Berita Populer

GUBERNUR OD BERSAMA IBU RITA HADIRI IBADAH SYUKUR HUT KE-50 GMIM EBEN HEASER BUMI BERINGIN

METRO MANADO-Minggu (19/02/2017), Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey didampingi Ketua TP PKK Rita Dondokambey - Tamuntuan menghadiri Ibadah Syukur HUT Ke-50 Jemaat GMIM Eben Heazer Bumi Beringin Manado. Dalam sambutannya,  Gubernur menyampaikan puji syukur kepada hadirat  Tuhan  dan Juru selamat yang Agung,  karena dapat dipertemukan dalam Ibadah syukur HUT ke-50 Gmim Eben Heaser. “Atas nama pemerintah serta masyarakat provinsi sulut, saya mengucapkan selamat mensyukuri pertambahan usia pelayanan yang ke-50 tahun, dengan harapan dan semangat baru untuk setia dan tekun dalam setiap pelayanan demi memperlebar kerajaan Allah di muka bumi. Jemaat di GMIM Eben Heaser delapan puluh persen  adalah pejabat yang tinggal di rumah dinas  pemprov serta banyak yang menjadi pelayan khusus diharapkan menjadi contoh bagi jemaat- jemaat lainnya,”papar Gubernur

Perayaan sukacita iman   dengan pertambahan  usia pelayanan saat katanya, diharapkan dapat dilaksanakan se-kontruktif  mungkin sebagai wahana mengevaluasi, intropeksi dan retrospeksi terhadap berbagai progrram kerja pelayanan selang 50 tahun berjalan.
“Jangan menjadikan sukacita pertambahan usia ini luntur hanya karena perayaan yang lebih ke arah posta pora duniawi. Akan tetapi momentum ini hendaknya dimaknai sebagai pembaharuan iman melalui perubahan pola yang lebih berkenan di mata Tuhan, agar jemaat sekalian dapat terus menjadi saksi kebesaran Tuhan ditengah - tengah kehidupan. Dan jangan lupa saya ingatkan kepada  seluruh komponen jemaat untuk terus berbenah diri sengan tantangan dunia yang semakin komplek, identitas dari anak - anak Tuhan harus senantiasa menangkal berbagai dampak negatif dari perkembangan zaman di era globalisasi  dan modernisasi serta  kemajuan teknogi, jemaat diharapkan menjadi garam dunia,”kata Gubernur.
Gubernur kemudian mengajak seluruh Jemaat untuk semakin resposif dan antisipasi terhadap  berbagai ekses negatif terkait perkembangan jaman dengan menjauhi narkoba, minum minuman keras, pornografi, pornoaksi, pelecehan seksual, tawuran, tindak kekerasan, penganiayaan,  degradasi moral serta semangat kebangsaan bahkan isu  terkait SARA radikalisme dan terorisme.
Gubernur berharap, Jemaat sebagai mitra kerja aktif pemerintah kiranya menjadi pelopor pemersatu bangsa menjaga harmonisasi kehidupan yang rukun dan damai, menjadi  kontrol sosial dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat, bijak cerdas dalam menyikapi berbagai isu -isu yang dapat memecah kesatuan bangsa. Ibadah  syukur dipimpin oleh Ketua Sinode GMIM  Pdt H.W. B sumakul, dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulut Vreeke Runtu, Novi Mewengkang, penjabat Bupati Bolmong Nixson Watung, penjabat Bupat Sangihe Jhon,Asisten 3 Pemprov Sulut Roy O Roring, Palandung Mantan Walikota Manado Wempie Fredriek serta pejabat Eselon dua dijajaran Pemerintah Propinsi Sulut.(jein)

BERIKAN KEMUDAHAN BERUSAHA UNTUK PENGUSAHA. KEWAJIBAN PERPANJANGAN SIUP & TDP DIHAPUS

METRO JAKARTA-Pemerintah memutuskan untuk menghapus kewajiban perpanjangan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Keputusan tersebut diambil sebagai salah satu cara untuk memperbaiki indeks kemudahan berusaha atau ease of doing bussines (EODB).
Seperti dilansir Nasionla kontan.co.id, Menteri Perdaganngan Enggartiasto Lukito mengatakan, dengan penghapusan tersebut ke depan, perusahaan yang sudah beroperasi, asal nama tidak berubah, tidak perlu lagi direpotkan untuk memperpanjang SIUP dan TDP. "Poinnya, minggu depan sudah tidak ada lagi itu kewajiban," katanya di Jakarta, Kamis (16/02/2017).
Enggar mengatakan, agar kebijakan tersebut bisa segera berjalan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera mengeluarkan surat edaran ke dinas-dinas agar kewajiban tersebut ditiadakan. Presiden Joko Widodo ingin agar kemudahan berusaha terus diperbaiki.
Walaupun indeks kemudahan berusaha Indonesia membaik 15 peringkat dari posisi 106 menjadi 91, dia ingin agar peringkat itu bisa diturunkan sampai ke bawah 50. Untuk mencapai target tersebut, Pramono Anung, Sekretaris Kabinet beberapa waktu lalu telah memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan perbaikan(jose)

WALIKOTA MANADO GSVL JADI PENCATAT NIKAH

METRO MANADO-Sabtu (18/02/2017), Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSI DEA menjadi pencatat nikah pasangan Kevin Wiliam Lotulung dan Kristi Karla Arina  bertempat di GMIM Sion Winangun, Kecamatan Malalayang.

Walkota GSVL didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Manado Julises Oehlers SH, saat berhadapan dengan kedua mempelai, orang tua dan saksi pernikahan mengatakan suami memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarga dan isteri menjadi ibu rumah tangga yang mengatur segala urusan rumah tangga.

