Berita Populer

RAKER & EVALUASI PROKES SULUT SEPAKATI 19 REKOMENDASI

Para Juara Lomba Inovasi Layanan Kesehatan Tingkat Sulut
METRO MANADO.  Rapat Kerja dan Evaluasi Program Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara Tahun 2018 di Hotel Paninsula Manado (17/10-2018), menghasilkan 19 Rekomendasi bersama.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Utara, dr. Debby Kalalo, M.Si. dalam arahan penutupan Raker dan Evaluasi Program Kesehatan Propinsi Sulut, sangat berharap agar semua pihak lingkup Dinas Kesehatan dapat mengimplementasikan seluruh hasil Rekomendasi yang disetujui bersama.

Sejumlah rekomendasi penting diantaranya : Mengejar pencapaian Case Detecting Rate TB lewat pemanfaatan data keluarga dari program PIS-PK.

Meningkatkan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di tingkat Puskesmas sehingga terbentuk hard immunity.  Komitmen Kabupaten / Kota untuk program " Mata Sehat Mata Hebat" dan "  Anda Tidak Sendiri".

Percepatan pencapaian target Akreditasi Puskesmas dan Rumah Sakit.  Mendorong Puskesmas untuk menciptakan inovasi pencegahan stunting.  Dan memastikan implementasi Pergub Sulut No. 21/2017 Tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan di Sulut.

Pararel dengan kegiatan ini, di bagian samping ruang pertemuan nampak berjejer rapih papan banner yang menyajikan hasil inovasi layanan kesehatan dari Kabupaten /  Kota yang dinilai paling inovatif.

Dari 5 Kabupaten yang lolos seleksi dan ikut dalam lomba layanan inovatif yaitu : Kab. Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minhasa Utara, Kabupaten Bolmong Utara, Kabupaten Bolmong Timur, Kabupaten Bolmong Selatan.

Hasil penilaian yang dipimpin langsung Kadis Kesehatan Sulut, dr. Debby Kalalo.M.Si. memutuskan Juara III dari Sangihe, Juara II Kabupaten Minut dan Kabupaten Boltim berhak atas Trophy Jura I . ( Jansen)

BOLTIM TERBAIK TINGKAT SULUT KARENA "LABABA"

Kadis Kesehatan Boltim Menerima Trophy Juara I


METRO BOLTIM.  Akhirnya Kabupaten Bolmong Timur dinobatkan sebagai yang terbaik lewat layanan kesehatan paling inovatif Tingkat Propinsi Sulawesi Utara Tahun 2018.

Dengan program inovatif "LABABA" (  Lahir Bayi Bawa Akte ) sehingga Bolmong Timur dinobatkan sebagai Juara I Tingkat Propinsi Sulut,  menyisihkan 4 Kabupaten lainnya dalam ajang lomba Inovatif Layanan Kesehatan Tingkat Sulut Tahun 2018.

Eko Marsidi, M.Kes.ME. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong Timur menjelaskan, " LABABA" sebagai bentuk layanan kesehatan Jampersal yang dilaksanakan di Puskes Nuangan sebagai pilot projeck.

"LABABA" sendiri adalah hasil komitmen bersama antara Puskesmas dan Dinas Capilnduk yang telah berjalan selang 1 Tahun belakangan ini, tanpa dipungut biaya sepeserpun baik saat proses persalinan maupun penerbitan Akte Lahir sang bayi.

Lanjut Eko, untuk mendapatkan layanan program LABABA maka hanya dibutuhkan persyaratan KTP ibu dan ayah serta Kartu Keluarga. Setelah proses administrasi selesai maka si bayi saat keluar dari Pukesmas langsung membawa Akte kelahiran yang diterbitkan Dinas Capilnduk.

Program ini sekaligus dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melaksanakan proses persalinan di Faskes ketimbang melalui Dukun Persalinan yang belum tentu terjamin kesehatan dan keselamatan persalinan.

Dampaknya langsung terasa dengan meningkatnya kunjungan persalinan di Faskes sebesar 80,90 %. Jelas Eko usai menerima Trophy Juara I yang diserahkan dr. Debby Kalalo,M.Si selaku Kadis Kesehatan Sulut dalam Raker dan Evaluasi Prokes  Sulut Tahun 2018 (17/8-2081) di Paninsul Hotel Manado . ( jansen)

"RICAROA" PUSKES AIRMADIDI JUARA II INOVASI LAYANAN KESEHATAN

dr. Debby Montung,M.Kes. Kapus Airmadidi


METRO MINUT.  "RICAROA" Puskesmas Airmadidi Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara dinobatkan sebagai salah satu layanan kesehatan yang Inovatif tingkat Propinsi Sulawesi Utara Tahun 2018.

"RICAROA" kalau didunia kuliner merupakan makanan khas di Minahasa Utara yang terbuat dari bahan dasar Ikan Roa alias ikan Julung yang telah dikeringkan melalui proses pengasapan, kemudian diolah menjadi Sambal Ikan Roa alias Rica Roa.

Namun racikan "RICAROA" menjadi sajian yang berbeda ditangan trampil ibu-ibu di Puskesmas Airmadidi, yang dikomandani dr. Debby Montung, M.Kes. selaku Kapus Airmadidi.

Filosofi "RICAROA"  kemudian dijadikan program inovatif dengan diberi label " Cegah Stunting Dengan RICAROA " yaitu gerakan lincah atasi resiko anak Stunting. Jelas Kapus Airmadidi, dr. Debby Montung, M.Kes. yang didampingi dr. Indriaty Masloman.

