Berita Populer

Sadis!! PT Delta Tambah Koleksi PHK 37 Karyawan


METRO BITUNG-Surat sakti (19/02/2018) di layangkan oleh pemeritah kota Bitung dalam hal ini Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban ke PT Delta Pasific Indotuna yang mana perusahan tidak boleh menerima pekerja baru sebulum selesaikan hak-hak tenaga kerja yang diberhentikan tidak di hargai sama sekali oleh pihak perusahan.

Hal ini dikatakan Ketua FSP-RTMM, SPSI Kota Bitung, Estephanus Sidangoli ketika dikonfirmasi Media ini. Jumat (23/02/2018). Dikatakanya bahwa tak sampai berhenti PHK 512 karyawan yang jadi pengangguran di Kota Bitung. Terbukti  PT Delta Pasific Indotuna Girian Bawah, kemarin Kamis (22/02) kini melakukan PHK lagi ke-37 orang pekerja.

"hal ini seakan-akan meremehkan Pemerintahan Kota Bitung. Disatu sisi pemerintah, sementara mencari upaya damai tau-taunya kemarin ditempel lagi PHK 37 orang, apa ini bukan bentuk provokasi agar pekerja melampiaskan kekecewaannya dgn berbuat anarkhis ! nda habis pikir pola yg dilakukan managemen, apakah mereka benar-benar ingin kota bitung bergolak? hanya Tuhan yang tau. tapi kami tetap akan menghadang aksi-aksi busuk jika itu terjadi," Tegas Sidangoli.

Diharapkanya, Wali Kota Bitung cepat koordinasikan hal ini  ke Gubernur Sulawesi Utara desak pemerintah pusat untuk memperhatikan masalah ini.

"Kasihan pengangguran bukanya berkurang malah lebih bertambah lagi, jika Pemerintah Bitung Hebat saya rasa PT Delta lebih Hebat," tutup Sidangoli dengan nada kesal.

Penulis : Ivan



Wali Kota Bitung Terima Kunjungan Dewan KEK Nasional


METRO BITUNG-Wali Kota Bitung, Max Lomban menerima kunjungan tim Dewan KEK Nasional di Kantor Administrasi KEK Kota Bitung di Kelurahan Sagerat weru I Kecamatan Matuari, Kamis(22/02/2018).

Tujuan Kedatangan tim Dewan KEK Nasional dipimpin Wakil Ketua Dewan KEK Nasional, Ir. Budi Santoso untuk memantau secara langsung perkembangan KEK Kota Bitung dan memastikan kesiapan operasional pada Bulan Mei Tahun 2018.

Wali Kota Bitung pada kesempatan tersebut memaparkan berbagai hal yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bitung untuk mendukung terealisasinya KEK, di antaranya percepatan proses pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala dalam pengembangan infrastruktur tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk mendengarkan langsung penjelasan dari Dewan KEK Nasional terkait hal-hal apa yang harus dipersiapkan selanjutnya sehingga KEK Bitung bisa segera beroperasi mengingat sudah ada beberapa investor yang siap berinvestasi di kawasan ini.

Sementara itu Budi Santoso mengatakan, hasil evaluasi ini akan dirapatkan di tingkat menteri dan akan menjadi bahan laporan bahwa KEK Bitung progresnya sudah ada kemajuan.

"Kami juga bisa meyakinkan bapak Presiden bahwa KEK ini bisa segera beroperasi jika sudah memenuhi beberapa hal, antara lain tersedianya infrastruktur dan fasilitas sesuai standar prosedur berdirinya kawasan ekonomi khusus, kemudian kelembagaannya dan perangkat pengendalian administrasi yang benar-benar siap," jelasnya.

Ia menambahkan, jika hal tersebut telah terpenuhi, bisa dipastikan pada Bulan Mei nanti KEK Bitung bisa beroperasi.

"Sehingga momentum kedatangan pak Presiden yang dijadwalkan pada Agustus nanti menjadi waktu yang tepat untuk mendeklarasikan beroperasinya KEK Bitung," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut sempat ada diskusi antara Dewan KEK Nasional bersama Pemkot Bitung, para investor, untuk membahas berbagai hal teknis terkait kesiapan operasional KEK Bitung yang dijadwalkan pengoperasiannya pada Bulan Mei mendatang. (***/Ivan)