"Karena itu, sudah menjadi kewajiban suami untuk memberikan nafkah kepada isteri. Sehingga, pengelolaan rumah tangga dilakukan secara bersama-sama sesuai tanggung jawab suami isteri. Namun, sebagai keluarga Kristen, Kevin dan Kristi bisa membentuk rumah tangga yang harmonis berlandaskan kasih Yesus Kristus," ujar Walikota GSVL.Usai memberikan nasihat sesuai Undang-Undang Perkawinan,

Walikota GSVL kemudian meresmikan pernikahan Kevin dan Kristi secara hukum negara dengan mengetuk palu. "Dengan demikian, kalian berdua sudah sah secara hukum sebagai suami isteri," tandas Walikota GSVL, seraya menyerahkan Akta Nikah dari Disdukcapil Kota Manado. Keluarga kedua mempelai merupakan tokoh masyarakat dan gereja yang memiliki kredibilitas ditengah masyarakat.

Kevin Lotulung yang juga keponakan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, ayahnya bernama Hendrik Lotulung serta ibunya Dra Adriana Charlotte Dondokambey kakak Gubernur OD dan dikenal sebagai anggota DPRD Sulut. Sedangkan Katrin Arina dari keluarga pendeta. putri Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMM) Pdt DR Rein Arina MTh serta ibu Pdt Vanny Nancy Suoth STh. Ibadah pemberkatan nikah dipimpin Ketua BPMS GMIM Pdt DR HWB Sumakul MTh.(jose)

SERAHKAN BANTUAN WARGA KORBAN BAJIR BITUNG. GUBERNUR OD INGATKAN WARGA CINTAI LINGKUNGAN

METRO BITUNG-Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Sabtu (18/02/2017), kembali berkunjung ke Kota Bitung, guna memberikan bantuan kepada para korban bencana banjir bandang di Kota Bitung, bertempat di Aula Kantor Pemerintah kota Bitung.
Dikesempatan itu, Gubernur mengaku, bencana banjir yang terjadi di Kota Bitung dan telah menelan korban tersebut, adalah bagian dari tanggung jawab Pemerintah terhadap rakyatnya, guna memberikan bantuan seperlunya.
Gubvernurpun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan diantaranya, pemerintah kota Bitung , TNI , Polri serta semua yang terkait yang  cepat dan tanggap membantu  menangani korban banjir bandang,   “Hal ini kiranya menjadi  contoh kepada   daerah- daerah lainnya,”ujar Gubernur.
Itu sebabnya, pemerintah provinsi  terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan  pemerintah pusat untuk  membantu  masyarakat. Dan hal itu sudah dibuktikan dengan kedatangan Menko PMK Ibu Puan Maharani  langsung datang melihat dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami bencana.
“Saya sudah minta kepada kepala BNPB  Pusat  untuk menangani bencana di sulut khususnya bitung kebetulan kepala BNPB orang sulut, beliau langung cepat merespon dan memberikan bantuan,”jelas Gubernur.
Pada kesempatan itu, Gubernur menyerahkan bantuan uang tunai setiap kepala keluarga, korban bencana senilai satu juta rupiah dan satu karung beras setiap kepala keluarga serta bantuan - bantuan lainnya untuk membantu mengurangi beban mereka akibat bencana yang terjadi minggu  12 februari lalu.
“Nilai bantuan yang saya berikan memang tidak besar, namun saya berharap bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat,”tandas Gubernur, seraya meminta agar bencana tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat bitung supaya semakin mencintai dan memelihara alam lingkungan, agar bisa mengurangi ancaman bencana  banjir serta tanah longsor yang tidak ada satu manusiapun yang bias memprediksinya.(herdy)



INI LAPORAN WALIKOTA BITUNG KEPADA GUBERNUR TERKAIT KONDISI KOTA BITUNG PASCA BANJIR BANDANG

METRO BITUNG-Walikota Kota Bitung Drs Max Lomban saat menyambut kedatanagan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Sabtu (18/02/2017) kemarin mengatakan,  kerugian yang di yang alami masyarakat Kota Bitung akibat banjir bandang sekitar 166,8 miliar, dimana terdapat 932 kepala keluarga.
“Sampai  saat ini ada 385 jiwa  yang tersebar di berbagai tempat. Jadi untuk sementara sejumlah Gereja , Sekolah dan gedung pemerintah  menjadi tempat pengungsian  masyarakat korban bencana. Dan kami telah menyiapkan dapur umum,”kata Walikota Drs Max Lomban kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan rombongan.
Ditambahkan Walikota, Pemkot Bitung bekerja sama  Alumni ( Yellow Jacket ) Universitas Indonesia ( UI ) dengan ketuanya Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, telah melakukan tindakan untuk membantu orang warga korban bencana banjir, guna warga, dengan menghadirkan artis komedi Mongol untuk memberikan hiburan pada korban bencana.
“Saat ini sudah banyak  rumah warga yang dibersihkan, dan warga yang masih bertahan di tempat pengungsian adalah warga yang rumahnya mengalami rusak berat, dan sebagai pemerintah, kami tetap memantau kondisi mereka,”kata Walikota.
Turut hadir Wakil Walikota Kota Bitung Maurits Mantiri, kepala Dinas Sosial Pemprov Sulut Grace Punuh, kepala BPBD Sulut Noldy Liow, kepala Bappeda sulut Recky Toemandoek,  Kepala Dinas Pangan  Jemmy Kuhu, staf gubernur bidang pengembangan SDM  Linda Watania, kepala Biro Protokol, kerjasama dan komunikasi Publik  Bahagia Mokoagow, Kepala Biro Administrasi Perekonian dan SDA Frangky Manumpil,  Plt Kepala  Biro  umum Clay Dondokambey ,Plt kepala Satpol PP Edison Humiang serta beberapa pejabat pemprov sulut.(herdy)