"RICAROA" sendiri dijabarkan dalam program layanan kesehatan inovatif untuk mencegah Stunting, yaitu : R = Remaja putri dapat tablet tambah darah, I = Ibu hamil KEK dapat PMT.  C= Cepat penanganan penyakit lainnya.  A = Anak gizi buruk dan gizi kurang dapat perawatan PMT.
dr.Debby Kalalo Menyerahkan Tropy Juara II,  diterima dr. Indriaty Masloman.

Kemudian, R =  Rumah sehat dengan air bersih dan jamban sehat. O = Obat cacing diberikan pada Balita 6 bulan sekali.  A = Anak ditimbang di pos yandu dan dapat suntikan imunisasi lengkap.

Ditabahkan, Montung,  diwilayah kerja Puskes Airmadidi ada sekitar 20 % anak  yang mengalami stunting, sehingga pihaknya berkomitmen untuk " Tidak ada Stunting diantara kita melalui program RICAROA dengan melibatkan berbagai sektor terkait."

Peyerahan Trophy sebagai pemenang Juara II Lomba layanan Kesehatan Kreatif Tingkat Propinsi oleh DR. Debby Kalalo. M.Si , Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulut saat penutupan Raker dan Evaluasi Program Kesehatan Propinsi Sulut (17/10-2018) di Peninsula Hotel Manado.( jansen)


SOAL PENGEMBOSAN BAN KENDARAAN PARKIR LIAR. PEMKOT GELAR RAPAT BERSAMA FORUM LALIN


METRO MANADO-WAKIL Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE mewakili Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA memimpin rapat Forum Lalu Lintas membahas aturan dan penindakan pelanggar lalu lintas dengan penggembosan dan penderekan kendaraan yang parker tidak sesuai aturan, bertempat  di ruang rapat Kantor Walikota Manado, Senin (15/10/2018) siang tadi.
Dalam rapat tersebut, Wawali Mor Bastiaan mengatakan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas yang memarkir kendaraan tidak pada tempatnya melalui penggembosan atau kempis ban kendaraan sampai di derek, merupakan salah satu bentuk efek jera.

Olehnya, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak ada yang merasa dirugikan dengan aturan tersebut. “Sebelum dilaksanakannya penindakan ini, tentunya harus ada sosialisasi dulu kepada masyarakat agar masyarakat tahu dan tidak melakukan pelanggaran. Perlu dilakukan pula pemetaan wilayah mana yang boleh parkir dan mana yang tidak boleh parkir,” ujar Wawali Mor Bastiaan.

Dirinya berharap agar sebelum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang penggembosan dan penderekan dalam Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 4 Tahun 2018, harus ada kesiapan teknis termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

“Untuk menjalankan aturan ini, harus ada kesiapan teknis dan SDM. Manual book SOP dalam menjalankan peraturan ini harus ada, agar petugas di lapangan tahu apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh,” tandas Wawali Mor Bastiaan. Dalam rapat tersebut juga dibahas tentang pembangunan halte pada beberapa titik serta kemungkinan adanya Pos Polisi di Jalan Piere Tendean dan Pos Mobile. “Tentang infrastruktur harus dikaji lagi, kita akan buat Halte dibeberapa titik, Dan kalau memungkinkan dibuat Pos Polisi di Jalan Piere Tendean. Juga ada rencana diadakan Pos Mobile agar bisa mobile atau jalan dan tidak diam disuatu tempat,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Manado Nortje Van Bone, anggota DPRD Manado Lily Binti, Kepala Dinas Perhubungan Manado M Sofyan, Organda, Perum Damri, unsur TNI dan akademisi, serta anggota Forum Lalu Lintas Kota Manado.(jose)

KETUA DPRD NVB HADIR DLAAM RAPAT BERSAMA FORUM LALIN MANADO


METRO MANADO-Ketua DPRD Manado Noortje Henny Van Bone, menghadiri rapat bersama Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE dan Forum Lalulintas Kota Manado.
Rapat tersebut membahas mengenai upaya Dinas perhubungan Manado dalam menertibkan kendaraan parkir liar, Senin (15/10/2018) bertempat di Kantor Walikota Manado.

Dalam rapat tersebut, Wawali Mor Bastian mengatakan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas yang memarkir kendaraan tidak pada tempatnya melalui penggembosan atau kempis ban kendaraan sampai di derek, merupakan salah satu bentuk efek jera.

Olehnya, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak ada yang merasa dirugikan dengan aturan tersebut. “Sebelum dilaksanakannya penindakan ini, tentunya harus ada sosialisasi dulu kepada masyarakat agar masyarakat tahu dan tidak melakukan pelanggaran. Perlu dilakukan pula pemetaan wilayah mana yang boleh parkir dan mana yang tidak boleh parkir,” ujar Wawali Mor Bastiaan.