BERANTAS DBD, PEMERINTAH KECAMATAN MAPANGET LAKUKAN FOGGING DI PERUMAHAN GPI


METRO MANADO-Pemerintah Kecamatan Mapanget kembali menunjukan kepedulian terhadap masyarakat di Kecamatan Mapanget. Dengan dipimpin langsung Camat Mapanget Reyn. Heydemans dengan sejumlah personil puskesmas Paniki Bawah, menuju Perumahan Grya Paniki Indah (GPI) untuk melakukan Fogging atau penyemprotan Demam Berdarah.
Camat Mapanget  Reyn Heydemans kepada metromanado mengatakan, penyemprotan anti terhadap penyebaran nyamuk demam berdarah dilakukan setelah mendapat laporan masyarakat. Namun demikain katanya, untuk memberantas nyamuk demam berdarah tidak hanya terfokus pada penyemprotan, tetapi masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan alam sekitar, termasuk membakar sampah yang ada disekitar rumah.”Kami akan tetap mengantisipasi peredaran penyakit demam berdarah, tetapi kami juga minta agar masyarakat ikut berperan aktif dalam membersihkan halaman rumah. Jika melihat ada ember yang sudah digenangi air langsung di buang sehingga jentik-jentik nyamuk tidak berkembang,”kata mantan Camat Pall Dua ini.
Diakhir wawancara, Heydemans meminta agar masyarakat cerdas dan cepat mengenali ciri-ciri nyamuk demam beradarh atau yang biasa disebut Aedes aegypti yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah (DBD). “Nyamuk ini mudah diketahui dari corak khas di sekitar tubuhnya, nyamuk Aedes aegypti memiliki bentuk relatif kecil. Ciri khas pada nyamuk ini yaitu adanya corak loreng-loreng putih dan hitam pada kaki dan bagian tubuh lainnya. Nyamuk Aedes aegypti lebih suka tinggal di tempat yang dapat menampung air dan berwarna gelap yang terletak di tempat yang teduh. Lokasi favorit untuk memproduksi telur yaitu di tangkai pohon, lubang pohon dan tempat penampungan air yang tidak tertutup,”tandas Heydemans.(jose)

KETUA DPRD MANADO NOORTJE VAN BONE DUKUNG PEMBERANTASAN KORUPSI TERINTEGRASI


METRO MANADO-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, menyatakan dukungan terhadap pemberantasan korupsi khususnya di Kota Manado secara terintegrasi. Demikian disampaikan Ketua DPRD Manado Noortje Henny Van Bone, usai mengikuti Rapat Koordinasi  (Rakor) dan Supervisi program pemberantasan korupsi terintegrasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bertempat di ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus Manado, Rabu (21/02/2018).


Kegiatan yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan pembicara Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sri Wahyuni, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembamgunan (BPKP) yang diwakili Deputi bidang Pengawasan Penyelengaraan Keuangan Negara Drs Gatot Darmasto dan
Direktur Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP Fadli Arif.


Dalam pemaparannya, Wakil Ketua KPK mengingatkan para kepala daerah di Sulut agar memiliki kebanggaan terhadap jabatan yang dipercayakan rakyat. Disamping itu, harus membentengi diri supaya tidak terbersit niat untuk melakukan korupsi dengan menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya. "Dalam program Kosurga atau koordinasi, supervisi dan pencegahan, KPK mendorong supaya para kepala daerah mempunyai keberanian serta ada kemauan untuk melaksanakan komitmen dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Jangan sampai ada niat untuk melakukan korupsi. Kesempatan ada disekeliling kita, tetapi niat harus diarahkan ke arah yang baik," tandasnya.


Lanjut dikatakan, untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi kepala daerah harus pula memiliki kemauan dan kemampuan dalam pemberdayaan pajak daerah. "Sering terjadinya tindak pidana korupsi dikarenakan tidak adanya transparansi, pelaksanaan kegiatan tidak sesuai spesifikasi, tidak independen karena adanya intervensi kepala daerah serta gratifikasi terhadap pelayanan publik. "Sebaiknya semua urusan perijinan harus diintegrasikan kedalam PTSP (Pelayanan Terpadu Satu.Pintu).


Dari pantauan metromanado, dukungan pemberantasan korupsi oleh Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone terlihat ketika ikut menandatangani pernyataan serta komitmen yang terintegrasi bersama para Pimpinan Dewan dan Kepala Daerah se-Sulut.
"Saya telah menandatangani pernyataan terintegrasi bersama para Pimpinan Dewan dan Kepala Daerah se-Sulut, sebagai bentuk dukungan kami dari Lembaga DPRD Manado untuk pemberantasan korupsi terintegrasi,”kata Van Bone didampingi Sekretaris DPRD Manado Michael Tandirerung.


Ketua DPC-Partai Demokrat Kota Manado ini selanjutnya menjelasakan, DPRD secara kelembagaan menyambut baik langkah KPK yang turun sampai ke daerah untuk mensosialisasikan program pemberantasan terhadap korupsi.(jose)


TERDUGA PELAKU PEMBUNUHAN PANIKI ATAS DITANGKAP POLISI


METRO MINUT-Anggota Kepolisian Polres Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Sulawesi Utara bersama Tim Resmob Polda Sulut Senin (19/02/2018) akhirnya berhasil mengamankan 13 warga Kecamatan Mapanget, diduga pelaku pembunuhan di Desa Paniki atas.
Seperti dilansir salahsatu media online, diduga tersangka pembunuhan tersebut adalah, MM (21) diduga pelaku utama, AM alias Puti (21) di duga pelaku utama, JM (21), IL alias Agil (17), JK (16), RS alias Obet (26), DM (31), AM (15), BW (17), RK (20), NS (18), FK (18), dan JR (19).
Mereka diduga terlibat pembunuhan terhadap Tedy Emor (35) Warga Desa Paniki Atas, Jaga V Kecamatan Talawaan tepatnya di jalan Perum Villa Mutiara Desa Paniki Atas, Minggu (18/2) malam sekitar Pukul 22.30 Wita.
Korban mengalami luka tusukan di bagian lambung kanan bagian lambung kiri dengan menggunakan senjata tajam jenis sayuran, akibat tusukan tersebut, korban meninggal dunia.