KOMISI D DIDUGA DILECEHKAN. INI PENEGASAN KETUA KOMISI APRIANO SAERANG

DEYSIE LUMOWA                                                       APRIANO SAERANG
METRO MANADO-Kekesalan personil Komisi D DPRD Manado memuncak, ketika pihaknya mengundang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Deysie Lumowa untuk didengarkan pendapatnya mengenai kebijakan yang bakal dilakukan pihak Disdikbud terkait program  Full Day Shcool (FDS) dan persiapan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Kekesalan tersebut sangat beralasan sebab ASN yang notabene baru dilantik sebagai Pejabat Eselon II itu tidak memenuhi undangan resmi yang dilayangkan Komisi D.”Ini pelecehan bagi lembaga DPRD, khususnya Komisi D. Dinas Pendiddikan dan Kebudayaan adalah mitra kerja kami. Itu sebabnya selaku lembaga pengawas, kami ingin tanyakan mengenai kesiapan Perangkat Daerah (PD) itu, terkait program  Full Day Shcool (FDS) dan persiapan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK,”sembur Ketua Komisi D DPRD Manado Apriano Saerang dihadapan wartawan, bertempat di Kantor DPRD Manado. Dikatakan Saerang, penerapan ujian nasional berbasis computer adalah langkah maju pemerintah, tetapi untuk memberlakukan program tersebut, kami perlu mendengarkan kseiapan failitas serta kesiapan tenaga pendidik di jajaran Dinas pendidikan dan kebudayaan
KOMISI D GELAR KONFRENSI PERS
Selain itu kata Saerang, selaku pejabat yang baru, kami juga perlu menanyakan beberapa hal, terkait kiat-kiat untuk peningkatan kualitas pendidikan, guna mendukung program Smart City. Disisi lain kata Saerang, jika Kepala Dinas berhalangan bias memberikan informasi sehingga hearing bias kita tunda.”Ini adalah sikap pandang enteng. Dan kami tidak terima. Kita sudah menunggu dari Pukul 10.00 sesuai undangan. Ironisnya, hingga Pukul 12.00 tidak ada kabar sama sekali dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai mitra kerja harusnya saling menghargai, tidak sebaliknya, mengangap DPRD sebagai sesuatu yang tidak penting,”tegas Politisi Partai Gerindra Manado ini.”Saya ingatkan, bahwa DPRD adalah lembaga pengawas jalannya roda pemerintahan. Itu sebabnya kata Saerang, Pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan kebudayaan harus menghargai DPRD. Ini adalah perintah undang-undang yang harrus ditaati oleh seluruh Perangkat Daerah, khususnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ibu Deysie Lumowa,”tandas Saerang dengan nada kesal. Sementara itu, Kepasla Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Deysie Lumowa yang dihubungi via media social belum memberikan konfirmasinya.(Jopppy Senduk)

SATU TAHUN MEMIMPINAN KABUPATEN MINSEL TETTY-FRANKY, BANJIR PENGHARGAAN

METRO AMURANG-Tak bisa dipungkiri, bahwa dalam satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu SE dan wakilnya, Franky Donny Wongkar SH, telah merubah wajah Kabupaten Minsel terlebih khusus Ibu Kota Kabupaten yakni Kota Amurang.
Dalam rentang waktu satu tahun memimpin, cukup banyak kisah suka duka dari Bupati terpilih dua periode ini. Meski demikian, Tetty sapaan akrab bupati Minsel ini mengakui belum semua harapan dan keinginan masyarakat bisa dipenuhi secara instan. Namun, apa yang belum tercapai akan terus diperjuangkan bersama Wakil Bupati di sisa empat tahun yang akan datang.
Meski berbagai kritik saat kebijakannya dianggap tidak populer di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat, Tetty tetap yakin apa yang dilakukannya akan membawa perubahan dalam sistem birokrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
 Salah satu kebijakan yang cukup menyorot perhatian masyarakat adalah kegiatan mutasi ASN. Berbagai tudingan miring dan prasangka tidak baik dialamatkan kepadanya. Apalagi, kebijakan itu membuat ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD harus dipangkas, termasuk juga honorarium yang sudah menjadi tradisi di kalangan ASN.
“Sangat banyak permintaan dari warga yang menginginkan Minsel dibangun dengan APBD saat saya masih menjadi calon bupati maupun saat kampanye. Dengan persetujuan DPRD dan berbagai pertimbangan, kita memutuskan untuk membangun Minsel yang telah sekian tahun terbengkalai dengan anggaran daerah. Puji Tuhan, saat ini proses pengerjaannya telah dilakukan dan ditargetkan siap pada tahun 2017 ini,” kata Tetty.
Terkait berbagai program yang dilaksanakannya selama satu tahun kepemimpinannya di Minsel, Bupati mengaku apa yang telah dilakukannya selama satu tahun itu belum lah maksimal dan akan dituntaskannya selama empat tahun sisa kepemimpinannya.
“Saat ini, pemerintahan telah berjalan dengan baik, pembangunan infrastruktur juga terus kita tingkatkan. Selain pembangunan Pasar rakyat yang menjadi harapan seluruh masyarakat, kita juga tengah melakukan pembangunan jalan, seperti Boulevard disepanjang bibir pantai Amurang, serta proses pembangunan sejumlah fasilitas umum yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minsel,” tukasnya.
Dia juga menyampaikan, berbagai program pembangunan di bidang perekonomian, pendidikan, kesehatan dan pariwisata itu merupakan pekerjaan prioritas yang harus segera dirampungkan. Sehingga, jelang masa tugasnya sebagai Bupati berakhir, Bupati bisa mewujudkankan mimpinya menjadikan Minsel yang aman, damai dan sejahtera.
Terkait mutasi yang dilakukan terhadap kepala SKPD dan ASN di lingkungan Pemkab Minsel pada akhir Desember 2016 lalu, menurutnya hal itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ASN bersangkutan.
 “Jika memang mereka tidak mampu ditugaskan di bidang tertentu, tentu akan diganti dengan yang mampu,” jelasnya.
Menurutnya, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat merupakan harga mati. Tidak saatnya lagi pejabat yang dilayani masyarakat. Pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat akan maksimal jika pejabat yang berwenang bisa melayani dengan sepenuh hati.
“Kita juga mohonkan doa dan dukungan masyarakat dalam empat tahun kedepan, berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dapat dituntaskan dan bisa membawa perubahan terhadap Kabupaten kita. Apalagi, pembangunan Minsel saat ini jauh tertinggal bila dibandingkan denganKabupaten/kota lain yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) maupun secara nasional,” tukasnya.
Selain terus memacu ketertinggalan di bidang infrastruktur, Bupati juga terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggulirkan berbagai bantuan dan program keahlian bagi pelaku UMKM dan masyarakat dengan kategori miskin.
Meskipun terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kinerja Bupati dan Wakil Bupati serta jajarannya juga tidak bosan-bosan diganjar berbagai penghargaan baik ditingkat Sulut maupun ditingkat Nasional.
Seperti penghargaan Kartini Award atau tokoh indonesia 2016 yang diterima bupati dari yayasan penghargaan indonesia di bali pada 22 April 2016, penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara Sulawesi Utara dari Menkopolhukam di Minut pada 19 April 2016, Kepala Derah Inovatif diterima di Bandung pada 11 Agustus 2016 dan penghargaan sebagai Kabupaten peduli HAM yang diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM pada 8 Desember 2016 di Surabaya.
Diketahui, Tanggal 17 Februari 2016, adalah awal kepemimpinan Tetty Paruntu dan Franky Wongkar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Artinya, tanggal (17/02/2017), merupakan perayaan satu tahun kepemimpinan kedua Pemimpin masa depan yang dimiliki masyarakat Minsel ini.(Maykel Senduk)

