menjadi tulang punggung dalam perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandas orang nomor satu di Manado itu. Lanjut dikatakan, untuk tahun 2017 ini, Pemkot Manado bertekad memperbaiki nilai SAKIP. Berdasarkan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) SAKIP, KemenPAN-RB RI menetapkan Nilai Hasil Evaluasi tahun 2016 untuk Pemkot Manado mencapai angka 68,32 dengan Tingkat Akuntabilitas Kinerja dengan Nilai B.
“Nilai B yang diraih Pemkot Manado memang sama dengan yang dicapai tahun 2015. Hanya saja evaluasi ini menunjukkan masih banyak hal yang harus dibenahi dalam 5 komponen yang dinilai dalam Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, terutama untuk komponen Pengukuran Kinerja dan Evaluasi Internal. Kami targetkan tahun 2017 ini meningkat, sedapat mungkin naik kategori kalau bisa A. Untuk itu tentu diperlukan komitmen dan kerja keras seluruh Perangkat Daerah dan Aparatur Sipil Negara di jajaran Pemkot Manado,” pungkas Walikota dua periode itu seperti diungkapkan Asisten Mawitjere. Dalam kegiatan yang berlangsung sehari itu dilakukan pengisian kuisioner terkait tata kelola pemerintahan dan layanan publik. Ada 10 Perangkat Daerah yang melaksanakan presentasi dihadapan tim KemenPAN-RB. Hajatan ini sendiri turut didampingi langsung Sekda Drs Rum Usulu, Kepala Inspektorat Drs Hans Tinangon,
Kepala Bapelitbang DR Liny Tambajong dan Kabag Orpad Innov Walelang.(jose)




WALI KOTA BITUNG : PENTINGNYA PERCEPATAN PENGESAHAN RUU KEPALANGMERAHAN



METRO BITUNG- Walikota Bitung Max Lomban menyatakan mendukung penuh percepatan pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Kepalangmerahan. Hak itu disampaikan Lomban disela sela kegiatan Temu Sibat Nasional II diGunung Pancar, Bogor, Jawa Barat, 17 September 2017, lalu.

Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban turut mendukung dan menyuarakan tentang pentingnya percepatan pengesahan Rancangan Undang – undang Kepalangmerahan yang sudah sejak lama diajukan, bahkan sejak 2005 dg nama RUU Lambang diwaktu itu.

“Saya mendesak agar Rancangan Undang Undang Kepalangmerahan ini segera disahkan, mengingat sudah sejak lama PMI didirikan dan berkiprah yaitu 72 tahun dan sampai saat ini belum diatur oleh Undang-undang, baru sebatas Keputusan Presiden, banyak hal berguna bagi masyarakat yg sudah dikerjakan PMI dari Sabang sampai Merauke, dan sungguh sangat disayangkan bila tidak ada jaminan undang-undan,” tukas Lomban yang menerima penghargaan dari PMI terkait komitmen dan kepeduliaannya dalam upaya pengurangan resiko berbasis Masyarakat.

INI SKEMA PELAYANAN HEARING UNTUK MASYARKAT MENURUT SEKRETARIS KOMISI D SONNY LELA

SONNY LELA
METRO MANADO-Sekretaris Komisi D DPRD Manado Sonny Lela kepada metromanado, Senin (09/09/2017) mengatakan, DPRD bukan pengambil keputusan, itu sebabnya dalam setiap kali DPRD menerima aduan dari masyarkat harus menghormati instansi terkait.”Jadi jika ada aduan dari masyarakat terkait berbagai persoalan, maka kita sebagai Anggota DPRD harus mengarahkan masyarakat untuk menyampaikan aduan terlebih dulu kepada instansi terkait. Jadi seperti itu mekanismenya karena DPRD bukan pengambil keputusan,”tegas Lela.

Lanjut dikatakan lela, saat ini pihaknya sedang membuat sebuah skema atau mekanisme pelayanan terhadap masyarakat jika mengadu ke DPRD.”Paling tidak kita sebagai Anggota DPRD punya acuan untuk melayani masyarakat,”tandas politisi partai Golkar Manado ini.(jose)