Dirinya berharap agar sebelum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang penggembosan dan penderekan dalam Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 4 Tahun 2018, harus ada kesiapan teknis termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

“Untuk menjalankan aturan ini, harus ada kesiapan teknis dan SDM. Manual book SOP dalam menjalankan peraturan ini harus ada, agar petugas di lapangan tahu apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh,” tandas Wawali Mor Bastiaan. Dalam rapat tersebut juga dibahas tentang pembangunan halte pada beberapa titik serta kemungkinan adanya Pos Polisi di Jalan Piere Tendean dan Pos Mobile. “Tentang infrastruktur harus dikaji lagi, kita akan buat Halte dibeberapa titik, Dan kalau memungkinkan dibuat Pos Polisi di Jalan Piere Tendean. Juga ada rencana diadakan Pos Mobile agar bisa mobile atau jalan dan tidak diam disuatu tempat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Noortje Van Bone, mendukung upaya pemerintah dalam menegakan aturan yang telah ditetapkan lewat Peraturan Walikota (Perwako ) No. 4 tahun 2018.” Saya kira hasil rapat tadi sangat tegas dan normatif. Jika ada kendaraan yang memarkir kendaraan tidak sesuai aturan harus diberikan asnksi, sebagaimana di atur lewat Peraturan Walikota,”tandas Van Bone.(jose)




FLYING INDONESIAN SERAHKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA PALU DAN DONGGALA


METRO MANADO-Salahsatu Club Otomotif di Kota Manado, Flying Indonesian membuktikan diri sebagai bagian terdepan dari club otomotif yang peduli terhadap sesama yang sedang mengalami musibah bencana.
Hal itu mereka buktikan dengan mendatangi Kantor Walikota dan menyerahkan sumbangan untuk korban bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Bantuan Flying Indonesian itu, diterima langsung Walikota Manado DR. Ir. GS Vicky Lumentut. M.Si, DEA, di Lantai II Kantor Walikota Manado, Senin (15/10/2018) sore.

Pada kesempatan itu, Walikota GSVL menyampaikan kebanggaannya terhadap sikap peduli yang ditunjukan personil Club Otomotif yang di pimpin Jandry Kandores itu.

“Saya apresiasi kalian. Ternyata bukang cuma jago di urusan oto-oto (mobil), tapi punya jiwa sosial yang tinggi,” puji walikota dihadapan pengurus Flying Indonesian.

Sementara itu, Ketua Flying Indonesia  (FI) Jandry Kandores menjelaskan, bahwa bantuan yang diberikan berupa 5 unit kompor gas dan regulator, 100 kg beras, puluhan selimut dan bed cover, peralatan masak dan peralatan mandi, pampers, gula, piring, garpu dan sendok serta lainnya. Dijelaskan pula, bahwa bantuan yang diberikan itu, merupakan spontanitas dari pengurus dan anggota FI.

“Ini spontanitas dari kami. Tidak ada penggalangan dana di jalan atau sebagainya. Kalau mau di total kurang lebih Rp10 juta yang kami kumpul, kemudian dibelanjakan barang-barang ini,” kata Kalalo.

Menurutnya, Flying Indonesian kali ini lebih memilih memberikan bantuan berupa peralatan masak dan MCK ketimbang makanan, dengan satu alasan.

“Kami melihat bantuan makanan dan minuman sudah sangat banyak di kirim ke Palu. Makanya kami memilih bantuan yang lain, meski ada juga beras yang kami berikan,” urainya.

Saat menerima bantuan, Walikota GSVL didampingi beberapa pejabat diantaranya Kadis Sosial Drs Sammy Kaawoan, Kasat Pol PP Xaverius Runtuwene, Kabag PemHum Steven Runtuwene dan Kasubag Protokol Toar Lumy yang juga anggota Flying Indonesian.(jose)


MSPC SABET JUARA UMUM DI GELARAN MANADO BATTLE SOUND SYSTEM MEGAMAS


METRO MANADO-Kawasan Megamas Manado, minggu, (14/10/2018) dihebohkan dengan gelaran Manado Battle Sound System 2018. Itu karena dentuman music yang disaji sejumlah komunitas Sound System terasa hingga ke jantung setiap warga yang menyaksikan lomba tersebut.

Tidak heran jika kalangan masyarakat terlebih khusus pecinta Sound System memberikan apresiasi kepada Tokoh music Fortino yang sukses menggelar kegiatan tersebut.

Dari pantauan metromanado, di Lapangan basket Megamas, puluhan Komunitas Sound System ikut lebur ditempat tersebut, guna memamerkan kemampuan mereka dalam merakit sebuah sound system yang berkualitas.
Bahkan sejumlah pakar sound system seperti, Sabar Sumino dan Made Astawa yang diketahui berada di kelompok Sound System SESAT, bersama-sama dengan  Minut Sound Player Community (MSPC).mengaku puas melihat suksesnya kegaiatan tersebut.

“Saya kira Tokoh Fortino perlu mendapat apresiasi dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Menilai kekuatan sebuah sound syetem diukur dengan sebuah alat yang canggih sehingga hasil yang didapat dari sebuah rakitan Sound System benar-benar akurat,”kata Made Astasa yang juga Aadalah bagian dari Minut Sound Player Community (MSPC).

Hal senada disampaikan Sabar Sumino. Lelaki yang dikenal sebagai salahsatu Desainer alat music di Manado ini,  mengaku puas dengan hasil lomba yang diikuti sejumlah komunitas Sound System di Sulawesi Utara itu.
“Alat yang kami ikut sertakan dalam lomba mampu menembus angka 127.3 dbc dan 112.4 dba pada alat pengukur dengan jarak 16 meter. Saya kira kita harus puas dengan hasil tersebut, karena ada sedikit trouble di sebagian alat kami saat lomba. Meskipun pada awalnya, kami mempu meraih sebuah hasil yang sangat baik dengan menempati urutan pertama, tetapi ketika masuk pada babak penentuan, alat kami mengalami trouble pada salahsatu bagian alat yang kami gunakan,”kata Sumino kepada metromanado, usai lomba.