DPRD PARTAI HANURA GELAR RAKORDA. REVANNY JANJI MENANGKAN PILEG 2019 BERSAMA SEJUMLAH POLITISI TANGGUH

METRO MANADO-Kamis (16/02/2017), DPD- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Utara, telah selesai menggelar konsolidasi lewat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bertempat disalahsatu Hotel di Kota Manado. Dalam rapat tersebut, seluruh pengurus Partai bertekad untuk meraih satu Fraksi di Lembaga DPRD Sulawesi Utara, pada helatan Pileg 2019 mendatang, serta satu kursi ke DPR-RI. Keyakinan tersebut, lebih dikuatkan dengan bergabungnya Politisi kawakan PDI-Perjuangan Benny Rhamdani ke DPP-Partai Hanura, yang ikut menghadiri Rakorda tersebut. Hal ini ditegaskan Ketua DPD-Partai Hanura Sulut Revanny Parasan kepada metromanado, Kamis (17/02/2017), disela-sela Ibadah penghiburan di rumah duka Almarhumah Ema Rogi di Keluarah Bumi Nyiur Kecamatan Wanea Manado. “Oh ya, tadi nda hadir di Rakorda. Jadi sedikit saya jelasakan, bahwa dalam Rakorda, dibicarakan mengenai langkah Partai Hanura di Pileg 2019. Jadi kami menargetkan satu fraksi penuh di DPRD Provinsi dan wakil ke DPR-RI untuk Pemilu 2019 nanti, sebab para politisi kawakan sekelas Benny Ramdhani serta politisi daerah lainnya sudah ikut bergabung. Dan ini tentu menjadi kekuatan kami untuk mewujudkan takad kami menjadikan Partai Hanura yang tangguh,”ujar Revanny.
Ditambahkan Revanny, dalam Rakorda juga dimaksudkan untuk memperkuat keharmonisan antara para pemimpin serta pengurus Partai Hanura Sulut dan Kabupaten Kota.
Menurutnya, para Pimpinan partai seperti Ketua DPC-Partai Hanura Manado Robert Ronald Tambuwun serta pengurus DPC lainnya yakni, Stenly Tamo, Arthur Paath, juga ikut hadir dalam Rakorda tersebut. Revanny kemudian menyampaikan keyakinaannya untuk memenangkan berbagai iven Politik di Sulut. Bahkan Ravanny pun sangat optimis juga mampu meraih perolehan kursi yang signifikan di DPRD Manado, mengingat sejumlah kader diluar Partai Hanura yang sudah bergabung diantaranya, Lusye Barakati dan Yudi Sangkay, yang dalam Pileg sebelumnya meraih ribuan suara di Dapil mereka masing-masing.
Diapun berharap, verifikasi factual untuk seluruh kader di Kabupaten Kota se-Sulut akan berjalan dengan baik, sesuai keinginan dan hasil Rakorda.(jose)

WABUP MINSEL FRANKY WONGKAR HADIRI RKPD SE-SULUT

METRO AMURANG-Wakil Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Wongkar SH, Jumat 17/02/2017), menghadiri Rapat Evaluasi Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Kota se- Sulawesi Utara, bertempat di Graha Bumi Beringin Manado.
RKPD tersebut dipimpin langsung Gubernur Sulut Olly Dodonkambey SE didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Drs Steven Kandouw.