Mereka juga diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap korban Arel Rorong, 28, Warga Desa Paniki Atas Jaga VII, Kecamatan Talawaan, membuat korban masih dalam perawatan hingga saat ini.
"Kami sudah amankan mereka, sekarang sementara dalam pemeriksaan, dan kami sementara melakukan pengembangan juga terhadap kasus ini, bisa saja tersangkanya bertambah," ujar Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH.
Ia menjelaskan, penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Reskrim Polres Minut, Polsek Dimembe, dan tim Resmob Polresta Manado.
Kapolres Minut menjelasakan, motif pembunuhan tersebut, diduga ditengarai lantaran dendam.

"Untuk sementara ini masuk kriminal murni, tapi kami memang masih lakukan pengembangan, olah TKP untuk mendapatkan lebih banyak informasi lagi," ujarnya.

Namun ia meminta kepada warga agar menyerahkan semua penanganan ke Polres Minut, dan ia meminta agar masyarakat tidak terpancing terhadap informasi yang tidak jelas.

Polres Minut juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau panjang 50 cm, sebilah pisau Panjang 30 cm, sebilah pisau panjang 20 cm, sebilah pisau panjang 15 cm, sebilah pisau panjang 34 cm, sebilah parang panjang 40 cm, dan sebilah samurai panjang 80 cm.(jansen)

WALIKOTA MANADO GSVL HADIRI RAKOR PENCEGAHAN KORUPSI


METRO MANADO-Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Supervisi program pemberantasan korupsi terintegrasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bertempat di ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus Manado, Rabu (21/02/2018) pagi hingga siang tadi.
Kegiatan yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan pembicara Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sri Wahyuni, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembamgunan (BPKP) yang diwakili Deputi bidang Pengawasan Penyelengaraan Keuangan Negara Drs Gatot Darmasto dan
Direktur Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP Fadli Arif.
Dalam pemaparannya, Wakil Ketua KPK mengingatkan para kepala daerah di Sulut agar memiliki kebanggaan terhadap jabatan yang dipercayakan rakyat. Disamping itu, harus membentengi diri supaya tidak terbersit niat untuk melakukan korupsi dengan menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya. "Dalam program Kosurga atau koordinasi, supervisi dan pencegahan, KPK mendorong supaya para kepala daerah mempunyai keberanian serta ada kemauan untuk melaksanakan komitmen dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Jangan sampai ada niat untuk melakukan korupsi. Kesempatan ada disekeliling kita, tetapi niat harus diarahkan ke arah yang baik," tandasnya. Lanjut dikatakan, untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi kepala daerah harus pula memiliki kemauan dan kemampuan dalam pemberdayaan pajak daerah. "Sering terjadinya tindak pidana korupsi dikarenakan tidak adanya transparansi, pelaksanaan kegiatan tidak sesuai spesifikasi, tidak independen karena adanya intervensi kepala daerah serta gratifikasi terhadap pelayanan publik. "Sebaiknya semua urusan perijinan harus diintegrasikan kedalam PTSP (Pelayanan Terpadu Satu.Pintu). Walikota Vicky Lumentut yang turut didampingi Sekot Drs Rum Usulu mendukung upaya KPK dalam rangka pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi pada pemerintah daerah khususnya di Sulut. "Saya kira ini adalah upaya yang sangat baik dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan pencegahan terjadinya korupsi dilingkup pemerintah daerah. Pemerintah Kota akan tetap konsisten dan mendukung upaya-upaya pencegahan terhadap terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan KPK," tandas orang nomor satu di Manado itu kepada sejumlah wartawan. Usai pemaparan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen yang dilakukan walikota/bupati dan ketua DPRD se-Sulut, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone serta Muspida Sulut bersama pimpinan KPK dan lembaga pengawasan lainnya. Tampak hadir Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw.(jose)












Sosialisasi Program MAMA, Ini Kata Tumundo


METRO BITUNG-Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Oktafianus Tumundo
membuka kegiatan sosialisasi program MaMa di kecamatan Girian, Rabu (21/02/2018) tadi siang.

Bersama dengan Kepala-Kepala Daerah, Tumundo mensosialisasikan sekaligus memberikan materi terkait Program dari Max-Maurits (MaMa) tahun 2018 di setiap Kecamatan se-Kota Bitung yang telah dimulai pada Hari Selasa kemarin hingga Jumat 23 Februari 2018.