Namun demikian kata Sumino, salahsatu alat yang diikutsertakan oleh MSPC mampu menjadi yang terbaik, dengan menyabet juara pertama.” Jadi kami mengikutsertakan beberapa alat, dan dua alat kami meraih juara ke tiga dan juara pertama. Dari hasil tersebut akhirnya menghantar Minut Sound Player Community (MSPC) sebagai Juara Umum,”tandas Sumino.

Kegiatatan tersebut kemudian mendapat tanggapan Wakil Ketua DPRD Kota Manado Drs Danny RWF Sondakh. Kepada metromanado Sondakh mengatakan, langkah Tokoh Fortino dengan menyelenggarakan  Manado Battle Sound System adalah langkah maju.

“Sebagai salahsatu pemerhati sound system, saya tentu perlu memberikan apresiasi atas apa yang sudah digagas Fortino, sebagai salahsatu tokoh paling langkap yang menjual alat-alat musiak di Sulut. Kegiatan tersebut tentu akan merangsang para pencinta sound system di Sulut untuk lebih teliti dalam merakit serta mendesain sebuah alat atau sound system yang berkualitas,”papar Sondakh yang tidak lain adalah Owner DSP Production.

Sementara itu, Leader MSPC, Master Refly Pangemanan mengucap syukur atas ketajaman para tekhnisi MSPC merakit serta mendesain sebuah alat music, dan akhirnya  mampu membawa organisasi meraih prestasi gemilang diajang yang cukup bergengsi.

“Ini patut disyukuri bersama, karena kerja keras kita beberapa bulan terakhir ini akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Salam tetap kompak untuk MSPC dan semua komunitas sound system di daerah ini,”tandas Refly Pangemanan.(jose)

KETUA DPRD MANADO NOORTJE VAN BONE IKUT BERSAMA WALIKOTA DAN WAWALI TERIMA OPINI WTP


METRO MANADO-Ketua DPRD Kota Manado Noortje Henny Van Bone ikut serta bersama Walikota DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wawali Mor Dominus Bastiaan SE, saat  menerima penghargaan dari  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia atas keberhasilan menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017, sehingga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima langsung Walikota DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wawali Mor Dominus Bastiaan SE dari Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Muhdi SE SIP MIS PhD, di ruang kerja Senin (15/10/2018).

Penghargaan tersebut diberikan Kemenkeu RI sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap upaya sungguh-sungguh Pemkot Manado agar terus memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan negara sebagai fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.

Pada kesempatan itu, Walikota Vicky Lumentut menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulut.

“Terima kasih saya selaku Walikota Manado atas penghargaan yang diberikan Menteri Keuangan. Opini WTP yang diberikan BPK RI merupakan hasil kerja keras penyampaian laporan keuangan sesuai akuntabilitas pengelolaan dan pertanggung-jawaban keuangan pemerintah daerah. Kami berupaya bagaimana kami dapat melakukan penyusunan laporan keuangan sesuai kaidah akuntansi keuangan pemerintah,” tukas Walikota dua periode itu.

Lanjut dikatakan Walikota Vicky Lumentut, dengan penghargaan yang diberikan Menteri Keuangan tersebut memicu semangat dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan sistem pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel untuk kesejahteraan masyarakat Kota Manado.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone yang diwawancarai wartawan usai menerima penghargaan tersebut mengatakan, dengan diterimanya opini WTP oleh Pemerintah Kota Manado, telah membuktikan, bahwa pemkot terus melakukan pembenahan terkait pengelolaan keuangan dan asset daerah.
“Ini menjadi penting untuk terus dibenahi, sebab pengelolaan keuangan adalah urat nadi pemerintahan. Salut kepada Walikota dan Wakil Walikota yang terus melakukan pembenahan,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulut Muhdi SE SIP MIS PhD, menjelaskan penghargaan dari Kemenkeu RI itu diberikan kepada 93 entitas Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah Provinsi, Kota, dan Kabupaten di Indonesia.(jose)


TERKAIT PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET. PEMKOT MANADO TERIMA OPINI WTP


METRO MANADO-Pemerintah kota Manado, menerima penghargaan dari  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia atas keberhasilan menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017, sehingga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.


Penghargaan tersebut diterima langsung Walikota DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wawali Mor Dominus Bastiaan SE dari Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Muhdi SE SIP MIS PhD, di ruang kerja Senin (15/10/2018).


Penghargaan tersebut diberikan Kemenkeu RI sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap upaya sungguh-sungguh Pemkot Manado agar terus memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan negara sebagai fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.


Pada kesempatan itu, Walikota Vicky Lumentut menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulut.


“Terima kasih saya selaku Walikota Manado atas penghargaan yang diberikan Menteri Keuangan. Opini WTP yang diberikan BPK RI merupakan hasil kerja keras penyampaian laporan keuangan sesuai akuntabilitas pengelolaan dan pertanggung-jawaban keuangan pemerintah daerah. Kami berupaya bagaimana kami dapat melakukan penyusunan laporan keuangan sesuai kaidah akuntansi keuangan pemerintah,” tukas Walikota dua periode itu.

Lanjut dikatakan Walikota Vicky Lumentut, dengan penghargaan yang diberikan Menteri Keuangan tersebut memicu semangat dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan sistem pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel untuk kesejahteraan masyarakat Kota Manado.


Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulut Muhdi SE SIP MIS PhD, menjelaskan penghargaan dari Kemenkeu RI itu diberikan kepada 93 entitas Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah Provinsi, Kota, dan Kabupaten di Indonesia.

“Ini adalah tindaklanjut dari Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2018 yang digelar Direktorat Jenderal Perbendaharan Negara di Jakarta pada tanggal 20 September lalu. Kami juga telah menyerahkan penghargaan yang sama kepada Walikota Bitung, Walikota Tomohon dan Bupati Minahasa,” ujarnya didampingi Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran Yovi Candra. Turut hadir dalam penyerahan penghargaan tersebut, Ketua DPRD Kota Manado Norce Henny Van Bone dan Kabag Pemerintahan Humas Steven Runtuwene SSos.(jose)

Rawung : Tingkatkan pendapatan keluarga "Yuk Nabung Saham"


METRO BITUNG-Untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemerintah bersama TP. PKK Kota Bitung terus berkolaborasi untuk mengedukasi masyarakat tentang program "Yuk Nabung Saham"

Ketua TP. PKK Khouni Lomban-Rawung mengatakan bahwa program nabung saham ini sejalan dengan program TP. PKK kota Bitung yakni upaya peningkatan pendapatan keluarga dengan mengedukasi ibu-ibu untuk menyisihkan pendapatan mereka dengan menabung untuk masa depan keluarga.

TP. PKK Kota Bitung sendiri sampai saat ini terus berkolaborasi baik dengan Pemerintah kota dan BEI serta dengan bimbingan MNC Securitas terus mengajak dan mengedukasi semua Warga dan keluarga yang tentunya dimotori kaum perempuan untuk menabung saham.

Dengan menjadi Kota pertama yang TP. PKK nya memiliki Galery Investasi BEI di Indonesia kami berharap kedepan selain menjadi kota pelabuhan, perikanan dan pariwisata kota bitung dapat juga menjadi kota investasi karena masyarakat bukan lagi sebagai konsumen suatu produk tetapi sudah menjadi pemilik dari perusahaan-perusahaan besar tersebut, "Yuk Nabung Saham" tutup rawung.

Dihadapan Dirjen Bina Keuangan Daerah, Lomban Paparkan Sistem Pengelolaan Keuangan Kota Bitung



METRO BITUNG-Dalam rangka pemantapan proses pengelolaan keuangan di kota Bitung, Pemeintah kota Bitung menggelar rapat yang dihadiri langsung Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri Drs. Syaifuddin, MM.

Wali Kota Bitung Maximiliaan J Lomban dalam sambutannya mengatakan pengelolaan keuangan pemerintah kota Bitung dari tahun ke tahun terus dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Terkait transaksi non tunai, Lomban mengatakan penerapannya sudah dimulai sejak tahun 2007 saat dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Bitung dan maksimalnya penerpan tersebut mulai tahun 2008.

“Sampai sekarang ini penerapan transaksi non tunai di pemkot Bitung sudah mencampai 90%,” jelasnya.

Penerapan hal tersebut dengan maksud meminimalisir terjadinya pungli (pungutan liar) serta dalam rangka transparansi pengelolaan keuangan. Namun ada beberapa transaksi yang pembayarannya masih dilakukan secara tunai seperti penyerahan bantuan sosial.

Dalam kesempatan itu, Walikota juga menjelaskan pertumbuhan ekonomi kota Bitung tahun 2014 yang naik hingga 7% namun anjlok hingga 3,5% ditahun 2015 diakibatkan merosotnya sektor perikanan yang menjadi primadona perekonomian kota Bitung karena regulasi Kementrian Kelautan Perikanan RI.

“Untuk memulihkan kondisi perekonomian ini, pemerintah kota Bitung berinovasi berinvestasi di sektor pariwisata, “ ujarnya.

Hal ini membuahkan hasil positif sehingga ditahun 2016 kondisi perekonomian merangkak naik menjadi 5% dan sampai tahun 2018 saat ini sudah mencapai 6,5%.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Asisten Setda Kota Bitung, para pejabat jajaran Pemkot Bitung dan instansi terkait lainnya. (Ivan)

PNT. VICKY LUMENTUT PIMPIN IBADAH HUT KE-119 GMIM EBEN HEAZER RANOMERUT


METRO MANADO-Ketua Komisi Pelayanan Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Penatua DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA, Minggu (14/10/2018), menjadi Khadim sekaligus memimpin ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-119 Jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut Wilayah Tandengan Kabupaten Minahasa.

Ibadah syukur dirangkai dengan pengutusan Pdt Yoni Wondal STh dan penerimaan Pdt Deysi Tumiwa STh serta pelantikan pengurus Panji Yosua Jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut. Dalam khotbahnya yang didasarkan pada bacaan Alkitab Kisah Para Rasul pasal15 ayat 22 sampai 34, Penatua Vicky Lumentut mengatakan Media harus digunakan untuk memelihara kehidupan beriman.

Apalagi, perkembangan dunia yang semakin modern ditandai dengan munculnya berbagai peralatan canggih khususnya dalam berkomunikasi, umat Tuhan dituntut untuk peka.