BENNY PARASAN: GELAR RESES BERSAMA-SAMA TIDAK BERMASALAH

BENNY PARASAN
METRO MANADO-Terkait pemberitaan pelaksanaan reses oleh sejumlah Anggota DPRD yang diduga dilaksanakan secara bersama-sama atau lebih dari satu Anggota yang diduga bermasalah,  dibantah Anggota Komisi B DPRD Manado DR Benny Parasan. Menurutnya penggunaan dana reses sudah diatur lewat Peraturan Pemerinta PP No. 16 tahun 2010 tentang penyusunan Tata tertib (TATIB) DPRD. Dalam keterangannya lewat PP tersebut kata Parasan, bisa dilakukan secara perorangan atau per Daerah Pemilihan. Diapun menjelaskan bahwa yang bertanggungjawab soal reses adalah DPRD dan bukan Anggota DPRD, karena Anggota DPRD hanya diminta hadir dalam reses tersebut, Parasan kemudian mencontohkan mengenai pertanggungjawaban hasil reses dalam rapat paripurna itu disampaikan lewat Dapil masing-masing. “Anggota DPRD kan hanya diminta hadir dalam reses. Artinya penyelenggara reses itu adalah DPRD. Jadi pertanggungjawaban itu adalah DPRD,"ujar Parasan, Senin (18/09/2017) bertempat di ruang Komisi B DPRD Manado. Meski demikian, sebelumnya Parasan menjelaskan bahwa pertanggungjawaban reses itu dilakukan secara sendiri-sendiri atau perorangan. Disisi lain kata Parasan, meskipun dirinya melaksanakan rses secara bersama-sama tetapi pihaknya mengundang setidaknya 2-ratusan konsituen sehingga reses tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara fisik. Kedepan kata Parasan, pihaknya akan menrima kurang lebih Rp50 juta dalam reses yang disebut lemsem dalam setiap kali Anggota DPRD menggelar reses.(jose)

HUT KE-72 PMI, WALIKOTA MANADO GSVL TERIMA PENGHARGAAN PEDULI BENCANA


METRO MANADO-Perhatian kusus yang ditunjukan Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA tentang upaya penanggulangan bencana dan aksi-aksi kemanusiaan di Kota Manado ternyata mendapat perhatian khusus pihak Palang Merah Indonesia (PMI) pusat.


Buktinya, orang nomor satu di ibukota Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) itu dinilai sebagai pembina dan penggerak program tangguh bencana, sehingga diundang PMI Pusat untuk menerima penghargaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 PMI di Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat tepat Minggu (17/09/2017) hari ini.


Penghargaan Peduli Bencana berbasis Masyarakat serta Peduli Kemanusiaan diserahkan Ketua PMI Pusat Prof DR Ginanjar Kartasasmita. "Terima kasih saya atas nama pemerintah dan Walikota Manado atas penghargaan yang diberikan PMI Pusat. Penghargaan ini tentunya didedikasikan kepada masyarakat Kota Manado, yang berperan aktif membantu pemerintah kota dalam upaya penanganan bencana yang pernah terjadi di Manado, serta dukungan masyarakat atas aksi-aksi kemanusiaan yang dilakukan di Kota Manado," ujar Walikota GSVL.


Lebih dari itu, sebagai orang yang percaya kepada Kemahakuasaan Tuhan, Walikota GSVL meyakini berbagai penghargaan yang diterima dimasa pemerintahan dirinya bersama Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE semata-mata karena anugerah Tuhan.


"Penghargaan yang diterima Kota Manado selama ini, saya yakin karena doa masyarakat sehingga Tuhan memberikan anugerahNya bagi kita semua serta tak lepas peran serta semua kepala Perangkat Daerah dan ASN yang ada. Saya ajak mari kita bersyukur kepada Tuhan atas penghargaan ini, dan mari kita terus berinovasi dan buat karya terbaik untuk warga Kota Manado," tukas suami tercinta Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA yang juga Ketua PMI Kota Manado. Tak lupa juga Walikota GSVL yang turut didampingi mantan Ketua PMI Sulut James Karinda SH mengajak masyarakat Kota Manado, untuk terus memberikan dukungan dalam pelaksanaan pemerintahan dengan menjaga keamanan, kebersihan dan kerukunan di kota ini.(jose)

WALIKOTA DAN WAWALI MANADO GSVL-MOR APRESIASI PRESTASI DIRAIH UTUSAN MANADO DI AJANG PEMILIHAN NNS 2017


METRO MANADO-Walikota dan Wakil Walikota Manado DR GS, Vicky Lumentut dan Mor Bastian SE, memberikan apresiasi kepada tiga utusan Kota Manado dalam ajang pemilihan Nyong dan Noni Sulut (NNS) 2017, yang digelar di balroom Grand Kawanua Mapanget Sabtu (16/09/2017). Diketahui, tiga utusan Kota Manado dalam ajang malam final pemilihan Nyong dan Noni Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan dengan meraih tiga penghargaan sekaligus.