Dalam Kesempatan itu, asisten 1 menjelaskan tentang maksud dari sosialisasi ini untuk menselaraskan kinerja pemerintahan mulai dari kepala daerah hingga ke Kepala RT.

"mengatas namakan walikota Bitung dan wakil walikota serta Sekretaris daerah kota Bitung, mari kita satu suara dalam menjalankan roda pemerintahan, karena pemerintah kota Bitung sampai ke pemerintah kelurahan Pala dan RT merupakan satu garis lurus. Penyampaian dan informasi yang diberikan kepada masyarakat harus sama" pungkas Tumundo.

Sosialisasi menyangkut kinerja pemerintah saat ini, menuai banyak prestasi, dan kondisi kota Bitung dari segi kesehatan infrastruktur pendidikan kesejahteraan masyarakat yang meningkat. Lanjutnya.

" Diantaranya  ada 5 program selama tahun 2018 yaitu : Dibidang Pendidikan, Kesehatan , peningkatan Infrastruktur, Peningkatan Ekonomi Mikro/kecil, Penanggulangan Kemiskinan, ada juga 5 Bersih, yaitu : Bersih di udara, bersih di darat, bersih di Laut bersih di bawah tanah dan bersih Aparatur Sipil Negara. 8 Fungsi Keluarga : Fungsi agama, fungsi cinta dan kasih sayang, fungsi sosial dan budaya, fungsi perlindungan, fungsi kesehatan reproduksi, fungsi Lingkungan, fungsi ekonomi, dan fungsi pendidikan. Ada juga MaMa Berkiat (Bidang Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga), MaMa Berlian (Bersama Lindungi Anak), MaMa Mobile dari Capil, MaMa Stabil dari kesbangpol, MaMa Cepat dari dinas Pendidikan, MaMa Perkasa dari Dinas Kesehatan dan Lain-lain termasuk penyuluhan BPJS Kesehatan, tentang Jaminan Kesehatan Gratis dari Pemerintah kota Bitung" katanya.

Iapun berharap informasi yang diberikan pada sosialisasi kali ini dapat menjadi bekal bagi pemerintah di kecamatan, kelurahan, Kepala-Kepala Lingkungan dan juga Kepala-Kepala RT dalam penyampaian kepada masyarakat secara benar.

"Diharapkan masyarakat kota Bitung lebih paham dan mengerti. Apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan dampak positif yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat" tutup Tumundo.

Turut hadir Kabag Pemerintahan, Kepala Perangkat Daerah, Camat Girian, Lurah-lurah kecamatan Girian, kepala Lingkungan ketua RT dan staf kecamatan kelurahan girian.


Penulis : Ivan

DPRD MANADO AKAN MENGIKUTI BIMTEK PENDALAMAN TUGAS PENYELENGGARA PEMERINTAHAN

NOORTJE VAN BONE
METRO MANADO-Rombongan pimpinan dan Anggota DPRD  Manado, Rabu (21/02/2018), akan bertolak ke Kota Denpasar (Bali) untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang orientasi dan pendalaman tugas selaku wakil rakyat.
Demikian disampaikan Ketua DPRD Manado Noortje Henny Van Bone, Selasa (20/02/2018) bertempat di lantai dua kantor DPRD Manado.
Dikatakan Van Bone, setelah mendapat undang secara resmi serta rekomendasi dari Kementerian dalam negeri dan telah diagendakan oleh Badan Musyawarah (Banmus), maka DPRD Manado akan ikut dalam Bimtek pada tanggal 21 hingga 24 Februari 2018.” Jadi Bimtek ini dilaksanakan oleh universitas Warna Dewa bekerja sama dengan Badan Diklat Kementerian dalam Negeri,”kata Van Bone.
Lebih jauh dijelaskan Van Bone, keikutsertaan dalam Bimtek tersebut, mengacuh pada Pereturan menteri dalam negeri (Permendagri) No. 133 tahun 2014, menyatakan untuk penyelenggaraan Bimtek DPRD, harus mendapat rekomendasi dari Kemendagri dan dilaksanakan oleh salahsatu universitas.
“Jadi DPRD Manado akan mengikuti Bimtek di Hotel Balirani Kote Bali,”tegas Van Bone.
Van Bone kemudian menyampaikan beberapa agenda yang sangat krusial akan diikuti oleh DPRD Manado menjelang tahun politik 2018 ini antara lain, revisi PP No 16 tentang Tata tertib kemudian PP 12 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintah daerah, mengingat DPRD selaku bagian dari pemerintah daerah.”Saya juga hendak menjelaskan bahwa sebelumnya Anggota DPRD diperkenankan untuk mengikuti pendalaman tugas atau Bimtek sebanyak 8 kali dalam satu tahun, sementara itu, jika mengacuh kepada Permendagri No. 133 hanya diperkenankan 6 kali, termasuk kegiatan parrtai politik dan Bimtek dalam daerah,”tukas Ketua DPC Partai Demokrat ini.
Diapun tak menampik, bahwa kegiatan politik mulai dari Verifikasi factual hingga pencabutan nomor urut yang digelar beberapa hari lalu, adalah bagian dari materi yang akan disampaikan lewat Bimtek. Dan sebagai pembawa materi adalah Direktur Politik Kementerian dalam negeri DR Bhaktiar.(jose)