Gubernur Sulut dalam arahan menyampaikan, kegiatan evaluasi dlaksanakan untuk mengetahui sejauh target capaian program tahun sebelumnya untuk ditindaklanjuti Tahun 2017 ini.
Sementara itu Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE dalam pemamparannya melalui  Wakil Bupati (Wabup) Minsel Franky Donny Wongkar SH mengatakan, tingkat pertumbuhan ekonomi di kabupaten Minsel terus dimaksimalkan pemerintah daerah dalam memacu pertumbuhan ekonomi serta penguatan sektor-sektor dalam menumbuh kembangkan potensi daerah.
Menurut Wongkar, program prioritas daerah sangat perlu dikoordinasikan sehingga sejalan dengan program yang menjadi skala prioritas, baik yang didanai pemerintah pusat, Pemprov Sulut.
Dia juga mengatakan, pemerintah provinsi diharapkan dapat memberikan dukungan, untuk mengcover anggaran program nawacita di Kabupaten Minsel.
“Pemkab Minsel akan terus berupaya memaksimalkan potensi dan sumber daya manusia (SDSM) dan sumber daya alam (SDA) guna memaksimalkan pelayanan untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Minahasa selatan,”tandas Politisi PDI-P ini.(maykel senduk)





WALIKOTA BITUNG MAX LOMBAN: TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN MENTERI DAN GUBERNUR

METRO BITUNG-Terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Kota Bitung beberapa waktu lalu mendapat perhatian pemerointah Pusat, khususnya Menko PMK-RI Puan Maharani. Perhatian tersebut diimplementasikan dengan melakukan kunjungan langsung ke Kota Bitung, guna melihat langsung kondisi masyarakat serta kota Bitung pasca dihantam Bancana banjir pada tanggal 12/02/2017)  lalu. Walikota Bitung Drs Max Lomban yang menyambut langsung kedatanagan Menko-PMK-RI itu, berkesempatan untuk melaporkan kondisi warga serta kota Bitung pasca Bancana Banjir yang menghantam kota Bitung. Dalam laporannya Walikota menyampaikan, bahwa korban hilang sebenarnya bukan karena korban banjir bandang, tetapi karena melaut dan belum juga pulang hingga kini, dan Tim SAR  hingga kini sedang melakukan pencarian nelayan yang belum kembali.”Korban banjir bandang hanya dua yang luka berat dan sedang kami tangani, serta ada satu nelayan yang melaut hingga kini belum kembali. Walikota pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan serta bantuan yang diberikan oleh Metnteri Menko PMK-RI dan Gubernur Olly Dondokambey di Kota Bitung yang mengalami musibah bencana banjir bandang dan tanah longsor,” kata Walikota dihadapan Menko-PMK dan Gubernur Sulut.(herdy)

BUPATI MINUT VAP INSTRUKSIKAN KEPALA DESA MENGANGKAT SEKDES DARI UNSUR ASN

METRO AIRMADIDI-Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004, teknis pelaksanaan pengangkatan diatur dalam PP Nomor 45 Tahun 2007, Peraturan Mendagri Nomor 50 Tahun 2007, dan Peraturan Kepala BKN Nomor 32 Tahun 2007. Selain itu, UU Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 202 ayat 3 tentang Pemerintahan Daerah, desebutkan Sekretaris Desa diambil dari PNS yang memenuhi persyaratan
Itu sebabnya, Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) menegaskan, semua Desa yang ada di Kabupaten Minahasa utara harus menempatkan Aparat Sipil Negara (ASN), sebagai Sekertaris Desa (Sekdes).
“Sebagaimana di tergaskan lewat undang-undang, maka saya ingatkan kepada semua Kepala Desa agar mentaati undang-undang tersebut, dan segera menempatkan ASN di setiap kantor Desa untuk menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes),”tegas Bupati.
Lanjut dikatakan Bupati, penempatan ASN sebagai Sekdes dimaksudkan untuk mempertajam pelayanan Perangkat Desa yang kompeten kepada masyarakat di Desa masing-masing.(Mart)

PEMPROV SULUT GELAR APEL KORPRI. GUBERNUR MINTA ASN TINGKATKAN PELAYANAN

METRO MANADO-Pemprov Sulut, Jumat (17/02/2017), menggelar Apel Korpri bertempat di halaman Kantor Gubernur Sulut dan dipimpin Sekprov Sulut Edwin Silangen, SE.MS. Pada kesempatan itu, Sekprov membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, yang berisi tentang keinginan Gubernur untuk meningkatkan kemampuan pemerintah menghadapi merdenisasi perkembangan teknologi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
“Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) harus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi modernisasi, perkembangan teknologi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),”kata Sekprov.
Disamping itu kata Sekprov, Anggota Korpri dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, memantapkan kompetensi pribadi baik secara teoritis maupun praktis serta memiliki tanggung jawab, integritas dan profesionalitas.
Disisi lain katanya, anggota Korpri diminta mampu menyelesaikan setiap pekerjaan menghadapi tantangan serta peluang di era MEA.” Semua harus menumbuhkan motivasi untuk menyelesaikan tugas tanpa menunda-nunda pekerjaan karna pekerjaan akan terus menanti kita," ucapnya.
Melalui sambutan Sekprov tersebut, Gubernur juga mengajak anggota Korpri menjadi bagian dari solusi negara dan tidak menimbulkan masalah.(jein)