Meski dengan persaingan yang sangat ketat dari 15 kandidat utusan kabupaten/kota se-Sulut, ketiga wakil Manado dalam iven bergengsi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Propinsi Sulut itu, masuk enam besar. Bahkan utusan Manado Keisye Mawey dinobatkan sebagai Noni Sulut tahun 2017,


sedangkan dua utusan lainnya masing-masing William Setiawan meraih harapan dua Nyong Sulut 2017 dan Stevani Ticoalu meraih predikat harapan tiga Noni Sulut 2017. "Dengan prestasi yang dicapai utusan Kota Manado di ajang pemilihan Nyong Noni Sulut 2017, Pak Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wawali Mor Dominus Bastiaan SE sangat gembira menyambut prestasi yang ditorehkan putra putri kota Manado itu.


Apalagi, perjuangan untuk menduduki gelar tertinggi sebagai Noni Sulut 2017 dan gelar lainnya tidaklah mudah," ujar Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah Kota Manado Steven PDA Runtuwene SSos yang juga Juru Bicara Pemerintah Kota Manado, Minggu (17/08/2017).


Menurutnya, utusan Manado dalam kompetisi Nyong Noni Sulut 2017 merupakan peraih Nyong dan Nona Manado tahun 2016 lalu.


"Tentunya dari sisi kualitas tidak bisa diragukan, karena yang kita utus untuk ikut kompetisi pemilihan Nyong Noni Sulut 2017 adalah mereka yang meraih predikat Nyong Nona Manado 2016 yang tentunya sudah banyak pengalaman. Dan semoga kedepan, ketiga utusan Kota Manado itu bisa lebih berprestasi ditingkat nasional bahkan internasional nantinya," tukas pejabat yang akrab dengan kalangan pers itu.(jose)

TIDAK DIKETAHUI DPP-PG. PLT 4 KETUA DPD-II PARTAI GOLKAR DI SULUT DIANGGAP CACAT HUKUM

METRO MANADO-Penonakifan sejumlah Ketua DPD-II Partai Golkar Sulut oleh Vreeke Stevanus Runtu yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPD-I Partai Golkar Sulut dinilai oleh para kader Golkar di jajaran DPD-II PG Manado dinilai cacat hukum dan tidak mendasar. Pasalnya, saat menggelar pleno sekaligus melakukan Plt 4 Ketua DPD-II tidak mengacu pada aturan dan tanpa rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP-PG). Sebagaimana disampaikan oleh salahsatu kader PG Manado, alasan penggantian Ketua DPD-II sama sekali tidak diketahui pihak DPP-PG.”Sebagai kader Golkar Manado, kami tetap mengakui Drs Danny RWF Sondkh sebagai ketua DPD-II PG Manado, dan hinga kini seluruh jajaran PG Manado masih sangat solid. Dan kami tidak mengakui Yongky Limen sebagai Plt Ketua PG Manado,”ujarnya.

Diketahui Pelaksana tugas (Plt) Partai Golkar Sulut Drs Hamka Kady MS, Jumat (15/09/2017) telah membacakan 4-SK Plt Ketua DPD-PG dalam rapat yang digelar di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center, Jumat (15/9/2017), dimana salahsatu yang di Plt adalah Ketua DPD-II PG Manado Drs Danny RWF Sondakh kepada Yongky Limen.

Tak ketinggalan Drs Denny Wowiling MSi yang juga di Plt juga angkat bicara dan menyatakan SK-Plt dari Vreeke Runtuh dianggap cacat dan tidak sesuai prosudur.
Menurutnya, sesuai penyampaian Koordinator Bidang (Korbid) Organisasi dan Daerah DPP Partai Golkar Freddy Latumahina didampingi Sekbid Hakim Komarudin, bahwa DPP-PG tidak pernah menerima surat atau pemberitahuan mengna adanya Plt sejumlah Ketua DPD-II PG di Sulut, Itu sebabnya kata Dewo mengutip pernyataan Latumahina, bahwa SK tersebut cacat procedural dan ilegal karena diterbitkan tidak sesuai dengan roh dan semangat AD/ART Partai Golkar.
Disisi lain, pengurus DPD-II PG Manado itu, mengakui keputusan DPP-PG mengenai penunjukan Fredy Latuhahina selaku Plt Ketua DPD-I PG Sulut. Diakhir wawancara sumber meminta agar seluruh kader PG-Manado tetp merapatkan barisan dan mengakui Drs Dany RWF Sondakh selaku Ketua DPD-II PG Manado.(jose)