SUALANG: SALAHSATU MATERI DALAM BIMTEK DI DANPASAR BALI, MEKANISME PEMINJAMAN DANA OLEH PEMERINTAH DAERAH

RICHARD SUALANG

METRO MANADO-Wakil Ketua DPRD Manado dr Richard Sualang kepada metromanado mengatakan, keikutsertaan DPRD Manado dalam Bimtek pada tanggal 21 hingga 24 Februarui besok, sangat penting untuk peningkatan wawasan Anggota DPRD tentang penyelenggaraan pemerintahan khususnya di Kota Manado.
“Saya kira yang disampaikan Ketua DPRD memang benar, dimana ada beberapa Permendagri yang perlu didalami oleh DPRD, sehingga DPRD secara kelembagaan mendapat tambahan wawasan soal penyelenggaraan pemerintah,”kata Sualang.
Namun demikian katanya, selain itu, masih ada hal yang tidak kalah pentingnya yang akan dipelajari lewat Bimtek tersebut diantaranya, mengenai mekanisme peminjaman dana oleh Pemerintah daerah, seperti ketika Pemerintah kota Manado yang belum lama ini melakukan pengajuan pinjaman dana ke PT. SMI.”Saya berharap dengan adanya materi yang akan disampaikan oleh Kasubdit Kementerian dalam negeri dalam Bimtek nanti, akan memperjelas mekanisme serta tahapan-tahapan pinjaman daerah hingga cara pembayarannya. Diakuinya sebelumnya DPRD telah mendengar tentang mekanisme cara pinjam kemudian tahapan persetujuan Dewan hingga cara membayar secara sekilas, untuk itu dalam Bimtek nanti DPRD akan mengetahui secara detil tentang maknisme peminjaman dana dari sebuah daerah kepada pihak pemberi pinjaman.”Bimtek ini akan menjadi penting bagi DPRD karena sebelumnya DPRD telah mengeluarkan rekomendasi sebagai bentuk persetujuan pinjaman dana ke PT SMI,”tandas Ketua DPC-PDI-Perjuangan Kota Manado ini.(jose)

CAMAT MAPANGET R. HEYDEMANS DIDAMPINGI LURAH PANIKI DUA TINDAKLANJUTI LAPORAN WARGA TERKAIT JALAN BERLOBANG


METRO MANADO-Langkah cerdas, cepat dan terarah dilakukan Camat Mapanget R. Heydemans didampingi Lurah Paniki Dua Wendy Pontorondo, yang melakukan cor beton di ruas jalan kelurahan Paniki Dua, tepatnya di simpang empat menuju Pasar Perum. Itu dilakukan setelah mendapat laporan warga, bahwa jalan tersebut sangat membahayakan warga, terutama yang menggunakan kendaraan roda dua.
Dari pantauan metromanado, Senin (19/02/2018), Lurah Paniki Dua, Wendy Pontorondo dengan di pantau langsung Camat R Heydemans, mengerahkan warga dan kepala lingkungan untuk melakukan perbaikan dengan mengecor jalan yang berlobang.
“Kami menerima laporan warga, bahwa jalan di simpang empat dari Jalan Mangga raya banyak yang berlobang dan itu sangat membahayakan warga, terutama yang menggunakan kendaraan roda dua. Itu sebabnya saya selaku Lurah melaporkan hal itu kepada Pak Camat, dan langsung meninjau jalan tersebut, kemudian dilakukan perbaikan dengan mengecor bagian jalan yang berlobang,”kata Pontorondo.
Sementara itu Camat Mapanget R Heydemans mengatakan, perbaikan jalan di kompleks perumahan menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi katanya, semua jalan di kompleks kelurahan Paniki Dua khususnya di gang-gang sudah di betonisasi.”Jadi kalau tidak di perbaiki, maka akan sangat membahayakan warga. Lurah sudah mengerahkan warga dan Kepala Lingkungan untuk secara bersama-sama memperbaiki jalan tersebut dan saat ini tinggal menunggu betonisasi kering, maka sudah bisa dilalui kendaraan,”ujar Heydemans.
Disinggung soal biaya perbaikan jalan tersebut katanya, menggunakan dana yang dianggarkan lewat Kecamatan yakni dana rehab ringan serta swadaya dari masyarakat.”Sebenarnya dana untuk rehab ringan tidak cukup untuk membiayai perbaikan jalan, hanya saja, karena ada partisipasi masyarakat maka kita bisa memperbaikai jalan tersebut.(jose)

Grebek Judi Sabung Ayam di Tandurusa, Polisi Amankan Puluhan Ayam Siap Tanding


METRO BITUNG-Tim Anti Bandit Polsek Aertembaga Grebek judi sabung ayam yang berlokasi di Kelurahan Tandurusa Lk V kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Minggu (18/02/2018) kemarin pukul 16:00.