DPRD SULUT DIDEMO. GTI DESAK KETUA DPRD USUT DUGAAN NYAMBI PROYEK OKNUM ANGGOTA DPRD SULUT

METRO MANADO-Garda Tipikor Indonesia ( GTI) Sulut, Kamis (16/020/2017) mendatangi Gedung DPRD Propinsi Sulut di Manado, setelah melaporkan dugaan kasus nyambi proyek yang dilakukan oknum anggota DPRD Sulut ke Kejaksaan Tinggi Sulut.
Kedatangan GTI dipimpin Richard Sanger besama puluhan elemen masyarakat ini yang diterima langsung Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw. Pada kesempatan itu, Angouw meminta penjelasan GTI terkait kasus dugaan nyambi proyek oknum Anggota DPRD Sulut.
Setelah mendengar aspirasi dari GTI, Angouw mengajak para pendemo berdialog ke ruang rapat satu Kantor DPRD Sulut. Dihadapan para pendemo, Angouw berharap aspirasi yang disampaikan ke dewan harus disertai bukti.
”Kalau ada bukti silahkan pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan. Saya berharap GTI dapat memberikan bukti supaya kami dapat menindaklanjutinya secara kelembagaan. Dan seterusnya diserahkan pada proses hukum,” tegas Angouw.
Pada akhir dialog, para pendemo menyerahkan bunga kepada Ketua DPRD dan anggota yang menerima aspirasi, sebagai lambang hubungan kasih sayang antara masyarakat dan para wakil-wakilnya. Dengan harapan dapat memperjuangkan aspirasi yang masuk di lembaga dewan yang terhormat.
Diketahui GTI secara resmi telah melaporkan 3 oknum anggota DPRD Sulut ke Kejati, terkait dugaan nyambi proyek.(jose)

HADIRI RAKORDA DPD-PARTAI HANURA, BRANI CURHAT KE SEJUMLAH WARTAWAN PINDAH KE PARTAI HANURA

BENNY RHAMDANI
METRO MANADO-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (16/02/2017), menggelar Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) dan dihadiri oleh seluruh pengurus Partai serta sejumlah simpatisan se-Sulawesi Utara, termasuk Anggota DPD RI Benny Rhamdani  (Brani), yang beberapa waktu lalu di Jakarta, telah bergabung dengan Partai Hanura.
Menariknya, dalam rapat Koordinasi itu, Benny Rhamdani sempat menjelaskan ketertarikannya bergabung dengan Partai yang dipimpin Wiranto itu. Menurut mantan anggota DPRD Sulut tiga periode yang dikenal kritis dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat  menuturkan , saat ini dirinya merasa tidak lagi dibutuhkan untuk membantu perjuangan partai pimpinan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri  PDI-Perjuangan,  sehingga pada akhirnya ia  memutuskan untuk bergabung dengan Partai Hanura.
“Begini.  Mungkin saya juga salah karena merasa tidak menjadi penting lagi untuk PDI-P. Artinya saya mungkin tidak dibutuhkan lagi untuk berjuang bersama-sama dengan PDI-P, meskipun saya memiliki komitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat,”kata Rhamdani disela-sela gelaran Rakorda yang dilaksanakan di salahsatu hotel di Manado.
Bersamaan dengan posisi yang sangat strategis dan penting, dimana saya mendapat kepercayaan sebagai salah satu pengurus  DPP Partai Hanura  yang membidangi organisasi, sehingga hal ini harus menjadi peluang bagi saya untuk terus berjuang untuk kepentingan  daerah dan rakyat,“ ungkap wakil ketua komite I DPD RI ini.
Dia kemudian mencontohkan beberapa politisi PDI-P yang menurut dia berhasil memperjuangkan kepentingan  pembangunan di daerah sendiri.
“ Contohnya Pak Olly Dondokambey yang dikenal datang dari daerah. Ketika beliau diberi kepercayaan sebagai  salah satu pengurus pusat PDI-P di posisi strategis, beliau cukup pandai memanfaatkan posisi tersebut untuk memperjuangkan semua kepentingan daerah, dan Pak Olly cukup berhasil dengan perjuangan itu. Begitu pula Yasti Soepredjo Mokoagow yang berasal dari sebuah kampung di Bolmong, ketika dia diberi kepercayaan menjadi pengurus  partai dan kedudukannya sangat strategis di PAN dia juga memanfaatkan posisi itu untuk kepentingan daerah. Demikian pula Aditya Moha yang merupakan orang daerah yang diberikan kepercayaan di pusat dengan posisi strategis di Golkar dia juga bisa memanfaatkannya untuk memperjuangkan kepentingan daerah. Lalu apa yang salah jika posisi strategis yang ditawarkan kepada saya yang maha penting ini saya gunakan sebesar-besarnya  untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi masyarakat di daerah ini salah? Tanya Brani serius.
Menurutnya, keputusan maupun langkah yang diambil untuk menerima posisi di kepengurusan DPP Partai Hanura adalah semata-mata  merupakan pintu masuk bagi dirinya agar lebih banyak  memperjuangkan apa yang menjadi harapan rakyat Sulawesi Utara. (jose)