SEKOLAH SUNGAI KOTA BITUNG HADIRKAN FASILITATOR NASIONAL




METRO MANADO-Bertempat di Riverside Adventure Camp (RAC) Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari, Sekolah sungai Indonesia untuk gerakan pengurangan bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Kota Bitung menghadirkan Fasilitator Nasional elektrolisa air hujan Sri Wahyuni. Sabtu (16/09/2017) pukul 10:00

Pada kesempatan itu selaku fasilitator, Sri wahyuni mempraktekkan sebuah alat sederhana yang dibuatnya dan juga mengajarkan bagaimana cara pembuatan alat tersebut. Alat itu berfungsi sebagai instalasi air minum yang memanfaatkan teknologi sederhana. Air hujan yang ditampung diolah dengan penyetruman agar menjadi air layak minum tanpa harus dimasak.

"Hasilnya sama, airnya tidak bau dan sama-sama jernih, alat instalasi rumah tangga ini relatif murah saya berharap setiap rumah tangga bisa miliki alat seperti ini," Ujar Wahyuni.

Kegitan ditutup dengan Arungi jeram sungai girian (Tubing) dengan jarak tempuh kira-kira 1 jam dipandu oleh para ahli tubing crew RAC dilengkapi safety helm dan pelampung.

(Ivan)

HUT POLISI LALU-LINTAS KE-62, POLANTAS POLRES BITUNG GELAR BAKSOS




METRO BITUNG- Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Polisi Lalu Lintas ke-62 yang jatuh pada tanggal 22 September 2017 depan ini, Satuan Lalu Lintas Polres Bitung menggelar kegiatan bakti sosial.

Sat Lantas Polres Bitung bersama Warga lakukan bakti sosial dengan  melaksanakan kurfei di rumah ibadah (Gereja dan Masjid) di wilayah kota Bitung. Jumat (15/9/2017) kemarin.


Seiring dengan kegiatan bakti sosial, Sat Lantas Polres Bitung juga  mengunjungi para lansia di panti Werda Kumersot Bitung serta mengunjungi salah seorang warga kota Bitung yang mengalami kehilangan anggota tubuh akibat insiden laka lantas lewat kegiatan Anjangsana hari ini, Sabtu (16/9/2017).

Di panti Werda Kumersot, Sat Lantas Polres Bitung menyerahkan bantuan dalam bentuk bahan kebutuhan pokok yang diterima oleh pihak panti disaksikan oleh Wakapolres Bitung Kompol. Suharman Sanusi, SIK bersama pengurus Bhayangkari cabang Bitung, sedangkan untuk warga korban laka lantas, diberikan bantuan berupa kursi roda yang saat penyerahan turut disaksikan oleh keluarganya.


"Dalam rangka HUT Polantas ke-62 tahun ini, saya berusaha untuk lebih dekat dengan warga masyarakat khususnya warga masyarakat kota Bitung lewat kegiatan bakti sosial", tutur Kasat Lantas Polres Bitung AKP. Andri Permana, SIK ketika di konfirmasi.

Lanjut Kasat Lantas, "Semoga lewat kegiatan bakti sosial ini, saya berharap warga masyarakat dapat menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas". (Ivan)

PEMERINTAH KOTA BITUNG TERIMA KUNJUNGAN KERJA KOMISI VII DPR-RI


METRO BITUNG-Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Walikota Bitung, Walikota Bitung Maximiliaan J. Lomban, SE, MSi bersama Wakil Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri menerima secara langsung rombongan Komisi VII DPR - RI, Hj. Ikwan Datol Adam, SE, Bara Hasibuan, MA beserta rombongan yang melaksanakan Kunjungan Kerja di Kota Bitung. Jumat(15/09/2017)

Dalam kesempatan memberikan sambutan, Walikota Bitung sedikit memperkenalkan Kota Bitung, Lomban menjelaskan bahwa Kota Bitung merupakan Kota Industri dan Perikanan dimana 56% pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung adalah dari hasil Industri dan Perikanan. Lomban juga menjelaskan bahwa Kota Bitung juga sedang dalam proses pengembangan dalam sektor Pariwisata yang merupakan kebijakan Pemerintah ketika sektor Industri dan Perikanan sedang menurun akibat terkena dampak moratorium sehingga sektor Pariwisata menjadi pilihan untuk mengimbangi penurunan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Bitung.

Lomban juga memberikan sedikit penjelasan perihal Kota Bitung yang berprogres dengan International Hub Port (IHP) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI tentang Poros Maritim dan Tol Laut yang sedang berlangsung di Indonesia sehingga menjadikan Kota Bitung sebagai portal dan Pintu Gerbang Internasional di kawasan Timur Indonesia dengan estimasi jarak dan biaya yang lebih rendah dan beban logistik yang ada di pulau Jawa.