Dengan adanya laporan dari masyarakat mengenai judi sabung ayam yang mulai nampak di Wilayah Polsek Aertembaga di respon langsung oleh Tim Anti Bandit dipimpin langsung oleh Ka Tim Anti Bandit Brigpol Handri Koagouw.

Tim anti bandit berhasil membubarkan  judi sabung ayam dan mengamankan beberapa ayam yang digunakan untuk penyabungan dan hal tersebut dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Dengan adanya judi sabung ayang tim anti bandit akan selalu merespon setiap laporan dari nasyarakat dan tim anti bandit akan memberantas segala kegiatan yang berbau judi diwilayah hukum Polsek Aertembaga ucap Dan Tim Anti Bandit Brigpol Handri Koagouw.

Kapolsek Aertembaga Iptu Destam Dumat  saat dikonfirmasi membenarkan Tim Anti Bandit telah membubarkan Judi Sabung ayam dan sempat mengamankan ayam yang dipakai taruhan judi sabung ayam dan para pelaku sabung ayam berhasil kabur melarikan diri. (Ivan)

PILKADA MINAHASA IBARAT GAJAH DALAM KANDANG

Kampanye Damai Pilkada  Minahasa

METRO  MINAHASA -  Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2018 yang salah satunya berlangsung di Kabupaten Minahasa, secara resmi tahapan kampanye telah dimulai Minggu ( 18/2-2018 ) dengan digelarnya Kampanye Damai di Lapangan Sam Ratulangi Tondano.  Diikuti kedua Paslon Bupati,  Roy Roring - Robby Dondokambey (  RR-RD ) dan Ivan Sarundajang - Careig N.Runtu ( Ivansa - CNR ).

Deklarasi Kampaye Damai berlangsung tertib dan aman dengan mengambil garis strat di lapangan Sam Ratulangi Tondono, dilanjutkan dengan pawai keliling Danau Tondano.  Rombongan Paslon Nomor 1,  Ivansa - CNR,  berada paling depan kemudian diikuti masa pendukungnya.  Barisan berikutnya yang dipisahkan oleh pengawalan Polisi adalah Paslon Nomor 2,  RR - RD,  bersama masa pendukungnya.

Cabub Invan Sarundajang dimarkas Sekertariat DPD II Partai Golkar, usai Kampanye Damai keliling Danau Tondano yang baru selesai hingga larut malam, melontarkan satu pertanyaan yang mengandung teka-teki  yaitu:  " Apa yang paling besar dari seekor Gajah ".  Sejumlah orang nampak menerka-nerka,  dan jawaban yang disampaikan salah semuanya. Karena tidak satupun yang menjawab dengan benar, maka Ivansa langsung menjawabnya sendiri, yaitu : "Bagian paling besar dari seekor Gajah adalah kandangnya ".

Ivansa,  mengakui dan menyadari,  bahwa lawan politik yang dihadapinya merupakan lawan yang sangat kuat dan memiliki kemampuan yang sangat besar,  untuk memenangkan pertarungan Pilkada di Kabupaten Minahasa.  Diumpamakannya seperti melawan dengan  Gajah yang sangat besar.

Pihaknya terpaksa harus bekerja ekstra keras untuk menjalani proses Pilkada ini,  dengan melewati masa kampanye terpanjang hingga 4 Bulan selama Pemilihan Bupati berlangsung di Minahasa.  Paslon Nomor 2 ( RR - RD ),  diakui Ivansa,  menggunakan strategi dan metode yang sebelumnya dilakukan  oleh ayahnya dan CNR,  yaitu  SHS dan SVR diwaktu yang lalu.  Sehingga semua pola kampanye dan pemenangan dalam pertarungan, masing-masing mengetahuinya.

Tinggal satu lagi pertanyaan yang belum terjawab, yaitu , sebesar apakah kandang dari Gajah tersebut, dan dimana kandang itu berada.  Kalau yang dihadapi Paslon Nomor 1 adalah Gajah, dan Gajah tersebut menggunakan strategi dari lawanya sendiri, maka siapakah yang menjadi Kandang dari Gajah tersebut, tanya Ivansa dengan nanda agak serius. ( Jansen )

 

PEMKOT LEWAT DPUPR MANADO, ANGGARKAN PEMBANGUNAN LANJUTAN GRAHA RELIGI Rp6 MILIAR

foto ilustrasi 2017
METRO MANADO- Pemerintah Kota Manado, lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR), akan melanjutkan pembangunan Garha Religi di tahun anggaran 2018, dengan besaran dana Rp6 milliar.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas PUPR Manado Peter B Assa. ST, M.Sc, Ph.D.
Menurutnya, Garaha Religi yang terletak di pusat kota Manado atau lebih santer disebut Eks Kampung Texas akan segera dibangun dengan sumber dana APBD Manado.
“Untuk pembangunan Graha Religi sebenarnya sudah dimulai pembangunan awalnya, dengan membangun pondasi terlebih dahulu. Nah kini kita tinggal melanjutkan pembangunan gedungnya di tahun 2018 ini,”jelas Assa kepada metromanado Jumat (16/02/2018) di Manado.