BERADA DI ZONA KUNING WALIKOTA GSVL INSTRUKSIKAN PERANGKAT DAERAH TINGKATKAN LAYANAN PUBLIK

METRO MANADO-Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA berharap pelayanan publik yang dilaksanakan setiap Perangkat Daerah (PD), harus maksimal sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2009. Menurutnya, dari hasil penilaian Ombudsman Republik Indonesia, layanan publik di Pemerintah Kota (Pemkot) Manado tahun 2016 masih berada di zona kuning. Sehingga, meski diundang hadir dalam penyerahan penghargaan Ombudsman di Jakarta Desember 2016 lalu, namun Pemkot Manado belum berhasil membawa pulang penghargaan tersebut. "Saya berharap, tahun 2017 ini Pemkot Manado bisa berada di zona hijau. Tentunya harus ada komitmen yang serius dari seluruh Perangkat Daerah di Pemkot Manado," ujar Walikota GSVL dalam acara dengan Ombudsman RI terkait penyampaian hasil penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik sesuai UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik di Pemkot Manado, di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (16/2) sore tadi.
Menurutnya, untuk memperbaiki nilai tidak sulit. Karena, yang terpenting adalah komitmen serta melaksanakan semua syarat yang diminta Ombudsman RI. "Kita di Pemkot Manado punya Komitmen 953, kalau kita laksanakan semua yang disyaratkan dalam hal pelayanan publik, saya berharap bulan Desember 2017 ini kita bisa berada di zona hijau. Dan saya boleh diundang untuk menerima penghargaan," tukas Walikota GSVL. Dirinya meminta, untuk penilaian pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman RI tidak hanya pada Dinas dan Badan tetapi sampai ke tingkat kecamatan hingga kelurahan. "Nanti untuk tingkat kelurahan, biar kami dari pemerintah kota yang nilai. Kalau boleh penilaian Ombudsman tidak hanya di Badan dan Dinas, namun sampai ke kecamatan," ujar Walikota GSVL yang turut didampingi Wawali Mor Dominus Bastiaan SE dan Sekot Drs Rum Usulu. Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Utara Hilda R Tirajoh dalam paparannya mengatakan tahun 2016 Pemkot Manado berada di zona kepatuhan kuning dengan nilai rata-rata 75,18. Dikatakan, penilaian dilakukan secara diam-diam tanpa pemberitahuan. Dimana, untuk Pemkot Manado periode peniaian dilaksanakan bulan Mei sampai Agustus 2016. "Ada 57 produk layanan dari 10 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang kami nilai. Ada SKPD yang dapat hijau, ada pula yang merah semua, kemudian bervariasi ada merah, kuning dan hijau. Tapi rata-rata zona kepatuhan Pemkot Manado ada di kuning," pungkas Tirajoh, seraya menjelaskan Zona Merah nilai 0-50, Zona Kuning 51-80 dan Zona Hijau 81-100.(jose)

KOMJEN AUSTRALI DIJAMU MAKAN MALAM WAWALI MANADO MOR BASATIAN

METRO MANADO-Lewat terobosan positif yang dilakukan Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE dibidang pariwisata bertajuk Pesona Manado 2017 Kota Manado terus menjadi perhatian dunia. Hal ini kemudian membuat Pemerintah Australia melalaui Konsul Richard Mathews tertarik dengan suasana serta terobosan yang di lakukan Manado sebagai Ibukota Propinsi Sulut.
"Kota Manado ini juga sangat indah untuk dikunjungi wisatawan dari Australia. Masyarakatnya ramah dan banyak budaya ditengah keragaman yang menjadi daya tarik," ujar Mathews dalam jamuan makan malam yang digelar Pemerintah Kota Manado, di Sintesa Peninsula Hotel, Kamis (16/02/2017). Dalam kesempatan itu, Walikota GSVL yang diwakili Wawali Mor didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado Ny Imelda Bastiaan Markus dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kota Manado Drs Rum Dj Usulu, menyambut baik kunjungan Konjen Australia ke Manado. "Terima kasih atas kunjungan Konjen Australia ke Kota Manado. Mudah-mudahan kunjungan ini akan mampu meningkatkan arus wisatawan dari Australia ke Manado, serta bisa terjalin kerjasama dibidang lainnya antara Manado dengan Australia," tukas Wawali Mor. Seperti diketahui, gencarnya promosi pariwisata Manado terkait program Pesona Manado 2017 yang dilaunching Kementerian Pariwsata Republik Indonesia 21 November 2016 silam di Jakarta, mengundang banyak wisatawan dari berbagai negara untuk datang di Manado.(jose)

WAGUB STEVEN KANDOUW SEBUT KAIN TRADISIONAL MENGUATKAN PERSATUAN MASYARAKAT SULUT

METRO MANADO-Sulawesi Utara memiliki ragam kebudayaan. Satu diantaranya adalah kain tradisional. Melalui motif di kain tradisional keberagaman dapat dipersatukan.
Kamis (16/02/2017) pagi ruang pertemuan Hotel Gran Puri di Jalan Sam Ratulangi, Manado ramai dikunjungi budayawan yang mengikuti kegiatan Focus Grup Discussion yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara.
Acara yang dibuka oleh Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandow ini bertujuan membahas motif desain kain Sulawesi Utara yang dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Sulawesi Utara memang dikenal sebagai provinsi yang memiliki kekayaan corak kain yang beragam. Setiap daerah memiliki corak berbeda. Seperti kain bentenan dari Minahasa dan kinatola dari Bolaang Mongondow.
Setiap kain bak lukisan yang memiliki cerita, ciri khas dan pesan yang ingin disampaikan pembuatnya pada orang-orang. Kain-kain ini juga sangat beragam dan mewakili daerah asalnya.
Jika dulu kain tradisional dinilai kuno dan ketinggalan zaman, kini citra kain tradisional akan dibuat sebagai identitas warga Sulawesi Utara.
"Pertemuan ini harus menghasilkan kesepakatan. Kita harus bisa sepakat menentukan motif kain Sulawesi Utara. Ini akan menguatkan jati diri dan persatuan kita," kata Steven.
Hal itu dikatakan Steven untuk mencegah kesalahan penentuan corak kain yang bisa berujung keberatan dari sebagian masyarakat daerah lainnya di Sulawesi Utara.
Melalui Focus Grup Discussion ini juga, Steven Kandouw ingin mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk mencintai daerahnya melalui kain tradisional.
"Motif kain yang kita sepakati nantinya akan digunakan dalam berbagai kegiatan. Tak hanya sekedar di kantor namun juga di sekolah," ujar Steven.
Harapannya sederhana, wakil gubernur ingin masyarakat Sulawesi Utara yang beragam budayanya ini tak lagi kaku melihat corak kain di daerahnya masing-masing. Sebaliknya kebanggaan timbul saat menggunakannya sebagai pakaian.
"Semua masyarakat kabupaten dan kota di Sulut akan bangga menggunakannya. Kain yang motifnya diterima oleh semua masyarakat," ucap ayah tiga anak ini.
Hal senada disampaikan budayawan Reiner Ointoe dalam pertemuan itu. Dia mengatakan identifikasi latar belakang kain di Sulawesi Utara yang beragam menjadi pintu masuk pencapaian motif desain kain yang nantinya digunakan. "Kita harus mengetahui motif-motif desain kain dahulu dan perkembangannya hingga sekarang," ujar Reiner.
Budayawan lainnya Alex Ulaan menyebutkan tentang koleksi kain tradisional yang tersimpan di luar negeri. "Kain tradisional kita malah disimpan di Leiden. Saya sudah melihatnya langsung di sana," ucap Alex sambil menyebutkan nama Museum Leiden di Belanda.
Kegiatan Focus Grup Discussion ini juga diharapkan Kepala Dinas Kebudayaan Dr. Fredrik Rotinsulu dapat bermanfaat bagi kebudayaan Sulawesi Utara. "Acara ini diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan manfaat bagi kebudayaan kita," pungkas Fredrik. (jein)