"Sekarang ini, dengan adanya alat-alat komunikasi yang semakin canggih, ada gadget, smart phone, i-phone dan lain sebagainya, menjadi tantangan bagi kita semua. Tidak hanya digunakan untuk kebaikan tetapi juga digunakan untuk hal-hal yang tidak baik seperti menyebarluaskan berita-berita yang tidak benar atau hoax. Sekarang ini, kecanggihan alat-alat teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana pembunuhan karakter tetapi bisa jadi alat membunuh manusia secara fisik," ujar Penatua Vicky Lumentut.

Olehnya, umat Tuhan harus mampu menggunakan kemajuan teknologi untuk menjadi berkat bagi banyak orang. "Sekarang ini, ada Alkitab di handphone kita, itu bisa kita gunakan untuk komunikasi dengan Tuhan, tetapi juga bisa salah persepsi, karena ada juga isi Alkitab yang sudah diutak-atik dan terjemahannya lain. Ini yang sangat berbahaya," tukas orang nomor satu di Manado itu.

Dirinya juga mengingatkan pada perayaan HUT ke-119, Jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut, agar jemaat Tuhan bisa bertumbuh dan berkembang ditengah kondisi dunia yang penuh tantangan dewasa ini.

"Selaku jemaat Tuhan, di ulang tahun ke-119, Jemaat Eben Haezer Ranomerut diajak untuk memanfaatkan teknologi canggih yang ada untuk menjadi alat kesaksian seperti yang dilakukan Paulus kepada Jemaat di Antiokhia," tandas Penatua Vicky Lumentut.

Selain itu kata GSVL, keselamatan yang diberikan Tuhan adalah milik semua orang tidak hanya orang Yahudi, karena Yesus Kristus telah menebus dosa manusia dengan darahNya.

"Keselamatan itu adalah kasih karunia Tuhan. Semua bangsa termasuk bangsa Indonesia juga kita di Minahasa telah diselamatkan oleh Tuhan. Olehnya, kita bersyukur dan mengucap terima kasih kepada Tuhan, serta ikut menjaga kekudusan hidup ini," tukas Penatua Vicky Lumentut, seraya menyampaikan selamat HUT ke-119 Jemaat GMIM Eben Haezer Ranomerut.
Dalam ibadah tersebut, dilakukan pelantikan pengurus Panji Yosua GMIM Eben Haezer Ranomerut serta pengutusan Pdt Yoni Wondal STh dan penerimaan Pdt Deysi Tumiwa STh.

Sebagai tanda syukur, Khadim Penatua Vicky Lumentut bersama Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Eben Haezer Ranomerut Pdt Refly Tiwa STh serta para pendeta pelayanan memasang dan meniup lilin ulang tahun. Tampak mendampingi Walikota Vicky Lumentut, sejumlah kepala Perangkat Daerah dijajaran Pemerintah Kota Manado diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Manado Ir Royke Mamahit, Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Steven Runtuwene SSos, staf khusus Pnt Drs Arie Turangan dan Dirum PD Pasar Alwin Rondonuwu SE.(Pemhum/ jose)

INI PERNYATAAN DIRUT PD. PASAR FERY KEINTJEM TERKAIT PEMASANGAN PORTAL PASAR BERSEHATI


METRO MANADO-Pemasangan portal masuk pasar bersehati beberapa waktu lalu menjadi viral di Medsos. Hal itu kemudian mendapat tanggapan Wakil Ketua Komisi B Pingkan Nuah, yang intinya meminta agar pihak PD Pasar mengkaji kembali biaya masuk ke pasar bersehati.

Lantas apa kata Dirut PD Pasar Manado Fery Keintjem?. Dihadapan para Wartawan, Jumat (12/10/2018), bertempat di Mel Café Manado, Keintjem menjelasakan pemasangan portal masuk ke pasar bersehati Manado dengan retribusi sebesar Rp. 5.000, sudah berdasarkan kajian.

Menurutnya, pemasangan portal serta penetapan biaya masuk sebelumnya telah dibahas ditingkatan Direksi PD Pasar, sehingga melahirkan keputusan dalam bentuk Peraturan Direksi (Perdis).
“Saya sengaja menggelar rapat Direksi untuk merancang sebuah peraturan tentang retribusi masuk ke Pasar bersehati. Artinya, ketika portal diberlakukan berarti sudah melalui kajian. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari pungutan liar (Pungli),”jelas Keintjem dihadapan wartawan.

Lanjut dikatakan Keintjem, dengan membuat portal masuk, maka tidak akan terjadi pungli, khususnya disektor perparkiran. Dan mengenai besaran retribusi katanya, telah ditetapkan lewat kajian direksi dengan tetap menghormati roh dan semangat undang-undang no. 28, tentang pajak dan retribusi.

Selain itu kata Keintjem, dengan bertambahnya pemasukan ke kas PD Pasar, semakin memastikan setoran PAD ke kas Daerah yang telah ditetapkan lewat APBD-Perubahan tahun 2018.


Dikatakan Keintjem, pemasangan portal di pasar bersehati masih sebatas uji coba. “Kita masih sebatas uji coba. Dalam satu bulan ini, kita akan lihat perkembangannya. Dan jika dalam waktu satu bulan pemasangan portal menguntungkan masyarakat, pedagang dan PD Pasar, maka selanjutnya portal tersebut akan menjadi permanen,”tandasnya.(jose)

Wagub Lantik Rawung Menjadi Ketua PMI Kota Bitung


METRO BITUNG-Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw lantik Khouni Lomban Rawung  sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bitung, pada Jumat (12/10) kemarin. Rawung diproyeksikan pimpin PMI Kota Bitung hingga 2023.