Dijelaskan Assa, pembangunan awal Graha Religi sudah dimulai pada tahun 2017 silam dengan anggaran Rp7,4 miliar, masing-masing Rp5 miliar ditata lewat APBD Manado dan Rp2,4 miliar adalah dana bantuan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw. Dan dana bantuan tersebut, adalah bentuk dukungaan Pemerintah Sulawesi Utara kepada Pemkot Manado, mengingat pembangunan Graha Religi adalah sebuah tempat yang sangat penting, sebagai gambaran persatuan dan kesatuan serta bentuk kerukunan antar umat beragama di Kota Manado dan Sulut pada umumnya.(jose)

HADIRI PISAH TAHUN IMLEK. KETUA DEWAN SEBUT WAJAR KOTA MANADO DAPAT PENGHARGAAN KOTA PALING TOLERAN


METRO MANADO-Ketua DPRD Manado Noortje Henny Van Bone Kamis (15/02/2018), menghadiri pisah tahun Imlek 2569 BE bersama Wakil walikota Manado Mor Bastian, Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, Ketua DPRD Sulut Anre Angow dan undangan lainnya, bertempat di Klenteng Ban Hin Kiong yang terletak di Kelurahan Pinaesaan Kecamatan Wenang atau tepat di pusat Kota Manado.


Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA diwakili Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE dalam sambutannya mengatakan kebahagiaan Tahun Baru Imlek tidak hanya dirasakan umat Tridharma tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Manado.


"Kita bersyukur tinggal di Propinsi Sulawesi Utara khususnya di Kota Manado. Dimana masyarakatnya hidup rukun serta mampu menjaga toleransi antar umat beragama dengan baik," ujar Walikota Vicky Lumentut seperti dikutip Wawali Mor.
Menurutnya, perayaan Imlek merupakan rangkaian dari Calender of Ivent yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Sulut dalam bidang pariwisata. "Pemerintah Kota Manado terus mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara yang digagas Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Pak Wakil Gubernur Steven OE Kandouw," tukas Wawali Mor.


Sementara Wagub Sulut Steven OE Kandouw mengatakan, tradisi perayaan Imlek harus terus terpelihara dengan baik ditengah maayarakat. Sehingga Tahun Baru Imlek tidak hanya dirayakan umat Tionghoa, namun masyarakat Sulut dan Manado secara umum. “Untuk itu, tradisi Imlek ini harus terus dijaga dan dilestarikan serta bisa mempersatukan masyarakat, bahkan mempererat kerukunan,” pungkasnya.


Ditempat yang sama, Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone kepada metromanado mengatakan, pereayaan menyambut Hari raya Imlek yang digelar Pemerontah Kota Manado, adalah bukti kekuatan toleransi agama di Manado.”Sebagai Ketua DPRD tetapi juga warga kota Manado, saya bangga dan terharu, karena sudah menjadi kebiasaan disetiap perayaan tahun baru semua agama di Manado, selalu dirayakan oleh Pemkot, dengan tidak membeda-bedakan agama,”kata Van Bone.


Lanjut di katakana Van Bone, jika sebelumnya Pemkot mendapat penganugerahan Kota paling toleran tentu sangat wajar, karena pemerintah dan seluruh masyarakat begitu saling menghormati dengan tidak melihat suku dan agama.”Atas nama lembaga DPRD Manado, keluarga, bahkan atas nama seluruh masyarakat kota Manado, saya menyampaikan selamat hari raya Imlek 2569 BE. Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan hikmat kepada kita semua,”tandas Ketua DPC-Partai Demokrat Manado ini.


Tampak hadir dalam perayaan tersebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut Andrei Angouw, sejumlah pejabat Pemprov Sulut dan Pemkot Manado serta warga Manado keturunan Tionghoa, para tokoh masyarakat umat Tridharma dan ribuan masyarakat umum lainnya.(jose)