"Kami selaku Pemerintah Kota Bitung menyambut baik kunjungan kerja dari Komisi VII DPR - RI serta merasa bangga jika Kota Bitung dapat menjadi salah satu destinasi Kunjungan Kerja, kami berharap Komisi VII DPR - RI dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bitung serta bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat sehingga dapat menyamakan persepsi demi memajukan Kota Bitung sebagai ujung tombak Indonesia di kawasan Indonesia timur." tutur Lomban

Lomban berharap nantinya Dua Mega Proyek yang sedang berlangsung dan nantinya akan rampung pada tahun 2019 nanti dapat memberikan kontribusi yang tinggi untuk kemajuan bangsa Indonesia dan Kota Bitung dalam skala lokal.

Turut hadir Kepala Perangkat Daerah Kota Bitung, unsur Forkopimda, ASN dan THL.


(Ivan)

WARGA KOTA MANADO BAKAL SANDINGKAN GELAR WALIKOTA DAN KOTA TERBAIK SE-INDONESIA

METRO MANADO-Setelah Dilakukan Pleno tahap kedua terpilih enam Kabupaten dan Kota terbaik di Indonesia yang akan melanjutkan ke tahap penilaian ketiga yaitu visitasi atau kunjungan ke masing–masing daerah.
Keenam kabupaten dan kota tersebut yakni Kabupaten Banyuwangi, Kota Bogor, Kabupaten Jepara, Kota Manado, Kota Semarang dan Kota Surabaya. Demikian informasi yang diperoleh dari Sekretariat Penghargaan Inovasi Pemanfaatan IG, Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial, BIG Gedung D Lantai 2 Jalan Raya Jakarta Bogor KM 46, Cibinong Bogor.


“Jadi jika Kota Manado terpilih sebagai kota terbaik se-Indonesia, maka Warga kota Manado bakal sandingkan dua gelar sekaligus yakni Walikota terbaik se-Indonesia yang disandang DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan gelar Kota terbaik dibawah kepeminpinan Walikota GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE,”ujar sumber resmi yang enggan dimediakan namanya.


Sementara itu, Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA  mengaku baru mengetahui informasi tersebut. Meski demikian, orang nomor satu di Manado itu bersyukur jika Kota Manado bisa meraih penghargaan inovasi pemanfaatan informasi geospasial itu. "Saya juga baru dapat informasi jika kota Manado adalah salah satu dari enam kabupaten/kota di Indonesia yang masuk pada tahap penilaian selanjutnya. Penghargaan ini akan menjadi pemicu semangat untuk bekerja lebih baik bagi Kota Manado," ujar Walikota GSVL.


Penganugerahan penghargaan inovasi pemanfaatan informasi geospasial merupakan bentuk apresiasi BIG kepada simpul jaringan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan tujuan untuk memotivasi, memperkuat dan membangun semangat Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam mengembangkan pemanfaatan informasi geospasial yang inovatif. "Pengembangan gagasan baru maupun penyempurnaan aplikasi yang sudah ada, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta produktivitas kinerja lembaga serta memenuhi harapan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan. Kekhasan inovasi yang dikembangkan, menjadi kekuatan pendorong untuk memfasilitasi penyediaan informasi geospasial yang mutakhir dan dapat diakses oleh pengguna lainnya," ungkap sumber tersebut.


Pemanfaatan informasi geospasial oleh berbagai sektor semakin meningkat seiring kemudahan dan kecepatan teknologi berbasis spasial. Inisiatif penyediaan informasi gespasial telah banyak dilakukan secara mandiri oleh Pemerintah Daerah. Informasi geopasial menjadi kebutuhan mendesak bagi Pemerintah Daerah mengingat perencanaan berbasis spasial lebih efektif dan efisien apabila dibandingkan dengan perencanaan secara kualititatif. Undang-Undang No 4 Tahun 2014 tentang Informasi Geospasial khususnya pasal 2 huruf (c) dan pasal 2 huruf (f) menyebutkan bahwa Informasi Geospasial diselenggarakan berdasarkan asas keterbukaan dan kemanfaatan. Semakin mudahnya akses dan pertukaran terhadap informasi geospasial, proses pengambilan keputusan dapat berjalan dengan cepat dan tepat. Menjadi hal yang sangat penting bahwa Informasi Geospasial yang sudah dihasilkan oleh Instansi Pemerintah dapat dimanfaatkan dalam tata kelola pemerintahan secara maksimal.(jose)