Memimpin PMI Kota Bitung hingga periode sebelumnya, Kandouw mengapresiasi tingkat produktivitas Rawung dalam memimpin PMI Kota Bitung selama ini. Menurutnya, Rawung bekerja berdasarkan hobi dalam hal kemanusian. "Sehingga kelihatan kerja tanpa lelah. Penuh semangat dan tanpa perhitungan membesarkan dampak PMI bagi masyarakat," ucap Kandouw dalam sambutannya.


Sementara itu, Rawung berterimah kasih atas kepercayaan berbagai pihak mendukungnya sebagai ketua PMI Kota Bitung hingga 2023. "Terimah kasih, amanat ini berkat penyertaan Tuhan. Mari kita (pengurus PMI Kota Bitung) lebih bekerja keras kedepannya," sahut Rawung.


Adapun dalam pelantikan itu, Wali Kota Bitung Max Lomban, menekankan penambahan tim siaga bencana berbasis masyarakat atau sibat PMI di setiap kelurahan Kota Bitung lebih banyak kedepannya. "Entah dari dinas terkait mana, tahun depan harus ada penambahan kelurahan yang memiliki sibat PMI. Sehingga menjadi sosialiasi paham siaga bencana makin intens ke masyarakat," tegas Lomban.

Adapun pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bitung periode 2018-2023 tersebut sesuai dengan keputusan pengurus PMI Provinsi Sulut dengan nomor 03/SK/PMI.SULUT/III/2018 tanggal 26 Maret 2018. (Ivan)

GEMA KHARISMA-2 SIAPKAN HADIAH 200 JUTA RUPIAH



METRO MANADO.  Gema Kharima -2 sebagai ajang Lomba Paduan Suara Tingkat Nasional dibuka secara resmi oleh Walikota Manado, Dr. G.S. Vecky Lumentut, yang diwakili oleh Assisten I Pemerintah Kota Manado, Michler Lakat,SH,MH. Bertemp di GMIM Kharisma Buha.

Walikota Manado, G.S. Vecky Lumentut, dalam sambutan yang dibacakan , Michler Lakat, memberi apresiasi atas pelaksanaan lomba paduan suara ini karena menjadi salah satu pilar penunjang pariwisata di Kota Manado.

Lanjutnya, Gema Kharisma-2 sebagai ajang meningkatkan dan menyalurkan talenta dibidang seni tarik suara, dimana orang cerdas adalah orang yang menghargai musik.

Pembukaan Lomba Paduan Suara Gema Kharisma, diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin langsung Dr. Hendrieta Hutabarat Lebang, Ketua Umum PGI.

Dijelaskan, Samson Tewu, Ketua Panitia Gema Kharima -2 dimana ada 67 peserta lomba Paduan Suara yang telah terdaftar dan siap memperebutkan Total hadiah Rp. 200 Juta.  Kategori lomba yaitu : Big Choir, Midle Choir, Small Choir, dan Male PKB Choir. Lomba berlangsung selama 2 hari , Jumat dan Sabtu ( Tanggal 12 s/d 13 - Oktober 2018 ).  (jansen)


KUNKER KOMISI D KE KEMENTRIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN BNPB DI JAKARTA


METRO MANADO-Komisi D DPRD Manado, Jumat (05/10/2018), melakukan kunjungan Kerja Ke Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Jakarta.
Rombongan Komisi D itu, dipimpin  Sekretaris Komisi Sonny Lela dan Wakil Ketua Diana Pakasi. Informasi disampaikan Sekretaris Komisi D Sonny Lela,


kunjungan ke Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Jakarta, dimaksudkan untuk menyatukan program kerja untuk membangun struktur perempuan dalam menghadapi gejolak sosial di era globalisasi.


Selanjutnya, Jumat (12/10/2018), Wakil Ketua DPRD Drs Danny RWF Sondakh, memimpin komisi D melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.


Tujuan kunker tersebut, adalah untuk menindaklanjuti dana bantuan lanjutan, mengenai relokasi warga korban bencana banjir ke Kelurahan Pandu.
Dari informasi dihimpun metromanado, rombongan DPRD Kota Manado dipimpin Wakil Ketua Drs Danny Sondakh itu, diterima langsung Kasubdit Penyelamatan dan Evakuasi, Rudy Supriadi.


Seperti disampaikan Sekretaris Komisi D Sonny Lela, pihak pemerintah pusat tetap berkomitmen untuk membantu pemerintah kota Manado untuk mengucurkan dana lanjutan yang sudah dijanjikan itu.” Jadi, pemerintah pusat tetap akan membantu warga korban bencana banjir di Manado,”tandas Lela.


Selain Wakil Ketua DPRD Manado Danny Sondakh, dan Sekretaris Komisi Sonny Lela, hadir pula Ketua Komisi D Apriano A Saerang Wakil Ketua Komisi Dijana Pakasi,  Fatma Bin Syech, Ronny Makawata, Cicilia Longdong, Abdul Wahid dan Vanda Pinontoan.(jose)

RSUD Bitung Awal 2019 Resmi Dikelola Provinsi Sulut

RSUD Bitung, Foto : Ivan

METRO BITUNG-Status pinjam pakai RSUD Bitung oleh Pemerintah Kota Bitung tahun 2008-2018 berakhir. Selama sepuluh tahun dikelola Pemkot Bitung dengan status pinjam pakai, awal tahun 2019 RSUD Kota Bitung bakal kembali diambil alih Pemprov Sulut.