INI GELARAN PISAH TAHUN IMLEK 2569 YANG DIPUSATKAN DI KLENTENG BAN HIN KIONG MANADO


METRO MANADO-Perayaan pisah tahun memasuki tahun baru Imlek 2569 BE berlangsung semarak di kompleks Klenteng Ban Hin Kiong, pusat Kota Manado, Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kamis (15/02/2018) malam. Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA yang diwakili Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE dalam sambutannya mengatakan kebahagiaan Tahun Baru Imlek tidak hanya dirasakan umat Tridharma tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Manado. "Kita bersyukur tinggal di Propinsi Sulawesi Utara khususnya di Kota Manado. Dimana masyarakatnya hidup rukun serta mampu menjaga toleransi antar umat beragama dengan baik," ujar Walikota Vicky Lumentut seperti dikutip Wawali Mor. Menurutnya, perayaan Imlek merupakan rangkaian dari Calender of Ivent yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Sulut dalam bidang pariwisata. "Pemerintah Kota Manado terus mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara yang digagas Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Pak Wakil Gubernur Steven OE Kandouw," tukas Wawali Mor. Sementara Wagub Sulut Steven OE Kandouw mengatakan, tradisi perayaan Imlek harus terus terpelihara dengan baik ditengah maayarakat. Sehingga Tahun Baru Imlek tidak hanya dirayakan umat Tionghoa, namun masyarakat Sulut dan Manado secara umum. “Untuk itu, tradisi Imlek ini harus terus dijaga dan dilestarikan serta bisa mempersatukan masyarakat, bahkan mempererat kerukunan,” pungkasnya. Tampak hadir dalam perayaan tersebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut Andrei Angouw,Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone, sejumlah pejabat Pemprov Sulut dan Pemkot Manado serta warga Manado keturunan Tionghoa, para tokoh masyarakat umat Tridharma dan ribuan masyarakat umum lainnya. Tepat pukul 00.00 Wita Jumat (16/02) , acara terlihat semarak dengan pesta kembang api yang sangat menghibur warga yang ada.(jose)








WALIKOTA GSVL HADIR IBADAH PEMAKAMAN STAF KHUSUS PEMKOT MANADO

VICKY LUMENTUT
METRO MANADO-Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melaksanakan ibadah penghiburan yang dirangkai dengan upacara pemakaman almarhum Drs Agustinus Tahendung (71), Staf Khusus Walikota Manado, di rumah duka Keluarga Tahendung Senduk, Kelurahan Titiwungen Selatan Lingkungan III, Kecamatan Sario, Kamis (15/02/2018) pagi hingga siang tadi.

Ibadah pengjiburan sekaligus pemakaman yang digelar jajaran Pemkot Manado untuk mengenang jasa 'Bu Agus' panggilan akrab almarhum itu, dihadiri Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, PelaksanaTugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Dj Usulu, para Asisten dan Staf Ahli Walikota serta kepala Perangkat Daerah dan rekan-rekan almarhum sesama Staf Khusus Walikota.
Dalam sambutannya, Walikota Vicky Lumentut mengajak keluarga besar Tahendung Senduk, untuk bersyukur kepada Tuhan karena telah menghadirkan sosok almarhum Agus Tahendung dalam kehidupan keluarga.

Dimana, semasa hidup almarhum 'Bu Agus' telah banyak berkarya untuk kepentingan banyak orang terutama dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik. "Keluarga patut bersyukur kepada Tuhan, karena semasa hidup banyak karya yang telah diperbuat almarhum Bapak Agus Tahendung. Termasuk telah memberikan banyak sumbangsih untuk pemerintah dan masyarakat Kota Manado. Sebagai Staf Khusus Walikota Manado banyak kritikan maupun ide-ide dan pemikiran almarhum yang diberikan kepada pemerintah Kota Manado," ujar Walikota Vicky Lumentut. Dikatakan orang nomor satu di Manado, dirinya mengenal baik almarhum sejak menjadi pejabat di Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Saya mengenal baik almarhum 'Bu Agus' sejak sama-sama bekerja di Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara, waktu itu almarhum sebagai kepala Biro Kesra (Kesejahteraan Rakyat) dan saya kepala Biro Perencanaan Pembangunan. Almarhum saya anggap sebagai orang tua, juga sebagai sahabat. Banyak kritikan yang diberikan almarhum, tetapi juga memuji jika ada hal baik yang dilakukan," tukas Walikota Vicky Lumentut. Makanya, dirinya mengaku kaget dan sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal kritis serta pekerja keras.

"Sebagai pribadi dan Walikota Manado, saya kaget ketika dalam perjalanan dari Jakarta ke Jogjakarta karena pemerintah Kota Manado diundang dan saya menerima penghargaan LAKIP, saya mendapat kabar meninggalnya beliau. Padahal tanggal 3 Februari lalu, masih sempat mengorganisir pelaksanaan pesta adat Tulude di Taman Berkat," tandas Walikota Vicky Lumentut. Walikota Vicky Lumentut juga mengingatkan sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, harus diyakini jika hidup dan mati manusia merupakan bagian dari rencana Tuhan. "Kita tidak tahu kapan waktunya kita dipanggil Tuhan. Kalau hari ini giliran Bu" Agus Tahendung, mungkin sebentar atau besok dan seterusnya adalah giliran kita. Karena itu, selagi kita diberikan kesempatan Tuhan untuk menikmati hidup, harus banyak berbuat kebaikan dan menunjukan kualitas hidup yang baik pula," tukas Walikota Vicky Lumentut. Selain sebagai Staf Khusus Walikota Manado dan mantan birokrat, almarhum Agus Tahendung dikenal juga sebagai tokoh masyarakat Nusa Utara dan sampai akhir hidupnya menjabat Ketua Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe, Sitaro dan Talaud (IKISST) Sulawesi Utara. (jose)