DPRD MANADO TERIMA ASPIRASI WARGA SINGKIL DAN PERKAMIL MENGENAI PENEMPATAN PALA

METRO MANADO-,Selasa, (07/02/2017), Masyarakat Kelurahan Pekamil Lingkungan enam mendatangi kantor DPRD Manado, dengan kasus yang sama. Menurut mereka Kepala Lingkungan yang lolos tes tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

”Kami minta pemilihan Kepala Lingkungan diulang dan menghasilkan kepala lingkungan yang benar-benar sesuai keinginan masyatakat,”kata Waraga. Anggota Komisi A DPRD Manado Bambang Hermawan, didampingi Syarifudin Saafa Pingkan Nuah dan Lina Pusung menjelasakan, mekanisme pengangkatan Kepala Lingkungan sudah dibentuk lewat Panitia seleksi.

Itu sebabnya semua Kepala Lingkungan yang ditempat kan di setiap Lingkungan sudah melewati tahapan seleksi. Tetapi, karena ada informasih yang disampaikan warga ke DPRD, maka selaku Wakil Rakyat, kami akan mempertanyakan aduan yang diterima DPRD.”Aspirasi ini tentu akan kami teruskan ke Walikota untuk segera ditindaklanjuti, karena ini aspirasi warga yang harus diperjuangkan oleh rakyat,”kata Hemawan.

Setelah ,mendengarkan penjelasan DPRD warga kemudian berangsur-angsur meninggalkan kantor DPRD Manado. Sementara itu, Kamis, (16/02/2017), Puluhan Masyarakat Kelurahan Ketang Baru Lingkungan satu Kecamatan Singkil, juga mendatangi Kantor DPRD Manado, guna menyampaikan aspirasi mereka terkait penempatan Kepala Lingkungan yang menurut mereka tidak seiring dan sejalan dengan masyarakat.

”Kami menganggap kepala lingkungan yang lulus lewat ujian dari Pansel tidak sesuai dengan keinginan kami. Itu sebabnya DPRD selaku perpanjangan tangan dari Rakyat ke Pemerintah mohan dapat menindaklanjuti masalah pemilihan Kepala Lingkungan ini,”kata salah satu warga yang ikut dalam demo tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Manado Henky Kawalo berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang sudah disampaikan oleh warga Kecamatan Singkil tepatnya di Kelurahan Ketang Baru Lingkungan satu.

”Saya dan kawan kawan DPRD akan menyampaikan aspirasi Ibu dan Bapak-bapak kepada Walikota dan Wakil Walikota Manado, semoga semua bias terang menderang untuk memberikan kepuasan moral untuk masyarakat,”kata Kawalo. Ikut hadir Anggota DPRD Fanny Mantali, Reynaldo Hydemans dan Sonny Lela.(jose)

HASIL QUICK COUNT BUPATI BEKASI VERSI JSI, AHMAD DHANI KALAH DARI NENENG HASANAH

METRO BEKASI-Calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi nomor urut 5 Neneng Hasanah Yasin-Eka Supriatmaja unggul dalam quick count yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI) dalam Pilkada Kabupaten Bekasi. Neneng-Eka meraih 42,35% dibandingkan pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani.  
Supervisor JSI Adhyaksa Norman mengatakan, dari 94,35% suara yang masuk, Neneng-Eka unggul jauh dengan raihan 42,35% dibandingkan empat calon lain. Sedangkan, pasangan Sa'duddin-Ahmad Dhani berada diurutan kedua dengan perolehan suara 25,19%.
Diposisi ketiga, diikuti pasangan calon dari nomor urut tiga, Obon Tabroni-Bambang Sumarsono dengan perolehan suara 16,01%. Selanjutnya, diposisi keempat ada pasangan dari nomor urut 1 yakni, Meliana Kadir-Abdul Kholik dengan perolehan suara 9,16%.
Diposisi paling buncit pasangan nomor urut 4 yakni, Iin Farihin-KH Mahmud dengan memperoleh suara 6,71%. Menurut Norman, hasil quick count yang dilakukan pihaknya ini menggunakan metode random sampling dengan memilih sebanyak 230 TPS.
"Perhitungan suara yang kami lakukan ini memiliki margin error sekitar, ±1 dari hasil real count yang akan dilakukan KPU sebulan nanti. Artinya, angka ini bisa di bawah 1%, dan bisa juga di atas 1%," kata Norman di kediaman Neneng Hasana Yasin di Bekasi, Rabu (15/2/2017), seperti dikutip sindonews.com.(whb/metro)