Menurut Assisten 1 Pemerintahan Provinsi Sulut Drs. Edison Humiang M.Si, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey telah menunjuk dirinya sebagai tim teknis pengembalian aset itu ke provinsi.

“Kami sudah beberapa kali melakukan rapat terkait proses pengembalian RSUD Kota Bitung dengan sejumlah perangkat derah terkait,” kata Edison, Rabu (10/10/2018).

Tim teknis yang terdiri dari berbagai perangkat daerah kata dia, sementara melakukan inventaris aset. Mulai dari barang hingga ASN dan THL.

“Kenapa harus diinventaris, karena per 1 Januari 2019 nanti gaji ASN dan THL sudah berasal dari APBD Provinsi, bukan Pemkot Bitung lagi,” katanya.

Assisten I Pemprov Sulut Drs. Edison Humiang M. Si

Malah menurutnya, direktur RSUD Kota Bitung sudah berkoordinasi dengan Bappeda Provinsi untuk penyusunan RKA tahun 2019.

“Semoga semua berjalan lancar agar awal tahun 2019 nanti kita bisa mengelola RSUD Kota Bitung,” katanya.

Edison juga mengatakan, sesuai surat pinjam pakai Pemkot Bitung sudah berakhir per 31 Desember 2018 dan tidak diperpanjang lagi.

“Jadi otomatis harus dikembalikan karena RSUD Kota Bitung adalah aset Provinsi,” katanya. (Ivan)

WAKIL KETUA KOMISI B MINTA PORTAL MASUK PASAR BERSEHATI DIBUKA UNTUK UMUM TANPA BIAYA MASUK

PINGKAN NUAH

METRO MANADO-Pemasangan portal masuk ke pasar bersehati Manado disoal dalam rapat paripurna DPRD, PENETAPAN TATIB dprd Manado, Kamis (11/10/2018).
Personil Komisi B DPRD Manado Pingkan Nuah, yang adalah sosok yang sangat kritis dalam setiap kali melihat ada kejanggalan dalam jalannya roda pemerintahan di Kota Manado, angkat bicara soal besaran biaya retribusi masuk Pasar Bersehati.

Menurutnya, pemasangan portal masuk di Pasar Bersehati sangat memberatkan masyarakat. Retribusi yang ditetapkan PD Pasar terlalu ntinggi.
“Ini perlu mendapat perhtian segenap pimpinan dan Anggota DPRD Manado, karena retribusi masuk ke Pasar bersehati terlalu tinggi. Perlu ada kajian ulang. Karena Rp.5.000 untuk biaya masuk pasar terlalu tinggi. Ini sudah melebihi biaya masuk ke semua Mall yang ada di Manado,”tegas Nuah.

Lanjut dikatakan Wakil Ketua Komisi B ini, patokan nilai retribusi masuk pasar bersehati sangat memberatkan dan tidak bijaksana.”Kita tau sendiri, bahwa para pedagang masuk keluar pasar. Apakah setiap kali masuk pedagang harus bayar retribusi. Belum lagi masyarakat yang hanya membeli Barito. Kok harus bayar sebesar itu. Pikirkan kesejahteraan masyarakat. Jangan hanya memikirkan perusahaan daerah. Tokh hingga sekarang belum jelas PAD yang disetor PD Pasar ek Kas Daerah,”semprot Pingkan.

Pingkan kemudian menegasakan, agar portal masuk pasar bersehati segera di buka untuk umum.”Hentikan retribusi masuk pasar bersehati. Saya sampaikan ini, karena sata juga adalah bagian dari penyelenggaran pemerintahan dan bagian dari rakyat kota Manado,”tandas Politisi PDI-P Manado ini.(jose)



WAKIL KETUA DEWAN: TATIB DPRD BERPENGARUH TERHADAP PEMBAHASAN APBD

RFICHARD SUALANG
METRO MANADO-Wakil ketua DPRD Manado dr Richard Sualang mengatakan, penetapan Tata tertib DPRD Manado tepat waktu, karena batas penetapan Tatib adalah tanggal 12 Oktober, sebagaimana diatur lewat ketentuan.

” Jadi sudah sangat tepat idtetapkan hari ini, sebab jika kita molor lagi, besok tanggal 12 oktober adalah batas penetapan tatib,”ujar Sualang usai gelaran rapat paripurna di Ruang rapat paripuran DPRD Manado.

Lanjut dikatakan Sualang, penetapan Tatib DPRD, berkaitan erat dengan pembahasan APBD tahun 2019.”Banyak mekanisme yang diatur lewat tatib termasuk mekanisme pembahasan APBD. Nahhh..jika tata tertib belum ditetapkan, maka akan mengganggu agenda pembahasan APBD Induk tahun 2019 yang sudah diambang pintu,”tegas politisi PDI-Perjuangan Manado ini.

Selain itu kata Sualang, cara berpakaian Pimpinan dan Anggota Dewan, juga diatur lewat tatib. Itu sebabnya Tatib DPRD menjadi sangat penting untuk DPRD secara kelembagaan.
“Jika ada yang melanggar tatib tentu ada sanksinya. Tatib ini selain dicantol dari peraturan yang lebih tinggi, ada juga muatan local yang dimasukan Panitia khusus. Jadi mereka yang membuat tatib ini, tentu mereka juga harus taat terhadap tatib itu,”tegas PDI-P untuk Dapil Kota Manado untuk DPRD Sulut ini.(jose)